Feature news

Tampilkan postingan dengan label samsung history. Tampilkan semua postingan

Lee Kun Hee yang Ubah Samsung dari Dicap Murahan Jadi Penuh Kejayaan

Samsung dahulu sempat dicap sebagai perusahaan elektronik murahan. Berkat jasa Lee Kun Hee, Samsung jadi cerita sukses dan jagoan teknologi asal Korea Selatan.

Di bawah kepemimpinan Lee, Samsung perlahan tapi pasti menjadi raksasa disegani, terutama jagoan di bidang elektronik. Mereka menjadi produsen ponsel dan televisi terbesar di dunia, dan juga memimpin di berbagai segmen industri lainnya.

Pada tahun 1993, Lee melakukan tur global ke berbagai negara untuk mengetahui performa produk Samsung di sana. Alangkah kecewanya Lee setelah melihat produk Samsung disepelekan.

Kata paling terkenal dari pidato itu adalah 'ubah semua hal kecuali istri dan anakmu'. Saking berpengaruhnya pidato itu terhadap sukses Samsung, kabarnya terdapat replika ruangan hotel tempat Lee berbicara di kantor pusat Samsung Korea Selatan.

Saat berada di sebuah toko di California, televisi Samsung diletakkan di rak bagian sudut yang hampir tidak terlihat. Sedangkan televisi Sony dan Panasonic dipajang sebagai barang jualan utama.

Pada Juni 1993, Lee mendarat di Frankfurt, Jerman. Dia mengumpulkan ratusan eksekutif Samsung dalam rapat besar di Falkenstein Grand Kempinski Hotel. Selama tiga hari, dia mengungkapkan visi masa depan Samsung dan apa yang harus dilakukan agar visi tersebut segera tercapai. Pidatonya kala itu disebut sebagai Frankfurt Declaration of 1993.

Semenjak hari itu, Samsung mulai serius mengangkat citranya dari produsen elektronik kelas dua menjadi vendor yang dihormati masyarakat dunia. Pidato Lee pun ditranskrip menjadi buku 200 halaman dan dibagikan ke seluruh karyawan sebagai motivasi.

Kini sosok yang mengangkat kejayaan Samsung tersebut telah tiada. Lee Kun-hee meninggal dunia hari Minggu (25/10/2020). Lee tutup usia setelah enam tahun dirawat di rumah sakit karena masalah jantung. Dia meninggal di usia 78 tahun.

Samsung adalah salah satu cerita sukses perusahaan asal Korea Selatan. Namun dahulu, mereka sempat dicap sebagai perusahaan elektronik murahan.

Para pimpinan Samsung memang bekerja keras menaikkan citra perusahaan dan memastikan untuk selalu memproduksi produk bagus. Etos seperti itu ditanamkan oleh sosok bernama Lee Kun Hee.

Lee Kun Hee boleh dibilang sebagai bapak kejayaan Samsung. Anak dari pendiri Samsung ini meletakkan pondasi kejayaan Samsung setelah sempat dianggap remeh oleh para rival.
 

Learn more »

Samsung Pernah Anggap Android Lelucon Sebelum Dibeli Google

Saat awal kemunculannya, banyak yang meremehkan potensi Android, salah satunya adalah Samsung.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini membuang kesempatan membeli Android.

Dikutip dari Android Authority, Samsung sebenarnya punya kesempatan untuk membeli sistem operasi robot hijau tersebut dari Andy Rubin sebelum Google melakukannya.

Dalam bukunya yang berjudul 'Dogfight: How Apple and Google Went to War and Started a Revolution', wartawan teknologi senior Fred Vogelstein membagikan apa yang terjadi di dalam pertemuan antara tim Android dan Samsung yang terjadi di Seoul pada akhir 2004.

Saat itu, Andy Rubin mempresentasikan idenya tentang Android dan visi di balik OS buatannya itu di sebuah ruangan penuh berisi para eksekutif Samsung.

Dalam pertemuan itu, tampaknya tim Samsung tidak tertarik mendengarnya.

Mereka pikir rencana Rubin melempar Android ke pasar secara massal hanyalah lelucon.

Bahkan salah satu eksekutif Samsung kala itu kemudian memecah kecanggungan presentasi dengan bertanya pada Rubin.

"Dengan apa kalian akan bergerak dan menciptakan ini? Kalian cuma berenam. Apa kalian mabuk?" kata eksekutif tersebut.

Selain tidak tertarik, jelas terlihat bahwa tim Samsung meragukan ide Rubin bersama Android buatanya. "Mereka menertawakan saya di ruangan tersebut," kisah Rubin.

Namun tidak perlu waktu lama bagi Rubin dan timnya untuk membalikkan keadaan.

Tak lama setelah penolakan tersebut, Google membeli Android senilai USD 50 juta dan merekrut Rubin sebagai Senior Vice President of Mobile and Digital Content.

Mengetahui hal ini, Samsung menyadari telah membuat kesalahan.

Salah satu dari tim Samsung menghubungi Rubin sehari setelah Google mengakuisisi Android untuk menanyakan apakah bisa bertemu secara personal untuk membahas proposal Android.

Namun semuanya sudah terlambat bagi Samsung.

Kini, Android jadi OS mobile paling populer di dunia, digunakan di lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif. Lebih dari 80% smartphone di dunia, menjalankan OS Android.

Bagi Samsung, keputusannya dulu menolak Android mungkin disesali.

Namun bisa jadi, ini juga keputusan yang tepat. Ceritanya mungkin akan berbeda jika Android dibeli Samsung.

Tak dapat dipungkiri, potensi Android berkibar karena kerja keras dari tim Google yang menawarkan OS ini secara open source dan gratis.

Samsung bisa saja menerapkan model bisnis berbeda pada Android yang akan menghambat potensinya untuk bersinar.
Learn more »

Samsung, Mantan Produsen Mie yang Meraksasa

Salah satu pilar ekonomi Korea Selatan adalah beberapa perusahaannya yang mendunia. Salah satunya tentu saja Samsung Group, yang kini di bawah bendera Samsung Electronics menjadi raksasa elektronik dengan operasi global. 

Padahal pada awalnya, Samsung sama sekali tidak memproduksi barang elektronik. Perusahaan ini didirikan oleh Lee Byung Chull pada tahun 1938 sebagai perusahaan perdagangan makanan.

Samsung saat itu antara lain memproduksi mie dan berkantor di wilayah Daegu, Korea Selatan. Perusahan ini lumayan sukses dan kemudian pindah kantor ke Seoul.

Setelah perang Korea selesai, Samsung mulai melebarkan sayap bisnisnya. Pada tahun 1954, Samsung membangun pabrik pakaian wol terbesar di Korsel.

Sukses di bidang bisnis yang dirintisnya, Samsung akhirnya memutuskan masuk ke bisnis elektronik pada tahun 1960. Produk pertama mereka adalah televisi berlayar hitam putih.

Sejak tahun 1990-an, Samsung Electronics menapak pada kejayaan. Mereka menjadi produsen memory chip terbesar di dunia pada tahun 1992 dan produsen chip nomor dua setelah Intel.

Samsung memproduksi hampir semua perangkat elektronik, termasuk smartphone. Dilihat dari unit terjual, Samsung saat ini adalah produsen ponsel terbesar menggantikan Nokia. Mereka juga berstatus produsen televisi dengan penjualan terbanyak sejak tahun 2006.

Kejayaan Samsung di banyak bidang membuat produsen elektronik asal Jepang kelabakan. Sejak tahun 2005, merek Samsung sudah lebih populer ketimbang Sony menurut riset Interbrand.

Dan sejak tahun 2009, Samsung menjadi perusahaan elektronik dengan pendapatan tertinggi sejagat, menjungkalkan Hewlett Packard. Apa rahasia sukses Samsung?

"Kekuatan sesungguhnya dari Samsung adalah kecepatannya. Orang Korea makan dengan cepat, berbicara cepat dan berjalan seperti orang gila. Itu adalah semangat orang Korea dan Samsung adalah contoh sifat kompetitif mereka," kata Professor Sea Jin Chang, penulis buku Sony vs Samsung.

"Bagi orang Korea, menjadi nomor satu, mendapatkan medali emas adalah sesuatu yang penting," kata Tony Michell, penulis Samsung Electronics and the Struggle for Leadership of the Electronics Industry.

Jadi Idaman Pencari Kerja

Sebagai konglomerasi raksasa asal Korea Selatan, Samsung pun jadi para incaran pencari kerja. Jika pemuda Korsel ditanya tentang impian bekerja di perusahaan mana, sebagian pasti menjawab Samsung.

Bekerja di Samsung Group, yang bisnisnya tidak hanya di perangkat elektronik namun juga asuransi sampai pembuatan kapal, menjanjikan kesejahteraan tinggi di Negeri Ginseng itu.

Para orang tua di Korsel pun banyak yang mendambakan putranya bekerja di Samsung Group. Bahkan salah satu kunci pernikahan yang mulus katanya adalah dengan bekerja di Samsung. Pendek kata, karyawan Samsung adalah menantu idaman.

Samsung biasanya membuka lowongan kerja dua kali setahun. Tes yang harus dilalui para pelamar sangat berat dan terdiri dari beberapa tahapan.

"Saya akan mempersiapkan diri untuk interview dari pagi sampai malam nanti," kata Shin Seong Hwan, pemuda usia 25 tahun yang ayahnya bekerja di Samsung. Dia sukses dalam tes tahap awal dan saat ini latihan intensif agar lolos.

Dalam pembukaan lowongan kerja terakhirnya, Samsung hanya menerima 5.500 orang, padahal jumlah pelamar mencapai 100 ribu. Agar peluang lolos makin terbuka, tidak sedikit yang sampai mengikuti les khusus yang membahas soal ujian Samsung.

"Pekerjaan di konglomerasi besar akan menyelamatkan muka Anda dan membanggakan orang tua," kata Hur Jai-joon, periset senior di Korea Labor Institute.

Selain Samsung, konglomerasi besar lain seperti Hyundai atau LG juga kebanjiran lamaran. Sayangnya, 30 konglomerasi paling top di sana hanya mempekerjakan 6,8% dari angkatan kerja Korsel sehingga kompetisi begitu panas.
Learn more »

Penggagas Samsung Galaxy Pindah ke HTC


http://images.detik.com/content/2014/04/21/319/111236_golden.jpgPaul Golden (engadget)
Paul Golden, pria yang mencetuskan nama Galaxy S, memutuskan untuk pindah ke HTC. Di bawah kepemimpinannya, produsen asal Taiwan itu pun diharapkan bisa meraksasa.

Tahun 2011 silam, Golden mencetuskan sebuah kampanye marketing yang hingga kini membuat pusing Apple. Ia mengemas bagaimana Samsung dengan nama Galaxy S bisa mengganggu pasar iPhone.

Di 'kerajaan' Samsung, Golden sudah menjabat sebagai Chief Marketing Officer/VP of Strategic Marketing wilayah Amerika Serikat sejak tahun 2008 hingga awal 2012. Para periode itu ia sukses membawa Samsung menguntit Apple di Negeri Paman Sam.

Kini Golden diminta oleh Chairwoman HTC, Cher Wong, untuk membantu menyampaikan pesan kepada pengguna smartphone apa bagusnya merek HTC, terutama flagship mereka HTC One M8.

Seperti dikutip dari Bloomberg, hingga kini HTC masih bungkam soal keberadaan Golden di perusahaannya. Tapi yang jelas, Wong mengaku bahwa tahun ini HTC akan lebih agresift memasarkan produknya.
Learn more »

Ternyata... Toko Samsung Kreasi Desainer Apple Store

Ambisi Samsung untuk memiliki toko ala Apple Store tidak main-main. Bahkan, vendor asal Korea Selatan ini sampai membajak desainer yang membuat Apple Store.

Menurut sebuah kabar yang beredar, Samsung mengimingi-imingi Tim Gudgel agar mau mendesain toko milik Samsung tersebut. Gudgel sebelumnya memang bertanggung jawab terhadap keindahan dalam kesederhanaan Apple Store.

Dikutip dari GigaOM, keinginan tinggi Samsung sampai membajak Gudgel bukannya tanpa alasan. Pasalnya, Samsung ingin memiliki sesuatu yang baru di tokonya untuk pertempuran melawan Apple.

Sebelumnya, Samsung sudah membuka toko retail pertamanya di Kanada. Bentuk dan desain toko tersebut dituding meniru Apple Store, toko yang menjajakan gadget Apple.

Toko Samsung pertama yang didirikan di wilayah Amerika Utara ini berlokasi di Metrotown, Vancouver. Desainnya yang minimalis, tata letak produk dan karyawan yang sama-sama berseragam biru dinilai terinspirasi dari Apple Store.

Toko Samsung ini menampilkan seluruh gadget andalannya. Dari tablet PC, laptop, sampai smartphone. Ponsel Galaxy S4 dan Galaxy Note tampak mendapat porsi paling banyak.
Learn more »