Feature news

Tampilkan postingan dengan label elon musk twitter. Tampilkan semua postingan

Elon Musk Batal Beli Twitter Senilai Rp 659 Triliun

Elon Musk resmi mengumumkan pembatalan untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 659 triliun. 

 

Orang terkaya di dunia ini beralasan perusahaan media sosial berikon burung biru itu memberikan informasi yang menyesatkan selama proses transaksi berlangsung.

 

"Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan, dan terkadang mengklaim untuk mematuhinya sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan kepada Mr. Musk," tulis pengacara Musk, Mike Ringler dkutip dari lapan NPR.

 

 

Dalam surat yang diajukan kepada SEC (Securities and Exchange Commission), Ringler juga menuduh Twitter melanggar perjanjian merger karena diduga berisi "representasi yang tidak akurat secara material." 

 

Tuduhan ini didasarkan pada tinjauan awal Musk sendiri terhadap akun spam di platform Twitter. 

 

Twitter mengatakan tidak mungkin menghitung akun spam hanya dari informasi publik dan tim ahli melakukan peninjauan untuk mencapai angka 5%.


 

"Sementara analisis ini masih berlangsung, semua indikasi menunjukkan bahwa beberapa pengungkapan publik Twitter mengenai mDAU-nya salah atau menyesatkan secara material," dugaan Ringer.

 

"Terlepas dari spekulasi publik mengenai hal ini, Mr. Musk tidak melepaskan haknya untuk meninjau data dan informasi Twitter hanya karena dia memilih untuk tidak mencari data dan informasi ini sebelum memasuki Perjanjian Penggabungan," tambah Ringer. 

 

"Faktanya, dia menegosiasikan hak akses dan informasi dalam Perjanjian Penggabungan secara tepat sehingga dia dapat meninjau data dan informasi yang penting bagi bisnis Twitter sebelum membiayai dan menyelesaikan transaksi."

 

Dia juga mengklaim Twitter melanggar kewajibannya berdasarkan perjanjian lantaran melakukan PHK baru-baru ini.

 

Kabar Elon Musk urung beli Twitter membuat saham perusahaan media sosial tersebut jatuh 5% dalam perdagangan pada Jumat sore waktu setempat. 

 

 

Saham Twitter sendiri telah turun tajam sejak dewan menerima tawaran Musk untuk membeli perusahaan pada bulan April seharga USD54,20 per saham. 

 

Pada hari pengumuman, Twitter ditutup pada USD51,70 per saham. Pada hari Jumat, ditutup pada USD36,81.

Learn more »

Ini 4 Hal yang Mau Diubah Elon Musk di Twitter

CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk kembali bikin heboh setelah mengakuisisi Twitter secara penuh dengan nilai mencapai USD 44 miliar, atau sekitar Rp 635 triliun. Apa yang bakal berubah di Twitter?

 

Akuisisi ini menimbulkan berbagai spekulasi terkait apa yang bakal dirombak Musk dari platform microblogging tersebut. 

 

Musk sendiri sejak lama sudah sering berkoar ke 83 juta pengikutnya di Twitter mengenai apa yang perlu diperbaiki.

 

Namun satu yang pasti, Musk bakal menegakkan kebebasan berpendapat di Twitter, seperti yang ia katakan dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Cnet.



"Kebebasan berpendapat adalah dasar dari demokrasi, dan Twitter adalah pusat kota digital di mana banyak hal penting untuk masa depan manusia diperdebatkan," ujar Musk.


 

Musk pun menyebut ingin menjadikan Twitter lebih baik dibanding sebelumnya, salah satunya dengan menambah fitur-fitur baru, juga menjadikan algoritmanya menjadi open source, dan memerangi bot spam serta mengotentifikasi semua orang yang menggunakan Twitter.

 

Berikut adalah empat perubahan yang akan digeber Musk di Twitter
 

 

1. Memperbarui moderasi konten

 

Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan di Twitter adalah sesuatu yang ingin dilakukan Musk di Twitter, jauh sebelum ia mengungkap rencananya untuk mengakuisisi Twitter.

 

Pada akhir Maret lalu misalnya, ia memposting sebuah jajak pendapat yang mencari informasi apakah para pengikutnya percaya kalau Twitter melindungi kebebasan berpendapat.

 

"Kebebasan berpendapat sangat penting untuk demokrasi yang berfungsi baik. 

 

Apa kamu percaya Twitter secara ketat mematuhi prinsip ini?" kicau Musk. Jajak pendapat itu berakhir dengan 70% dari 2 juta responen yang menjawab: "Tidak".

 

Menurut Musk, Twitter sering menyensor pendapat dari para penggunanya. 

 

Dan ia bukan satu-satunya yang punya pendapat seperti itu. Namun perlu dicatat juga, kicauan Musk sejauh ini juga tak bersih dari kontroversi.

 

Ia pernah dituding menyebarkan misinformasi terkait virus Corona pada 2020 dengan menyebut, "Anak-anak pada dasarnya imun terhadap COVID-19". 

 

Namun menurut Twitter, kicauan itu tidak melanggar melanggar aturan mereka karena tidak terlalu definitif.

 

Meski sudah mengakuisisi Twitter, Musk juga belum tentu bisa mempengaruhi kebijakan moderasi konten di Twitter. 

 

Karena Twitter menyebut keputusan regulasi tersebut tidak ditentukan oleh dewan direksi ataupun pemegang saham, dan mereka tak punya rencana untuk mengubah aturan yang saat ini sudah berlaku.




2. Memerangi scam kripto

 

Secara personal, Musk pernah menjadi korban scam kripto di Twitter. 

 

Yaitu saat seseorang mengaku sebagai Musk dengan menggunakan akun palsu di berbagai situs media sosial dan kemudian meminta sumbangan dalam bentuk uang kripto.

 

Akun Musk pun termasuk menjadi salah satu akun yang diretas untuk menyebarkan scam bitcoin. Maka tak aneh jika nantinya aspek keamanan ini juga menjadi fokus Musk di Twitter.

 

"Twitter menghabiskan sumber daya engineering di omong kosong ini (profile picture yang menampilkan NFT) sementara penipu kripto menyebarkan bot spam di hampir semua thread yang ada," kicau Musk pada awal Januari lalu.

 

Musk juga pernah menyatakan kalau bot adalah masalah paling menyebalkan di Twitter. 

 

Kemudian ia menyatakan jika akuisisi Twitternya berhasil, ia akan melawan penyebaran bot spam sampai mati, juga mengotentifikasi semua orang yang menggunakan Twitter.

 

3. Merilis tombol edit

 

Tombol edit kicauan sebenarnya sudah lama diminta oleh para pengguna Twitter, dan sampai sekarang belum pernah diwujudkan. 

 

Pada awal April lalu Musk kembali mengadakan polling mengenai hal ini.

 

"Apakah anda menginginkan adanya tombol edit"," tulis Musk dalam polling tersebut. Ia bahkan tampak sengaja salah mengetik pilihan jawabannya, yaitu "yse" dan "on". Hasilnya? 73,6% dari 4,4 juta responden menjawab "yse" dan 26,4% menjawab "on".

 

Musk sendiri tak pernah menunjukkan pendapatnya mengenai perlu atau tidaknya tombol edit di Twitter. 

 

Namun tampaknya Twitter menganggap penting polling Musk tersebut dan terlihat menjadikan keberadaan tombol edit itu menjadi prioritas utama.
 

 

4. Membuka algoritma Twitter

 

Pengguna media sosial sering mengeluhkan kalah algoritma yang dipakai media sosial mengontrol hidup mereka agar lebih lama menghabiskan waktu di Twitter, Facebook, dan lainnya.

 

Kebanyakan pengguna Twitter lebih suka kicauan secara kronologis berdasarkan waktu. 

 

Namun Twitter sempat 'memaksa' pengguna untuk melihat linimasa yang diurut berdasarkan algoritma mereka. Meski kemudian Twitter memberikan opsi untuk melihat linimasa secara kronologis.

 

Musk pun pernah menyarankan untuk menjadikan algoritma Twitter itu terbuka, atau open source, yang lagi-lagi diutarakannya lewat polling pada 24 Maret lalu. 

 

83% dari sejuta responden setuju untuk algoritma yang open source tersebut.

Learn more »

Elon Musk Sebenarnya Tidak Mampu Beli Twitter?

Elon Musk membeli Twitter dan langsung buat geger publik. Namun ada anggapan, meski menyandang gelar orang terkaya di dunia, sebenarnya Musk tidak mampu beli Twitter.

 

 

 

Elon Musk menego Twitter dengan nilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 635 triliun. 

 

Dia diketahui menjual USD 8,5 miliar saham Tesla miliknya dan menerima dana dari Morgan Stanley dan institusi keuangan lainnya hingga mendapat USD 7 miliar tambahan.

 

Sejak pengumuman kesepakatan, saham Tesla sempat anjlok lebih dari 25% karena investor khawatir Musk dapat melepas lebih banyak lagi kepemilikannya di perusahaan. Saham Twitter juga ikut turun beberapa hari setelah pembelian dari Elon Musk.

 

Musk, yang dilaporkan masih mencari ekuitas dari co-investor, masih dapat mencoba menegosiasikan kembali harga penawaran aslinya atau meninggalkan penawaran Twitter sepenuhnya. 

 

Namun, dia tidak dapat keluar dari kesepakatan tanpa kerugian apapun. 

 

Jika Twitter menolak upaya negosiasi ulangnya, Musk harus siap membayar USD 1 miliar yang setara Rp 14,6 triliun sebagai ucapan pelepasan.

 

Roger Kay, pendiri dan presiden Endpoint Technologies Associates, menjabarkan tindakan Musk sebagai 'pendekatan anarkis yang mengganggu'. 

 

Musk dinilai berkontribusi pada skeptisisme pasar tentang kelayakan kesepakatan.


 

"Anda benar-benar tidak tahu apa yang diharapkan darinya. Saya tidak akan terkejut jika dia tiba-tiba mengonfigurasi ulang tawarannya dan mengabaikannya. 

 

Dia hanya akan berkata, 'Yah, itu tidak sepadan'," jelas Kay dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair.

 

"Biasanya, Anda menyewa bank investasi dan pengacara yang sangat berhati-hati dengan apa yang Anda katakan. 

 

Anda tidak terlalu menjanjikan apa pun. Anda tidak mengumumkan apa pun sampai benar-benar ditekan. Musk tidak melakukan semua itu. Dan hasilnya adalah kekacauan," ucap Kay.

 

Pekan lalu, Musk mengungkapkan bahwa dia telah mendapatkan USD 7,14 miliar dalam pendanaan untuk kesepakatan dengan Twitter. 

 

Kelompok co-investornya sekarang termasuk salah satu pendiri Oracle (dan pendukung Trump) Larry Ellison, sebuah rumah investasi yang dijalankan oleh dana kekayaan negara Qatar, Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, platform pertukaran crypto Binance, dan 13 lainnya.

 

Pengajuan itu juga mengungkapkan bahwa Pangeran Alwaleed bin Talal akan mempertahankan 35 juta sahamnya di Twitter jika Musk bakal mengambil alih. 

 

Sejak pengungkapan itu, Musk telah mengamankan USD 1 miliar lagi dalam ekuitasnya, menurut laporan Bloomberg News.

 

Meski Musk secara terbuka mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan ekonomi di Twitter, dia telah melayangkan rencana untuk memperluas model berlangganan berbayar situs ini selama pembicaraan dengan rekan investor. 

 

Dia dilaporkan juga berencana untuk memotong sekitar 1.000 staf di Twitter selama tahun depan, sebelum menambahkan sekitar 2.700 karyawan baru pada tahun 2025.

Learn more »

Belum Resmi Beli Twitter, Elon Musk Sudah Rugi

Elon Musk telah sepakat membeli Twitter senilai USD 44 miliar. 

 

Namun belum juga resmi jadi miliknya karena masih harus melalui proses regulasi, bisa dibilang dia sudah rugi. Kenapa demikian?

 

Sebagai perusahaan yang sudah melantai di bursa, valuasi Twitter bisa berubah-ubah sesuai dengan pergerakan sahamnya berdasarkan sentimen pasar. 

 

Nah harga saham Twitter sudah turun hampir 13% saat ini dibandingkan dengan akhir April silam.

 

Pada penutupan bursa saham hari Kamis (12/5) waktu Amerika Serikat, harga saham Twitter adalah USD 45,08, sementara Elon Musk membeli USD 54,20 per lembar saham. 

 

Jadi, sudah ada penurunan nilai sebesar lebih dari USD 9 miliar walau ada kemungkinan mengalami kenaikan lagi.


Walaupun manajemen Twitter sudah setuju dengan proposal pembelian dari Elon Musk, masih membutuhkan berbulan-bulan sampai prosesnya selesai. 

 

Itu pun tetap ada kemungkinan Elon Musk batal mencaplok Twitter karena satu dan lain hal.

 

Saat ini, proposal pembelian Twitter oleh Elon Musk sedang dianalisis oleh otoritas di Federal Trade Commission atau FTC. Lantas seberapa besar peluang Elon Musk mendapatkan Twitter?

 

Dan Ives selaku analis di Wedbush Securities meyakini ada 90% atau lebih kemungkinan Elon Musk mulus mendapatkan Twitter. 

 

Mengenai harga saham yang saat ini turun, Ives menilai ada beberapa alasan yang melandasinya.

 

Pertama adalah investor mungkin cemas proses pembelian Twitter oleh Elon Musk tidak berjalan lancar. Kemudian, bagaimana Elon mendanai pembelian itu juga menjadi kecemasan tersendiri.

 

Misalnya dengan menjual saham Tesla. "Pembelian oleh Elon Musk ini adalah semacam opera sabun. 

 

Prosesnya akan melalui beberapa babak yang berbeda," sebut Ives yang dikutip detikINET dari CNBC.

Learn more »

Sosok Orang Kepercayaan Elon Musk yang Bantu Ambil Alih Twitter

Elon Musk rupanya memiliki tangan kanan yang punya segudang tugas, termasuk mengurus harta kekayaannya dan membantu melancarkan proses pembelian Twitter senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 640 triliun.

 

Sosok tersebut adalah Jared Birchall. 

 

 

Pria berusia 47 tahun tersebut ditugaskan memimpin Excession LLC, perusahaan yang mengelola investasi dan kekayaan Musk senilai USD 264 miliar.



Birchall kabarnya memimpin diskusi dengan beberapa investor yang berkomitmen menyumbangkan USD 7 miliar untuk membantu Musk membeli Twitter. 

 

Sebagai mantan banker yang pernah bekerja di Merill Lynch dan Morgan Stanley, Birchall tentu sudah memiliki koneksi dengan bank dan investor.



Dana sebesar USD 7 miliar itu datang dari miliarder dan pendiri Oracle Larry Ellison, pemodal ventura Sequoia Capital, dan perusahaan kripto Binance. 

 

Orang dalam yang familiar dengan percakapan dengan Binance mengatakan Birchall merupakan sosok yang mengatur video chat untuk memuluskan kesepakatan tersebut.

 

Selain mengelola investasi dan keuangan Musk, Birchall juga bertugas mengurusi kehidupan pribadi dan profesionalnya yang padat. 

 

Ia bertugas untuk mengatur perjalanan Musk menggunakan pesawat pribadi begitu juga mencari bodyguard untuk keamanan bosnya.

 

Birchall juga ditugaskan untuk mencari pengasuh bagi anak-anak Musk. Seperti diketahui, Musk dan mantan kekasihnya Grimes dikaruniai dua orang anak. 

 

CEO SpaceX dan Tesla ini juga memiliki lima anak dari pernikahan sebelumnya dengan Justine Wilson.

 

Birchall juga membantu Musk mengurus empat perusahaan besutannya -Tesla, SpaceX, Neuralink, dan The Boring Company - serta portofolio real estate, termasuk properti di California. Nama Birchall juga tertulis sebagai CEO Neuralink, tapi untuk urusan legalitas dan ia tidak pernah terlibat dalam operasional perusahaan.

 

Untuk semua pekerjaannya, Birchall dikabarkan mendapatkan gaji antara USD 1 juta hingga USD 3 juta per tahun, seperti dikutip dari Bloomberg.


Tidak hanya menjalankan urusan bisnis dan pribadi Musk, Birchall juga pernah diperintahkan mencari kejelekan lawan Musk. 

 

Salah satunya Vernon Unsworth, penyelam asal Inggris yang menggugat Musk atas penghinaan setelah disebut sebagai 'pedo guy'.

 

Unsworth membantu menyelamatkan anak-anak Thailand yang terperangkap di dalam gua pada tahun 2018, dan sempat mengejek ide Musk untuk menyelamatkan anak-anak tersebut menggunakan kapal selam SpaceX.
 

Learn more »

Rencana Rahasia Elon Musk untuk Twitter Dibongkar, Ada Produk X

Sejak bos Tesla, Elon Musk membeli Twitter, dunia penasaran mau diapakan Si Burung Biru itu. Akhirnya rencana Elon terungkap.

 

Dilansir dari News.com Australia, rencana orang paling kaya di dunia terhadap Twitter dibuka di hadapan para investor. 

 

Usai membeli Twitter senilai USD 44 miliar (Rp 635 triliun) Elon menyampaikan rencana bisnisnya terkait Twitter.

 

Elon di hadapan para investor mengatakan mau meningkatkan pendapatan tahunan Twitter dari USD 5 miliar, menjadi USD 26,4 miliar di 2028. 

 

The New York Times melaporkan Elon juga ingin meningkatkan jumlah pengguna dari 217 juta di akhir 2021 menjadi 600 juta di 2025 dan 931 juta di 2028.

 

Yang menarik, ada produk baru misterius diungkap. Produk Twitter ini dinamai X dan diberi target 104 juta pengguna pada 2028. 

 

Produk macam apakah X ini? Apa dampaknya terhadap Twitter? Hal itu belum diungkap jelas.


 

Elon Musk ingin pendapatan rata-rata dari tiap pengguna menjadi USD 30,22 di tahun 2028, dari sebelumnya USD 24,83 di 2021. 

 

Elon juga akan bongkar pasang pegawai, ada yang akan dipecat dan direkrut. Tujuan akhirnya adalah memiliki 11.072 pegawai pada 2025.

 

Saat ini Twitter punya 7.500 pegawai. Akan ada 1.725 pegawai baru di 2022, namun 893 pegawai akan diberhentikan di 2023, sebelum ada pembukaan lowongan kerja lagi. 

 

New York Times mengatakan Elon mau memangkas sebagian orang lama dan memasukkan banyak talenta baru untuk engineering.

 

Sementara itu Twitter Blue, layanan berlangganan kustom untuk pengguna Twitter, diharapkan meraih 159 juta pengguna dalam 6 tahun ke depan. Twitter Blue baru diluncurkan tahun 2021.

 

Twitter juga mengincar bisnis pembayaran dengan target USD 15 juta di 2023 dan USD 1,3 miliar di 2028. 

 

Namun belum diketahui detilnya. Twitter juga akan mengurangi ketergantungan pada pendapatan iklan sampai 50 persen.

Learn more »

Dipakai Jadi Foto Twitter Elon Musk, ApeCoin Melesat

Elon Musk mengganti foto profil Twitternya menjadi bermacam gambar koleksi NFT Bored Ape. 

 

Apa dampaknya? Tentu saja, nilai ApeCoin yang melesat.

 

 

ApeCoin adalah token yang diluncurkan oleh pembuat Yuga Labs, pembuat Bored Ape. 

 

Nilainya melesat 19% menjadi USD 17,64, hanya dalam waktu satu jam setelah Musk mengganti foto profilnya itu pada Rabu (4/5/2022), meski kemudian nilainya turun menjadi USD 15,43.

 

Tak jelas apakah aksi Musk ini dilakukan karena ia benar-benar membeli NFT Bored Ape. 

 

Namun yang jelas aksi miliuner yang baru mengakuisisi Twitter itu diprotes oleh Michael Bouhanna, eksekutif dari rumah lelang Sothesby's, yang menyebut gambar tersebut dibuat untuk penjualan di Sothesby's.

 

[Gambas:Twitter]



Meski begitu, ia sebenarnya mengizinkan Musk untuk memakai foto tersebut asalkan ia menyebutkan kredit fotonya. 

 

Bahkan Bouhanna mengaku akan mengirimkan file aslinya yang dilengkapi izin dari pembeli.


 

"Saya akan senang mengirimkan file asli yang dilengkapi dengan izin pembeli," tulis Bouhanna dalam kicauannya itu.

 

Ini artinya, mungkin, Musk sekadar mengkopi gambar tersebut dan menjadikannya foto profil Twitter. 

 

Meski Twitter sebenarnya punya fitur khusus yang membolehkan penggunanya memakai NFT sebagai foto profil berbentuk hexagonal, namun yang dipakai Musk sebagai avatar tersebut hanya gambar profil biasa.

 

NFT sendiri sebenarnya dibuat untuk mengotentifikasi kepemilikan karya digital menggunakan blockchain. Namun banyak pihakn yang skeptis terhadap hal ini, pasalnya gambar NFT sangat mudah ditiru dan disebarkan tanpa perlu membeli token.

 

Musk, yang baru 'mengeluarkan' dana sebesar USD 44 miliar untuk membeli Twitter juga ikut mengejek NFT dalam kicauannya, demikian dikutip dari CNBC.



"Saya tak tahu...ini terlihat bisa dipertukarkan (fungible)," kicau bos Tesla dan SpaceX tersebut.

 

[Gambas:Twitter]



Padahal, NFT bukanlah sesuatu yang bisa dipertukarkan tanpa izin, sesuai kepanjangan namanya, non fungible token.

 

Ini juga bukan pertama kalinya aksi Musk membuat nilai tukar aset kripto melesat lewat kicauan Twitternya. Sebelumnya ia pernah bikin nilai bitcoin dan dogecoin naik dan turun secara drastis.

Learn more »

Elon Musk Harus Bayar Rp 14,5 Triliun Jika Batal Beli Twitter

Elon Musk harus membayar Twitter USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun jika ia tidak bisa menyelesaikan proses akuisisi seperti yang dijanjikan. 

 

Hal ini terungkap dari dokumen Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

 

Orang terkaya di dunia ini sebelumnya telah setuju membeli Twitter dan membawanya menjadi perusahaan private dengan harga USD 54,20 per saham, menjadikan valuasi perusahaan sekitar USD 43,4 miliar.

 

Pendanaan untuk akuisisi ini datang dari beberapa sumber, termasuk pinjaman dari Morgan Stanley dan institusi keuangan lainnya yang telah berkomitmen menyumbangkan USD 25,5 miliar. Musk sendiri diperkirakan akan menyediakan pendanaan sebesar USD 21 miliar.



Jika Musk memutuskan membatalkan kesepakatan ini dengan alasan tertentu, misalnya jika Musk tidak bisa menyediakan pendanaan untuk menyelesaikan transaksi, ia harus membayar biaya pembatalan sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun.

 

Dokumen ini juga menyatakan kesepakatan tersebut akan dibatalkan jika tidak diselesaikan sebelum 24 Oktober 2022 pukul 17.00 waktu Amerika Serikat bagian Pasifik, seperti dikutip dari TechCrunch.

 

Tapi tenggat waktu itu bisa diperpanjang hingga enam bulan untuk menyelesaikan isu terkait hukum anti-kompetisi, hukum investasi asing, atau tindakan pemerintah lainnya.

 

Sebelum kesepakatan akuisisi ini diselesaikan, Twitter juga bisa menerima penawaran dari pihak lain. 

 

Twitter juga bisa membatalkan kesepakatan jika ditentang oleh pemegang saham. 

 

 

Jika salah satu dari dua skenario ini terjadi, Twitter juga harus membayar biaya pembatalan sebesar USD 1 miliar.


 

Menariknya, dokumen ini juga mengatakan bahwa Musk boleh mencuit tentang kesepakatan dengan Twitter, asalkan cuitannya tidak menjelek-jelekkan perusahaan atau perwakilannya.

 

Musk yang vokal di Twitter tampaknya berpotensi menyalahi aturan ini. 

 

Pasalnya CEO SpaceX dan Tesla itu mengunggah beberapa cuitan yang mengkritik eksekutif Twitter Vijaya Gadde yang menyebabkan Gadde menerima komentar rasis dan melecehkan dari pengikutnya.

Learn more »

Elon Musk Resmi Beli Twitter Senilai Rp 635 Triliun Tunai

Elon Musk resmi membeli Twitter. Orang terkaya di dunia ini bersedia membayar tunai USD 44 miliar atau sekitar Rp 635 triliun demi menguasai media sosial berikon burung biru itu.

 

Bos Tesla dan SpaceX itu pun langsung mengekspresikan kegembiraannya di Twitter usai kesepakatan itu tercapai. "Yesss!!!." tulisnya.

 

Kendati ambisinya untuk menguasai Twitter sepenuhnya berhasil, dia berjanji akan membuat Twitter sebagai tempat untuk bebas berbicara bagi siapapun.


"Kebebasan berbicara adalah landasan dari demokrasi, dan Twitter adalah alun-alun kota digital di mana hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan," kata Musk dalam pernyataannya.

 

"Saya ingin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk dengan fitur-fitur baru, menjadikan algoritma open source untuk meningkatkan kepercayaan, mengalahkan bot spam, dan mengautentikasi semua manusia"

 

[Gambas:Twitter]

 

Niatan Musk untuk mencaplok Twitter telah disampaikannya kepada para pemegang saham di 13 April 2022. Pria berusia 50 tahun itu berani membayar USD 54,20 per lembar saham.

 

Hanya saja keinginan itu awalnya tidak berjalan mulus. Sejumlah penolakan disuarakan oleh sejumlah pemegang saham Twitter, salah satunya Pangeran Arab Saudi AL Waleed bin Talal Al Saud.

 

"Saya tidak percaya tawaran yang diajukan @elonmusk (USD54,20) mendekati nilai intrinsik @Twitter mengingat prospek pertumbuhannya," kata Al Waleed melalui cuitannya di Twitter.

 

"Menjadi salah satu pemegang saham Twitter terbesar dan jangka panjang, @Kingdom_KHC & saya menolak tawaran ini," tegasnya.

 

Namun pembelian saham 100% Twitter oleh Musk akhirnya disetujui dengan suara bulat oleh dewan direksi dan dewan komisaris Twitter. 

 

Transaksi kesepakatan diperkirakan rampung tahun 2022, dan ini akan menjadikan Twitter perusahaan privat lagi.

 

"Dewan Twitter melakukan proses yang bijaksana dan komprehensif untuk menilai proposal Elon dengan fokus pada nilai, kepastian, dan pembiayaan," kata ketua dewan independen Twitter Bret Taylor dalam sebuah pernyataan.

 

Dia menyebut kesepakatan itu "jalan terbaik ke depan bagi pemegang saham Twitter."

 

Menanggapi kesepakatan ini CEO Twitter, Parag Agrawal mengatakan, "Twitter memiliki tujuan dan relevansi yang berdampak pada seluruh dunia."

 

"Sangat bangga dengan tim kami dan terinspirasi oleh pekerjaan yang tidak pernah lebih penting," ujarnya.

Learn more »

Elon Musk Sampai Utang Demi Beli Twitter

Meski berjuluk manusia terkaya di dunia dengan kekayaan USD 270 miliar, Elon Musk sebenarnya tak mampu untuk mengakuisisi Twitter senilai USD 43 miliar tak punya uang tunai yang mencukupi.



Kekayaan bos Tesla dan SpaceX itu mayoritas berbentuk saham.




Sementara uang tunai Musk diprediksi 'hanya' mencapai USD 3 miliar.



Padahal, akuisisi Twitter senilai USD 43 miliar atau sekitar Rp 620 triliun itu harus dibayar secara tunai.



Alhasil Musk pun memutar otak dalam mencari pendanaan untuk membeli Twitter dan sukses mendapat komitmen pendanaan senilai USD 46,5 miliar.




Data tersebut diketahui dari pendaftaran data ke Securities and Exchange Commission.




Uang sebanyak USD 46,5 miliar itu terdiri dari utang sebesar USD 25,5 miliar dari Morgan Stanley, komitmen pendanaan ekuitas sebesar USD 21 miliar, yang mungkin juga berisi uang pribadinya sebesar USD 10 miliar sampai USD 15 miliar.




Komitmen pendanaan tersebut berasal dari sejumlah perusahaan, termasuk Bank of America, Barclays, MUFG, Societe Generale, Mizuho Bank, dan BNP Paribas, demikian dikutip dari Phone Arena.




Jika Musk memutuskan untuk memberikan penawaran resmi ke Twitter, ia diwajibkan merilis pengumuman publik yang menyatakan akan membeli sejumlah saham (Twitter) dengan harga tertentu.



Sejauh ini memang dewan direksi Twitter tidak tertarik untuk menjual saham Twitter ke Musk, bahkan dengan harga USD 54,20 perlembar saham.




Bahkan mereka mengancam akan mengaktifkan "pil beracun" jika Musk memaksa untuk mengakuisisi Twitter (hostile takeover).



Dalam kasus Twitter ini, dewan direksi menyebut saat ada seseorang membeli 15% saham Twitter tanpa seizin dewan direksi, semua pemegang saham Twitter dibolehkan membeli lebih banyak saham Twitter dengan potongan harga besar.

 

Learn more »

Geger Elon Musk Mau Beli Twitter dan Bikin Pangeran Arab Terusik

Elon Musk bikin geger karena tak ada angin tak ada hujan, mendadak ia ingin membeli seluruh saham Twitter. Pro kontra pun mengiringi keinginan pria kelahiran Afrika Selatan yang memimpin Tesla dan SpaceX ini.

 

Elon Musk memang paling gemar memakai Twitter untuk menyampaikan pendapatnya yang sering kontroversial. 

 

Ia punya 82 juta follower di sana. Mungkin itu yang melatarbelakangi timbulah ide untuk membelinya sekalian.

 

Pendiri Tesla itu menawarkan untuk mengakuisisi semua saham di Twitter yang bukan miliknya. 

 

Dia menawarkan akuisisi seharga USD 54,20 atau sekitar Rp 775 ribu (kurs Rp 14.300) per saham Dengan jumlah valuasi perusahaan USD 43,4 miliar, sekitar Rp 620 triliun.


 

"Saya berinvestasi di Twitter karena saya percaya pada potensinya untuk menjadi platform kebebasan berbicara di seluruh dunia, dan saya percaya kebebasan berbicara adalah fungsi demokrasi yang harus dimiliki masyarakat," ujar Elon Musk dalam surat yang ia kirim ke Twitter seperti dikutip dari CNN

 

"Namun, sejak melakukan investasi saya sekarang menyadari bahwa perusahaan tidak akan berkembang atau melayani kebutuhan masyarakat dalam bentuk seperti ini. Twitter perlu diubah sebagai perusahaan swasta," ucap Elon Musk.

 

Disampaikannya juga, penawaran pembelian saham 100% ini juga merupakan penawaran terbaik dan yang terakhir darinya. 

 

Tawaran Elon Musk itu disambut beragam. Pangeran Alwaleed bin Talaldari Arab Saudi sebagai salah satu pemegang saham Twitter langsung menolaknya. Kenapa?


 

"Saya tidak percaya bahwa proposal yang ditawarkan oleh Elon Musk sebesar USD 54,20 mendekati dengan nilai intrinsik Twitter terkait dengan prospek pertumbuhannya," demikian postingannya.

 

"Sebagai salah satu pemegang saham terbesar dan jangka panjang dari Twitter, Kerajaan dan saya menolak tawaran Elon Musk tersebut," tambah dia. 

 

Namun tentu sang pangeran tidak bisa menjadi pengambil keputusan satu-satunya karena masih ada pemegang saham lain dan juga pemimpin Twitter.



Twitter sendiri juga riuh rendah dengan berbagai macam opini mengenai tawaran Elon Musk menguasai Twitter. Banyak yang mendukungnya dan menilai Twitter akan menjadi lebih baik di bawah komando Musk.

 

"Bill Gates membeli banyak lahan pertanian itu lebih mencemaskan dibandingkan Elon Musk membeli seluruh Twitter," tulis seorang netizen.

 

"Desentralisasi Twitter sejauh ini adalah skenario paling menarik. Tidak ada yang bisa melakukannya lebih baik dibanding Elon Musk yang memimpin dan membuka masa depan ini," tulis yang lain.


 

Namun suara kontra juga muncul. Ada yang menilai citra bahwa Elon Musk mendukung kebebasan berbicara dan akan menerapkannya secara penuh di Twitter adalah tidak benar karena orang terkaya di dunia inii agaknya tak suka dikritik.

 

"Ketika aku mengkritik Elon soal pelanggaran hak pegawai Tesla, dia memblokirku. 

 

Ketika ada mahasiswa yang melacak pesawatnya, dia mencoba menyuapnya. Apakah itu kedengaran sebagai kebebasan berbicara?' tulis sebuah akun.

Learn more »

Elon Musk Batal Gabung Dewan Direksi Twitter!

Elon Musk batal bergabung dengan dewan direksi Twitter. Keputusan Musk ini diumumkan langsung oleh CEO Twitter Parag Agrawal.

 

Pada Selasa (5/4) lalu, Agrawal mengumumkan bahwa Musk akan bergabung dengan dewan direksi Twitter setelah membeli 9,2% saham perusahaan. 

 

Tapi kini Agrawal mengungkap Musk tidak jadi bergabung dengan direksi perusahaan berlogo burung tersebut.


"Pada hari Selasa kami mengumumkan bahwa Elon akan diangkat ke Dewan Direksi berdasarkan pemeriksaan latar belakang dan penerimaan resmi," kata Agrawal dalam pengumumannya yang dibagikan di Twitter, seperti dikutip dari The Verge.



"Penunjukan Elon ke dewan direksi akan berlaku secara resmi pada 4/9, tapi Elon mengatakan pada pagi yang sama bahwa ia tidak akan bergabung dengan dewan direksi. Saya percaya ini adalah pilihan yang terbaik," sambungnya.

 

[Gambas:Twitter]

 

Agrawal menambahkan Twitter akan tetap menghargai masukan dari Musk dan pemegang saham lainnya, terlepas dari apakah mereka merupakan anggota direksi atau tidak.

 

"Elon adalah pemegang saham terbesar kami dan kami akan terus terbuka untuk masukannya," jelas Agrawal.

 

Jika bergabung dengan dewan direksi Twitter, Musk tidak boleh memiliki lebih dari 14,9% saham perusahaan. 

 

Saat pembelian saham Twitter oleh Musk diumumkan ke publik, nilai saham yang dipegang orang terkaya di dunia itu sebesar USD 2,89 miliar.

 

Sejak kepemilikan saham Musk di Twitter terungkap, CEO SpaceX dan Tesla itu terus mencuitkan ide dan usulannya untuk mengubah Twitter. 

 

Tapi tentu saja apakah usulan itu serius atau hanya candaan masih menjadi tanda tanya.


 

Musk sempat mengunggah polling untuk followers-nya dan bertanya apakah mereka membutuhkan tombol edit. 

 

Sehari setelah polling tersebut, Twitter langsung mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan fitur edit.

 

Baru-baru ini, Musk mengusulkan pelanggan Twitter Blue seharusnya memiliki tanda centang untuk memverifikasi akunnya. 

 

Ia juga mengusulkan agar kantor pusat Twitter di San Fransisco diubah menjadi penampungan tunawisma karena sudah tidak pernah dikunjungi karyawan.

Learn more »

Elon Musk Tanya Mau Tombol Edit Twitter Atau Tidak?

Elon Musk baru saja membeli 9,2% saham Twitter senilai USD 28,9 miliar.



Sebagai pemilik saham terbesar Twitter, Musk langsung melontarkan pertanyaan soal salah satu fitur yang paling dinanti pengguna Twitter yaitu tombol edit.



"Apakah kalian menginginkan tombol edit?" tulis Musk dalam cuitannya di Twitter.



Pertanyaan itu dibuat dalam bentuk polling untuk followers-nya.



Berdasarkan pantauan, polling tersebut sudah memiliki lebih dari 800 ribu votes dan akan berakhir dalam 22 jam.



Dari ratusan ribu suara tersebut, 75,5% memilih 'yse' dan 24,5% memilih 'on'.



Tidak diketahui apakah pertanyaan Musk ini benar-benar serius mengingat opsi jawaban polling-nya penuh dengan typo, atau apakah typo ini sebenarnya bentuk candaannya bahwa tombol edit benar-benar dibutuhkan.


Cuitan Musk itu langsung ditanggapi oleh CEO Twitter Parag Agrawal.



Menariknya, respons Agrawal meniru cuitan Musk beberapa waktu yang lalu saat ia membuat polling yang menanyakan apakah Twitter sudah memenuhi prinsip kebebasan berbicara.



"Konsekuensi dari jajak pendapat ini akan jadi sangat penting.



Silakan pilih dengan hati-hati," kata Agrawal meniru cuitan Musk.


[Gambas:Twitter]


Belum lama ini, Twitter lewat akun resminya juga mengatakan kalau mereka sedang mengembangkan tombol edit.



Cuitan itu diunggah pada 1 April dan saat ditanya apakah itu hanya candaan April Mop, Twitter justru memberikan jawaban yang misterius.



"Kami tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal, tapi kami dapat mengedit pernyataan kami nanti," kata Twitter saat itu.



Musk sendiri merupakan salah satu pengguna aktif Twitter dan memiliki lebih dari 80 juta followers.



Ia sering menggunakan platform media sosial ini untuk memberikan pengumuman, yang kadang membuatnya jadi terlibat masalah dengan regulator.



Beberapa minggu belakangan, Musk justru sering mengkritik Twitter dan kebijakannya yang dianggap tidak mendukung kebebasan berbicara.




CEO SpaceX dan Tesla ini bahkan mengungkapkan niatnya untuk membuat media sosial sendiri yang mendepankan kebebasan berbicara dan minim propaganda.

Elon Musk baru saja membeli 9,2% saham Twitter senilai USD 28,9 miliar. Sebagai pemilik saham terbesar Twitter, Musk langsung melontarkan pertanyaan soal salah satu fitur yang paling dinanti pengguna Twitter yaitu tombol edit.

"Apakah kalian menginginkan tombol edit?" tulis Musk dalam cuitannya di Twitter, seperti dikutip detikINET, Selasa (5/4/2022).
Baca juga:
Orang Terkaya di Dunia Borong Saham Twitter

Pertanyaan itu dibuat dalam bentuk polling untuk followers-nya. Berdasarkan pantauan detikINET, polling tersebut sudah memiliki lebih dari 800 ribu votes dan akan berakhir dalam 22 jam.

Dari ratusan ribu suara tersebut, 75,5% memilih 'yse' dan 24,5% memilih 'on'. Tidak diketahui apakah pertanyaan Musk ini benar-benar serius mengingat opsi jawaban polling-nya penuh dengan typo, atau apakah typo ini sebenarnya bentuk candaannya bahwa tombol edit benar-benar dibutuhkan.

Baca artikel detikinet, "Elon Musk Tanya Mau Tombol Edit Twitter Atau Tidak?" selengkapnya https://inet.detik.com/cyberlife/d-6017619/elon-musk-tanya-mau-tombol-edit-twitter-atau-tidak.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Learn more »