Google Setop Shoelace, Jejaring Sosial yang Banyak Orang Belum Tahu
Pernah dengar aplikasi jejaring sosial besutan Google Shoelace?
Ya, jika ini pertama kali kamu mendengarnya, bisa jadi ini kali terakhir kamu mengenalnya.
Ya, jika ini pertama kali kamu mendengarnya, bisa jadi ini kali terakhir kamu mengenalnya.
Google
memutuskan untuk berhenti mengembangkan Shoelace yang diperkenalkan
oleh Google's Area 120.
Mungkin kamu bertanya-tanya mengapa perusahaan
sebesar Google gagal memasarkan produknya, namun ada alasan di baliknya.
Ini adalah eksperimen awal dari Google, selain itu terbatas pada
pengguna terpilih di New York City.
Tampilan Shoelace digambarkan oleh salah satu testimoni sebagai 'gabungan dari Facebook Event dan chat WhatsApp Group yang didesain sesuai dengan
milenial atau Gen Z'.
Ini bukan kali pertama Google memiliki sejarah yang sulit dengan jejaring sosial seperti Google+, pandemi COVID-19
yang sedang berlangsung telah menyebabkan banyak orang memutuskan untuk
memprioritaskan kembali kehidupan dan pekerjaan mereka.
Bahkan, tim
Shoelace sendiri menyarankan Google untuk menghentikan rodanya pada
percobaan ini.
"Seperti semua proyek di Area 120, Shoelace adalah eksperimen," tulis perusahaan itu di Google Doc.
"Kami
bangga dengan pekerjaan yang kami capai dan komunitas yang kami bangun,
tetapi mengingat krisis kesehatan saat ini, kami tidak merasa bahwa
sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi lebih lanjut dalam
proyek ini," sambungnya.
Tim pun tidak memiliki rencana untuk menghidupkan kembali produk setelah krisis COVID-19, demikian dikutip dari Tech Crunch.
0 komentar: