Feature news

Tampilkan postingan dengan label donald trump. Tampilkan semua postingan

Media Sosial Donald Trump Meluncur, Pengguna Susah Daftar Akun

Truth Social, media sosial besutan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, baru saja diluncurkan di Apple App Store.


Aplikasi ini sempat memuncaki daftar aplikasi gratis di App Store, tapi pengguna mengaku kesulitan membuat akun baru.


Dari tampilannya, Truth Social terlihat mirip seperti Twitter, platform media sosial favorit Trump sebelum ia dicekal pada awal 2021 setelah dituding menghasut kekerasan setelah penyerbuan Gedung Capitol AS.



Meski sempat menjadi aplikasi nomor satu di daftar aplikasi gratis App Store, sebagian besar pengguna mengeluh tidak bisa mendaftar akun baru di Truth Social.



Pengguna yang sudah mengunduh aplikasi justru mendapatkan pesan error saat mereka mencoba memasukkan tanggal lahir, nomor telepon, atau email saat membuka akun baru.



Ada juga yang tidak menerima email verifikasi dan tidak bisa melewati proses verifikasi.



Beberapa pengguna lainnya melaporkan mereka masuk ke daftar tunggu bersama lebih dari 100.000 orang lainnya.



"Karena permintaan yang sangat besar, kami telah menempatkan Anda di daftar tunggu kami," kata pesan yang diterima pengguna, beserta jumlah daftar tunggunya.



Jika konten di Twitter dikenal dengan nama tweet, maka di Truth Social postingan disebut 'Truths' yang ditampilkan di 'Truth Feed'.



Untuk membagikan Truth yang dilihat ke followers-nya, pengguna bisa menggunakan fitur 'ReTruth', seperti dikutip dari The Verge.


Truth Social jadi comeback besar Trump di ranah media sosial setelah dicekal dari Twitter, Facebook, dan YouTube sejak awal 2021.



Aplikasi ini dikembangkan oleh Trump Media and Technology Group (TMTG) yang dipimpin oleh mantan anggota Kongres AS dari Partai Republik Devin Nunes.



Aplikasi ini sudah dalam tahap beta sejak Desember 2021 dengan jumlah pengguna sekitar 500.



Nunes mengatakan aplikasi ini akan beroperasi penuh pada akhir Maret 2022.



Saat ini Truth Social hanya tersedia di iOS.



Belum diketahui kapan versi Android-nya akan diluncurkan, tapi situs Truth Social mengatakan akan hadir di Google Play Store dalam waktu dekat.

Learn more »

Twitter Versi Donald Trump, Truth Social Rilis 21 Februari

Setahun lalu, Twitter membekukan akun Donald Trump.


Kini Trump siap meluncurkan Twitter versi dia sendiri Truth Social, pada 21 Februari mendatang. Ada yang mau?


Tepat setahun warga Amerika memperingati kerusuhan politik di Gedung US Capitol pada 6 Januari 2021 silam.



Saat massa pendukung Presiden Donald Trump menyerang gedung DPR AS itu.


Ketika orang Amerika napak tilas dan merefleksikan kejadian itu, Donald Trump malah punya rencana lain.



Pihaknya mengumumkan kalau Twitter versi Donald Trump yang dinamai Truth Social siap dirilis pada 21 Februari 2022 mendatang.


Menurut The Verge, tanggalnya sengaja dipilih Trump karena bertepatan dengan hari libur Presidents Day.



Ini adalah hari libur untuk mengenang jasa George Washington.



Truth Social akan meluncur duluan di App Store.


Aplikasi ini dikembangkan oleh Trump Media Tech LLC. Tersedia pilihan Pre-Order untuk yang tidak sabar ingin segera memilikinya, meskipun aplikasi ini gratis.


Ikonnya adalah huruf T dengan warna gradasi biru tua seperti warna Partai Republik -- partainya Donald Trump -- dan fontnya pun menyesuaikan dengan font yang sama.


Screenshot resmi di App Store menampilkan user interface yang mirip banget dengan Twitter.



Ada header, profil akun, lini masa, termasuk apa yang lagi trending dan fitur mencari user lain. Ada lagi chat dan share.


Entah ini berpotensi salah kaprah atau tidak. Dilihat dari deskripsinya, postingan akan disebut Truth (setara Tweet - red).



Posting ulang akan disebut Re-Truth (setara Retweet - red).


Kemiripan Truth Social dan Twitter sangat beralasan. Trump adalah penyuka Twitter.



Twitter adalah corong untuk Trump mengeluarkan aneka pernyataan kontroversialnya.


Akibatnya, Trump secara permanen dilarang memakai Twitter pada Januari 2021, setelah kerusuhan di Gedung US Capitol pada 6 Januari 2021 silam.



Trump mencoba menuntut Twitter untuk meminta akunnya lagi, tapi gagal.


Untuk saat ini tidak ada informasi apakah Truth Social tersedia juga di Android.



Opsi yang ada di situs resminya hanya App Store.



Trump mengatakan pada Desember 2021 bahwa Truth Social menggandeng Rumble untuk konten video dan streamingnya.


Truth Social meskipun belum rilis, sudah bikin kontroversi.



Developer microblogging Mastodon pada Oktober 2021 mengatakan Truth Social mencomot coding mereka tapi tidak mengakuinya sebagai open source.



Setelah ada protes, barulah Truth Social mengakui kalau mereka memakai open source dari Mastodon pada 12 November 2021.

 

Learn more »

Media Sosial Donald Trump Disuntik Investor Rp 14 Triliun

Mimpi Donald Trump memiliki platform media sosial sendiri akan segera nyata.


Truth Social yang akan menjadi pesaing Twitter itu baru saja mengantongi pendanaan lebih dari USD 1 miliar atau setara Rp 14 triliun.


Truth Social yang kelola perusahaan bernama Trump Media & Technology Corp (TMGT).


Mereka kemudian berkolaborasi dengan Digital World Acquisition Corp (DWAC) untuk menggaet investor yang mau mendanai Truth Social.


Sebagaimana dilansir dari Business Insider, investor mengungkapkan sepakat untuk menggelontorkan uang untuk membangun Truth Social sebesar USD 1,25 miliar.

Identitas investor Truth Social ini tidak diumumkan.


Namun yang pasti pendanaan ini menggunakan skema PIPE atau investasi swasta dalam ekuitas publik.


Trump mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa investasi akan menempatkan perusahaannya dalam posisi kuat untuk melawan perusahaan tirani teknologi.


"USD 1 miliar mengirimkan pesan penting ke perusahaan teknologi raksasa bahwa sensor dan diskriminasi politik harus diakhiri," ujar Trump.


"Amerika siap untuk kedatangan Truth Social, sebuah platform yang tidak akan melakukan diskriminasi atas dasar ideologi politik," sambungnya.


TMGT menyebutkan pada Oktober, situs dan aplikasi Truth Social akan diharapkan dapat diluncurkan awal 2022, setelah dilakukan uji coba kepada para pengguna.



Trump merupakan tokoh yang sangat rajin bermain media sosial, yang mana platform kegemarannya itu Twitter. Ia terbilang aktif di situs mikrobloging tersebut.



Namun kegemarannya itu harus berhenti mendadak setelah diblokir Facebook, Twitter, hingga YouTube.


Perkaranya, Trump secara terang-terangan mendukung aksi kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol pada Januari lalu.

 

Learn more »

Donald Trump Dianalisa Pakai Bot, Botnya Langsung Rusak

Tim ilmuwan merancang speech recognition bot untuk menganalisa ucapan orang. Saat dicoba ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump, botnya langsung rusak!

Bukan bercanda, hal ini sungguh dialami startup teknologi FactSquared yang membuat bot artificial intelligence untuk menganalisa pidato pada manusia.

Dikutip dari LA Times, CEO Bill Frischling menceritakan pengalaman aneh pada programnya itu.

Bot bernama Margaret ini menganalisa pidato Trump dalam peringatan 75 tahun Perang Laut Coral antara AS-Australia VS Jepang pada 4 Mei 2017 silam.

Apa yang terjadi? Programnya mengalami crash.

Botnya gagal memahami pidato Trump. Mereka lalu terpaksa membuang coding terkait tata bahasa dan syntax supaya botnya bisa memahami ucapan Trump.

"Programnya mencoba memahami kalau itu bahasa Inggris, versus memahami kalau itu bahasa Trump," kata Frischling.

Bot ini adalah alat pembelajaran mesin untuk memahami kondisi emosi dan psikologi pada manusia.

Setelah coding tata bahasa tersebut dibuang, barulah Margaret bisa melakukan analisa terhadap berbagai pidato Trump.

Menurut bot Margaret ini, Trump bicara lebih cepat saat improvisasi ketimbang membaca naskah pidato. Dari 111 kata per menit menjadi 220 kata per menit.

Bot ini menyebutkan, saat Trump berbohong, dia hanya sedikit menunjukkan ketegangan fisik dibandingkan orang pada umumnya.

Saat sedang marah, Trump berhenti menggerakkan tangannya. Dia memainkan tangannya saat pidato jika tidak sedang marah.

"Jadi kalau dia berhenti membuat gestur tangan, hati-hati," kata Frischling.

Ada satu kesimpulan lain yang diungkap bot Margaret. Menariknya, ucapan dan perbuatan Presiden AS Donald Trump ternyata tidak nyambung. Waduh!

"Jadi bisa saja dia bisa bilang sebuah kebijakan jelek, tapi kemudian dia akan tanda tangan peraturan presiden terkait kebijakan itu," kata Frischling.
Learn more »