Facebook Ganti Nama Jadi 'Meta', Kenapa?
Facebook resmi mengganti nama menjadi Meta. Meta nantinya akan menjadi induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lainnya.
Learn more »
Facebook resmi mengganti nama menjadi Meta. Meta nantinya akan menjadi induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lainnya.
Meta, yang sebelumnya dikenal dengan nama Facebook, rupanya sedang mempertimbangkan membuka toko fisik pertamanya.
Rencana pembukaan toko fisik ini kabarnya sudah dimulai sebelum pergantian nama Facebook menjadi Meta.
Menurut laporan New York Times, diskusi soal pembukaan toko fisik Meta sudah dimulai sejak tahun lalu, tapi rencana ini masih belum final dan ada kemungkinan proyek ini akan dibatalkan.
Jika toko fisik ini jadi dibuka, Meta akan merancangnya sebagai experience store untuk mengenalkan perangkat-perangkat yang dikembangkan oleh divisi Reality Labs, ketimbang toko ritel pada umumnya.
Meski dikenal sebagai perusahaan media sosial, Meta/Facebook memang menjual beberapa perangkat keras.
Sebut saja headset virtual reality Oculus Quest (yang akan ganti nama menjadi Meta Quest), layar pintar Portal untuk video call, dan kacamata pintar Stories yang dikembangkan bersama Ray-Ban.
Berdasarkan dokumen yang dilihat New York Times, Meta membayangkan toko dengan desain dan estetika yang modern, minimalis, dengan penempatan branding yang tidak mencolok, seperti dikutip dari Engadget.
Facebook juga mempertimbangkan beberapa nama untuk toko ini, termasuk Facebook Hub, Facebook Commons, Facebook Innovations, Facebook Reality Store, dan From Facebook.
Mereka akhirnya memilih nama Facebook Store, tapi kemungkinan nama ini akan diganti mengingat nama perusahaan sudah berubah.
Jika terwujud, Meta akan membuka toko fisik pertamanya di Burlingame, California yang merupakan wilayah kantor divisi Reality Labs.
Tapi bukan tidak mungkin Meta akan membangun toko serupa di lebih banyak negara.
Learn more »Facebook berubah namanya menjadi Meta di event Connect 2021.
Meta nantinya akan menjadi induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lainnya. Ada kecurigaan di balik pergantian nama ini.
Zuckerberg sebelumnya pernah menyebut metaverse sebagai masa depan internet.
Meski sebelumnya nama metaverse identik dengan sesuatu yang dystopia dan cenderung negatif, Zuckerberg meyakini metaverse akan membawa keuntungan besar untuk ekonomi digital.
"Jadi kami ingin memiliki identitas brand baru yang, seperti yang diberitakan, selaras dengan visi masa depan yang sedang kami kerjakan," sambungnya.
Namun ada yang menilai perubahan nama dilakukan Facebook untuk mengalihkan perhatian dari beberapa kontroversi yang belakangan mendera.
Misalnya sebuah bocoran dokumen riset internal menyebut Facebook tahu bahwa Instagram mengganggu kesehatan mental remaja serta juga sulit bagi Facebook untuk mengendalikan ujaran kebencian.
"Langkah ini kelihatannya karena Facebook mencoba untuk mengalihkan perhatian dari beberapa laporan negatif terhadap perusahaan itu.
Kritik meyakini bahwa Facebook melakukan hal ini karena mereknya menjadi toxic.
Seorang senator menyebut perubahan nama ini kosmetik saja," tulis James Clayton, reporter teknologi BBC yang dikutip detikINET.
"Kedua, Metaverse itu belum eksis. Zuckerberg menekankannya sebagai produk jangka panjang.
Jadi, nama yang benar-benar tidak berhubungan dengan layanan utama barangkali agak sedikit aneh.
Ketiga, kita tahu bahwa perubahan merek brand lain gagal. Tidak ada yang menyebut Google sebagai Alphabet," tambah dia.
Namun demikian, perubahan ini berarti Zuck yakin dengan visinya akan masa depan dunia virtual dan bisa jadi pula dia dan Meta akan menjadi pelopornya.
"Namun demikian, kita masih harus melihat apakah orang akan tertarik dengannya," pungkas dia.
Visi metaverse yang dibayangkan Zuckerberg adalah tempat virtual di mana semua orang bisa berinteraksi menggunakan virtual reality dan augmented reality, tapi tetap terasa seperti bertemu secara langsung.
Selain untuk menekankan fokus baru perusahaan, Zuckerberg mengatakan nama Facebook tidak lagi sesuai dengan identitas perusahaan yang ingin lepas dari citra perusahaan media sosial.
Apalagi kini mereka memiliki Instagram dan WhatsApp, jadi penggunaan nama Facebook kurang cocok mewakili identitas perusahaan.
Learn more »Copyright © 2013 this my world and Blogger Templates