Feature news

Tampilkan postingan dengan label apple mac os sur. Tampilkan semua postingan

YouTuber Ini Bikin PC Mini dengan macOS Big Sur

Seorang YouTuber bernama Ike T. Sanglay Jr atau Iketsj membuat perangkat yang unik, yaitu PC mini handheld yang menggunakan sistem operasi macOS Big Sur.

 

Perangkat itu berbasis pada LattePanda Alpha SBC (single board computer) yang menggunakan prosesor Intel Core m3 dan RAM 8GB. 

 

Selain itu perangkatnya juga memakai kontroler mikro Arduino Leonardo dan SSD SATA 240GB.

 

Untuk casingnya dibuat menggunakan 3D printer, dan ia menunjukkan proses pembuatan PC tersebut dalam sebuah video berdurasi 8 menit, di mana ia dengan teliti merakit PC tersebut dan mengatur kabel-kabelnya dengan sabar.

 

Ia tak menunjukkan proses instalasi macOS ke perangkat tersebut, karena tampaknya sudah terinstal sebelum perangkat tersebut dirakit, demikian dikutip dari The Verge.


PC handheld itu pun kemudian sukses menyala. Tampaknya semua beroperasi dengan normal, kecuali indikator baterai yang tidak berfungsi.

 

Sanglay mengakui, perangkat yang ia buat itu membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding membeli sebuah Mac Mini dengan prosesor M1. 

 

Namun menurutnya tidak ada yang menarik dari membeli perangkat yang sudah jadi.

 

Ia juga menyebut kalau perangkat yang ia buat ini jelas tidak praktis untuk digunakan sehari-hari. Namun ia tetap saja ingin membuat perangkat tersebut.

 

Menginstal macOS ke perangkat non Mac sering disebut sebagai Hackintosh, dan trik ini sering dipakai untuk pengguna yang menginginkan perangkat dengan OS buatan Apple tersebut dengan spesifikasi lebih tinggi dari perangkat Mac mana pun, atau bisa juga untuk merasakan macOS namun dengan biaya yang lebih murah.

 

Namun mungkin beberapa waktu ke depan, Hackintosh tak lagi bisa mencicipi macOS terbaru, karena Apple sudah mulai beralih ke Apple Silicon, dan ke depannya tak lagi mendukung penggunaan komponen x86/x64.

 



Learn more »

Update macOS Big Sur Bikin MacBook Pro Lawas Rusak

Apple mulai menggulirkan update macOS Big Sur pada 12 November lalu. 

Tapi beberapa pengguna MacBook Pro lawas menemukan sistem operasi baru ini membuat perangkat mereka rusak.

Beberapa pengguna MacBook Pro 13 inch keluaran tahun 2013 dan 2014 mengeluhkan update ini membuat layar laptop mereka berubah menjadi hitam saat proses instalasi, dan pengguna tidak memiliki cara untuk memperbaikinya sendiri.

Masalah ini pertama kali dilihat oleh situs MacRumors yang menemukan keluhan pengguna terkait layar hitam saat instalasi Big Sur di forum situsnya, Reddit dan situs dukungan Apple.

Dikutip dari The Verge, pengguna MacBook Pro lawas melaporkan perangkatnya hanya menampilkan layar hitam saat proses update macOS Big Sur.

Kombinasi tombol untuk reset, termasuk NVRAM, SMC, safe mode dan internet recovery dilaporkan tidak bisa diakses setelah pengguna mencoba menginstal update tersebut, sehingga pengguna tidak bisa mengatasinya sendiri.

Sebagian besar pengguna yang mengalami masalah ini adalah pemilik MacBook Pro 13 inch keluaran akhir 2013 dan pertengahan 2014, tapi belum diketahui berapa banyak pengguna yang terdampak. 

Perlu diketahui juga, dua model MacBook Pro ini adalah model tertua yang masih mendukung macOS Big Sur.

Saat diluncurkan, macOS Big Sur memang memiliki sejumlah isu karena permintaan yang tinggi dan memperlambat server Apple. 

Hal ini menyebabkan beberapa perangkat Mac baru menjadi lambat karena ada fitur yang harus memverifikasi dengan Apple bahwa aplikasi tidak memiliki malware sebelum dijalankan.

Masalah server ini juga membuat beberapa pengguna kesulitan mengupdate macOS Big Sur. Saat mencoba untuk membuka installer, perangkat mereka justru menampilkan pesan error.

Karena masalah layar hitam ini, pengguna MacBook Pro jadul sebaiknya menunggu beberapa minggu sampai Apple sudah menambal celahnya baru menginstal macOS Big Sur.

Learn more »

macOS Big Sur Bawa Desain Baru, Makin Mirip iOS

Apple turut memperkenalkan macOS Big Sur di WWDC 2020. Sistem operasi ini membawa desain baru yang makin mirip iOS.

"Dengan tampilan yang modern dan bersih, peningkatan besar pada aplikasi utama dan fitur privasi baru, kami pikir semua orang akan menyukai pengalaman baru yang ditawarkan oleh macOS Big Sur," kata Craig Federighi, SVP of Software Engineering Apple.

Control Center

macOS Big Sur memberikan desain baru yang membuat navigasi lebih mudah, sambil menempatkan lebih banyak kontrol di ujung jari pengguna. Lengkungan sudut window hingga palet warna telah disempurnakan.

Ikon di Dock telah dirancang agar lebih konsisten dengan ikon di seluruh ekosistem Apple sambil mempertahankan ciri khas Mac sendiri. Tombol dan kontrol muncul saat dibutuhkan, dan hilang saat tidak dipakai.

Seluruh pengalaman terasa lebih fokus, segar, dan akrab, mengurangi kompleksitas visual dan menjadikan konten lebih menonjol.

Tampilan Safari di macOS Big Sur

Apple menghadirkan Control Center yang memberikan akses cepat ke kontrol langsung dari desktop.

Lalu ada Notification Center yang lebih interaktif dan dilengkapi widget.

Safari menjadi aplikasi yang dirombak habis-habisan. Engine JavaScript yang digunakan diklaim memberikan performa lebih cepat dari browser lain.

Navigasi pun lebih cepat selain itu pengaturan tabs kian mudah. Safari pun memberikan preview halaman dengan cepat saat cursor di arah ke atas tab.

Pengguna dapat menyesuaikan halaman awal baru dengan gambar latar belakang dan bagian seperti Daftar Bacaan dan Tab iCloud.

Dilengkapi fitur terjemahan internal, Safari dapat mendeteksi dan menerjemahkan seluruh halaman web dari tujuh bahasa hanya dengan satu klik.

Dukungan ekstensi ditingkatkan, selain itu fitur privasi pun tidak kalah ditonjolkan. Safari melindungi aktivitas penjelajahan di seluruh web.

Pengguna dapat memilih kapan dan di situs web mana ekstensi Safari dapat bekerja. Selain itu terdapat tools yang memantau yang mengungkapkan informasi kata sandi.

macOS Big Sur versi developer beta sudah tersedia.

Berlanjut Juli akan dirilis public beta, sementara versi final sekitar September mendatang.
Learn more »