Feature news

Tampilkan postingan dengan label science moon. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Foto Pertama Bulan Terbesar di Tata Surya

Bulan Ganymede saat pesawat Juno melewatinya. Foto: NASA

 

Juno menjadi pesawat luar angkasa terdekat yang pernah datang ke Ganymede. 

Berada pada jarak 1.038 kilometer dari Ganymede, Juno pun tak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan Bulan terbesar di tata surya tersebut.

Dikutip dari The Guardian, terakhir kali sebuah pesawat luar angkasa bisa datang sedekat itu ke Ganymede adalah di tahun 2000, ketika pesawat luar angkasa Galileo NASA "menyapu" permukaannya.


Keberhasilan Juno mendekati Bulan terbesar milik Jupiter tersebut terekam dalam dua foto yang memperlihatkan penampakan kawah dan fitur Bulan yang panjang dan sempit. 

Tampilan ini mungkin terkait dengan patahan tektonik. Salah satu foto, menunjukkan sisi jauh Bulan yang berlawanan dengan Matahari.

"Ini adalah pesawat luar angkasa terdekat yang pernah datang ke Bulan raksasa ini dalam satu generasi," kata ilmuwan utama Juno, Scott Bolton dari Southwest Research Institute di San Antonio.

"Kita akan meluangkan waktu sebelum menarik kesimpulan ilmiah, tetapi sampai saat itu kita dapat mengagumi keajaiban surgawi ini, satu-satunya Bulan di tata surya kita yang lebih besar dari planet Merkurius," sambungnya.


Gambar NASA menunjukkan sisi gelap Ganymede saat Juno melintas. Foto: NASA

 

Ganymede adalah salah satu dari 79 bulan yang diketahui berada di sekitar Jupiter sang raksasa gas. 

Astronom Italia Galileo Galilei menemukan Ganymede pada tahun 1610, bersama dengan tiga bulan terbesar Jupiter lainnya.


Sedangkan misi Juno yang diluncurkan satu dekade lalu, tercatat telah mengorbit Jupiter selama lima tahun. 

Juno memag memiliki misi utama mempelajari Jupiter. Namun dia juga akan melihat lebih dekat Bulan-Bulan milik planet lainnya. 

Selain Ganymede, tahun depan ia akan terbang melewati empat Bulan besar lainnya, termasuk Europa, setelah itu Io.




Learn more »

Pertama Kali Setelah 44 Tahun, Sampel Tanah Bulan Tiba di Bumi

Sampel tanah dan batuan dari Bulan berhasil mendarat di Bumi untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade. 

Misi ke Bulan Chang'e-5 China berhasil mendarat kembali di Bumi dengan sampel Bulan yang dibawanya.

Pencapaian ini menjadikan China tak hanya menjadi negara ketiga yang berhasil mengumpulkan sampel Bulan, tetapi juga yang pertama dalam 44 tahun setelah Rusia mencapai prestasi serupa dalam misi pesawat tak berawak Luna 24 pada tahun 1976.

Selain itu, seperti dikutip dari Xinhua, pencapaian ini mengingatkan lagi pada perlombaan antariksa di tahun 1960-an hingga 1970-an yang menghasilkan prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Rusia dan Amerika Serikat dalam misi luar angkasa.

Pada 24 November lalu, empat pesawat ruang angkasa tak berawak dalam misi Chang'e-5 diluncurkan ke Bulan oleh China. 

Keempatnya terdiri dari modul pendaratan, modul pendakian, modul orbital, dan modul masuk reentry.

Selanjutnya pada 1 Desember, modul pendaratan dan pendakian mendarat di permukaan Bulan dan mengebor ke dalamnya untuk mengangkat debu dan bebatuan serta mengumpulkannya dalam wadah. 

Setelah itu, modul pendakian lepas landas dari Bulan untuk bergabung kembali dengan dua modul yang tersisa yang mengorbit bulan. 

Selama perjalanan pulang, sampel Bulan dipindahkan dari modul pendakian ke modul renetry, yang kemudian masuk kembali ke atmosfer Bumi dan mendarat di Mongolia hari ini waktu setempat.

Tujuan pengumpulan material permukaan Bulan adalah untuk mempelajari bagian dari Bulan bernama "Oceanus Procellarum", yang diyakini jauh lebih halus daripada permukaan Bulan lainnya. 

Para ilmuwan percaya bahwa perbedaan medan mungkin terkait dengan aktivitas vulkanik di permukaan Bulan, yang terjadi baru-baru ini dalam skala waktu ruang.

Hasilnya, mempelajari sampel Bulan yang dikumpulkan dari wilayah ini akan membantu para ilmuwan lebih memahami permukaan Bulan serta lebih detail mengenai interaksinya dengan Bumi.

Namun belum diketahui seberapa banyak material permukaan Bulan yang berhasil dikumpulkan oleh Chang'e-5. 

Sebelum peluncuran, China menargetkan pengumpulan hingga 4 Kg batuan Bulan dalam upaya untuk melakukan eksperimen dan studi yang berkepanjangan.

Sejauh ini, hanya AS yang berhasil melakukan misi berawak ke Bulan untuk mengumpulkan sampel batuan Bulan, yaitu saat melakukan misi Apollo yang ikonik di tahun 1969 hingga 1972.

Learn more »