Feature news

Tampilkan postingan dengan label sejarah ponsel. Tampilkan semua postingan

Ini Ponsel Pertama di Dunia yang Punya Kamera

Kyocera VP-210. Foto: Android Authority

Saat ini, sejumlah vendor smartphone punya caranya sendiri dalam berinovasi pada kamera di ponsel buatannya. 

Ada yang pakai punch hole, skema pop-up, flip, hingga putar.

Selain itu, resolusi yang dihadirkan pun juga sudah besar-besar. 

 

 

Tercatat, kamera dengan resolusi 48MP bisa dibilang sudah marak di pasaran, bahkan 64MP. Ada juga yang sudah tembus resolusi di atas 100 MP.

Dengan kecanggihannya sekarang, terbayangkah kamu bagaimana penampilan dari generasi pertama ponsel berkamera? Satu yang jelas, mereka masih sarat dengan keterbatasan.

Soal siapa yang memasarkan ponsel kamera untuk kali pertama ke publik, Kyocera jadi pelakunya. 

Perusahaan asal Jepang itu menjual ponsel berkameranya bernama VP-210 pada Mei 1999, atau sekitar 20 tahun lalu.

Perangkat buatannya itu memiliki kamera dengan resolusi 0,11MP. 

Ia mampu menangkap hingga 20 gambar sampai akhirnya memorinya penuh terisi, sebagaimana dikutip dari Android Authority.

Menariknya, ia memiliki penyanggah yang membuatnya dapat berdiri sehingga penggunanya bisa melakukan semacam selfie atau groufie. 

Saat dirilis di Jepang, VP-210 dibanderol 40 ribu yen, atau sekitar USD 325 kala itu.

Setahun berselang, publik disuguhi dengan dua ponsel berkamera sekaligus. Pertama ada Samsung SCH-V200 yang dirilis pada Juni 2000. 

Lalu, sekitar lima bulan setelahnya, muncul Sharp J-SH04, atau yang dikenal juga sebagai Sharp J-Phone.

Keduanya dirilis di tanah kelahiran pembuatnya masing-masing. Untuk resolusinya, SCH-V200 memiliki kamera berkualitas 0,35MP, sedangkan J-Phone sama seperti VP-210, yakni 0,11MP.

Pada 2002, pasar Amerika Serikat akhirnya merasakan kehadiran ponsel berkamera. 

Pada November 2002, Sanyo merilis SCP-5300, alias Sanyo Katana, di Negeri Paman Sam.

Bekerja sama dengan operator Sprint, ponsel tersebut dibanderol senilai USD 400 ketika dirilis. 

Kameranya sendiri memiliki resolusi 0,3MP.

Bisa dibilang, sudah sekitar dua dekade sudah berlalu semenjak ponsel berkamera menyapa pasar. Kini, perkembangan kamera di ponsel sudah sangat jauh berkembang.

Learn more »

7 Hal yang Dirindukan dari Ponsel Jadul

Bolehlah kita bernostalgia. Zaman dahulu, ponsel tidak secanggih sekarang. Jauh malah. Namun ada beberapa hal yang patut dirindukan di ponsel jadul.

Mereka yang hidup di generasi awal 2000-an pasti familiar dengan model-model seperti Nokia 3310, Siemens A55 dan lain lain. Jangan salah, handset keluaran zaman tersebut punya kelebihan sekaligus keunikan dibanding ponsel masa kini.

Apa saja memangnya fitur fitur ponsel dari masa lalu yang dirindukan? Berikut beberapa di antaranya.

Logo Operator

Ponsel masa lalu sebagian besar masih berwarna hitam putih alias monokrom. Namun keterbatasan itu kadang menghadirkan keasyikan tersendiri dan malah memunculkan kreativitas.

Misalnya pada bagian menu utama ponsel. Biasanya, tulisan yang tampil di sana salah satunya adalah logo operator yang dipakai pengguna. 

Untuk mempercantik penampilan, logo operator ini bisa diganti dengan gambar atau tulisan. Desainnya pun bermacam-macam dan bisa dipilih sesuai keinginan.

Tampaknya sederhana saja dibanding kustomisasi layar yang sangat beragam pada ponsel zaman sekarang. Namun kala itu sudah menimbulkan hiburan tersendiri.

Casing Ponsel Bisa Diganti

Ponsel masa lalu teknologi software dan hardwarenya masih terbatas sehingga tidak banyak yang bisa diunggulkan. Nah, salah satu cara produsen untuk menghadirkan diferensiasi adalah dengan casing ponsel yang bisa diganti.

Produsen yang giat menawarkan ponsel dengan casing bisa diganti tampaknya adalah Nokia. Siemens, produsen ponsel yang kini bangkrut, juga beberapa kali merilis handset serupa.

Malah, Nokia pernah punya ide kreatif. Yakni merilis ponsel di mana casingnya bisa dimasuki kertas yang didesain sesuai dengan keinginan penggunanya.

Memang saat ini, beberapa smartphone juga bisa diganti casingnya. Namun gaung fitur tersebut tidak lagi seheboh zaman dahulu.

Baterai Tahan Lama

Begitu banyaknya fitur dan layar besar membuat smartphone masa kini haus baterai. Hal itu tidak terjadi pada ponsel keluaran masa lalu.

Fitur sederhana dan layar hitam putih membuat ponsel masa lalu garang dalam soal baterai. Cukup sekali isi ulang bisa bertahan sampai berhari-hari.

Philips pernah membanggakan seri Xenium yang dibekali baterai sangat tahan lama. Seri keluaran Nokia, Samsung ataupun Motorola juga rata-rata punya baterai awet.

Jadi, tidak perlu kesusahan jika charger ketinggalan. Tidak perlu juga membawa bawa power bank.

Snake & Space Impact

Game ponsel masa lalu jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan ponsel masa kini yang dibekali grafis maupun sistem permainan tingkat tinggi. Namun jangan salah, game masa lalu bisa juga bikin kecanduan.

Sebut saja Snake atau Space Impact. Keduanya adalah game yang biasanya sudah terinstall dalam ponsel Nokia.

Dalam Snake, pemain bertugas membuat tubuh ular menjadi panjang tanpa menabrak. Space Impact menghadirkan pesawat terbang yang menembaki musuh.

Keduanya menjadi fitur yang banyak digunakan. Pada masa itu, sudah cukup menarik untuk menghabiskan waktu luang. 

Ringtone Composer

Ponsel jadul biasanya hanya memiliki nada suara sederhana atau monoponik. Meski ala kadarnya, nada suara ini pernah menghadirkan keasyikan tersendiri.

Yakni dalam fitur yang disebut sebagai ringtone composer. Dengan fitur yang satu ini, pengguna bisa membuat nada dering yang bermacam-macam.

Bahkan, ada buku yang berisi khusus cara membuat nada dering dengan irama lagu-lagu terkenal. Dulu, buku semacam ini cukup laris.

Biasanya, ringtone composer sudah ada sebagai fitur bawaan di ponsel zaman dulu. Terutama di handset-handset keluaran Nokia.

Tahan Banting

Tanpa dilabeli tahan banting, ponsel masa lalu biasanya punya desain yang cukup tangguh. Terjatuh berkali kalipun, si ponsel biasanya selamat.

Beda dengan smartphone masa kini yang biasanya bikin cemas. Jika terjatuh ke lantai, bukan tidak mungkin layar sentuhnya yang mahal rusak.

Beda kejadiannya dengan ponsel masa lalu, sebut saja Nokia 3310. Bahkan sampai beberapa generasi dan terjatuh berkali kalipun, masih ada yang mampu bertahan hidup.

Jika bentuknya menjadi tidak karuan atau casingnya merenggang, itu hal biasa. Ada pengguna yang mengakalinya dengan memasang karet atau selotip untuk merekatkan bodi ponsel.

Desain Nyeleneh

Ponsel, terutama smartphone masa kini boleh dibilang punya desain seragam. Biasanya dengan layar sentuh berukuran besar dan sedikit tombol saja.

Beda dengan ponsel dari masa dahulu kala. Desainnya sangat beragam, malah beberapa terlihat aneh.

Terutama Nokia yang ketika itu berstatus produsen ponsel terbesar di dunia. Mereka sangat rajin merilis ponsel dengan desain nyleneh.

Tengok saja Nokia 6800 di atas. Desainnya memadukan ponsel candybar dipadukan keybard full qwerty. Unik bukan?
Learn more »