Feature news

Tampilkan postingan dengan label apple mac book. Tampilkan semua postingan

MacBook Pro Baru Akan Kembali Hadirkan Port HDMI dan Slot SD Card

Apple berencana meluncurkan dua model MacBook Pro dengan desain baru pada paruh kedua tahun 2021. Kedua model ini diklaim akan kembali menghadirkan port HDMI dan slot SD card.

Ini adalah bocoran terbaru tentang MacBook Pro 2021 dari analis Ming-Chi Kuo. Kembalinya SD card reader sendiri pertama kali dilaporkan oleh Mark Gurman dari Bloomberg.


"Kami memprediksi dua model MacBook Pro dari Apple di 2H21 akan memiliki beberapa perubahan desain dan spesifikasi yang signifikan," tulis Kuo dalam catatannya, seperti dikutip dari MacRumors.

"Beberapa perubahan praktikal untuk pengguna adalah menggunakan SD card reader dan port HDMI," sambungnya.

Pada bulan Januari, Kuo pernah mengatakan Apple akan meluncurkan MacBook Pro berukuran 14 dan 16 inch. 

Keduanya akan membawa beberapa perubahan seperti kembalinya charger MagSafe, dihilangkannya Touch Bar, desain yang lebih flat, dan lebih banyak port untuk konektivitas.

Seperti diketahui, model MacBook Pro 16 inch saat ini hanya memiliki empat port Thunderbolt 3 USB-C dan headphone jack untuk konektivitas. 

Pada tahun 2016, Apple memutuskan menghilangkan hampir semua port lain dan hanya menggunakan USB-C dan headphone jack.

Sebagai perbandingan, MacBook Pro edisi 2015 menggunakan MagSafe, dua port Thunderbolt, USB-3, dan heaphone jack di sisi kiri lalu USB-3, port HDMI, dan slot SD card di sisi kanan.

Minimnya pilihan port membuat pengguna harus menghubungkan dongle atau adapter yang mengubah USB-C ke HDMI atau bahkan USB-A biasa untuk menghubungkan perangkat peripheral mereka yang ada saat ini.

Kuo tidak menjelaskan pilihan slot input/output apa saja yang akan hadir di MacBook Pro 2021. Laptop anyar ini diprediksi akan meluncur pada musim semi tahun ini.

Learn more »

Penyebab Apple Depak Intel dari Mac Setelah 15 Tahun

Apple telah mengumumkan 3 komputer Mac terbaru, yaitu MacBook Air, MacBook Pro 13 inch dan Mac Mini. 

Pada dasarnya, wujudnya sama dengan generasi sebelumnya, yang membedakan adalah jeroannya.

Semua komputer Mac baru itu diotaki dengan chip Apple M1, bukan lagi prosesor besutan Intel.

Hal itu menjadi berita besar lantaran kemitraan Apple dan Intel sudah berlangsung selama 15 tahun, di mana chip Intel selalu diandalkan di laptop dan desktop Apple.

Apple menurut biro riset Gartner adalah produsen PC terbesar keempat di dunia. 

Maka, rencana mereka untuk menggunakan chip sendiri di seluruh lini laptop dan desktop merupakan pukulan cukup besar bagi Intel.

Ketika dimintai konfirmasi, Intel tidak menjawab langsung. 

"Kami yakin PC yang ditenagai Intel, menyediakan pengalaman terbaik dan juga platform yang paling terbuka bagi developer," sebut Intel.

Dikutip dari CNBC, chip Apple berbasis teknologi ARM, bukan arsitektur x86 di chip Intel. 

Lebih didesain untuk perangkat mobile, chip dengan desain ARM secara konsisten lebih efisien, sehingga baterai lebih tahan lama. 

Namun bukan itu satu-satunya alasan Apple pecah kongsi dengan Intel.

CEO Apple, Tim Cook, sudah lama menyebut strategi jangka panjang perusahaannya adalah memiliki dan mengendalikan teknologi primer di produk-produknya. 

Prosesor tentulah teknologi sangat penting bagi mereka.

Apple pun berinvestasi besar di area semikonduktor, terbaru dengan membeli sebagian bisnis modem Intel senilai USD 1 miliar. 

Mereka telah membuat prosesor sendiri untuk iPhone, iPad dan Apple Watch. Kini, perhatian mereka beralih ke PC.

"Apple Silicon sesuai dengan tujuan strategis Apple untuk benar-benar mengontrol seluruh hal. 

Sekarang dalam soal komputasi, mereka sudah punya semuanya dari silikon sampai software, sehingga sangat terintegrasi," kata periset CSS Insight, Wayne Lam.

Chip M1 dari Apple itu menggunakan transistor 5 nm yang lebih canggih dan efisien, sementara prosesor Intel masih 10 nm. 

Apple juga menyebutkan performa PC akan lebih baik dan baterainya lebih lama dengan M1 ketimbang prosesor Intel. Namun demikian, klaim itu masih perlu dibuktikan lagi.

Apple belum sepenuhnya putus dari Intel. Laptop di lini tertingginya masih berbasis prosesor Intel sehingga mungkin Apple menilai masih ada kelebihan yang dihadirkan chip Intel dalam hal performa.

Learn more »

Spesifikasi serta Harga MacBook Air dan Pro Diotaki Apple M1

Apple M1 resmi diperkenalkan. Bersamaan dengan itu, Apple merilis MacBook Air dan MacBook Pro yang ditenagai chipset anyarnya yang berbasis ARM.

Berikut ini spesifikasi lengkap dan harganya.

 

MacBook Air

 

MacBook Air hadir dengan layar 13,3 inch Retina Display dengan resolusi 2.560 x 1.600 pixel. Apple memberikan tingkat kecerahan 400 nits dan dibekali True Tone Technology

Laptop ini ditenagai chipset anyar Apple M1. Chipset ini punya 8 core CPU, 8 core GPU dan 16 core Neural Engine.

Tersemat di dalamnya RAM 8 GB yang bisa diperbesar hingga 16 GB. Tersedia memori internal SSD dengan pilihan 256 GB dan 512 GB. 

Pengguna dimungkinkan untuk menambah ruang penyimpanan hingga 2 TB.

Apple memasang baterai 49,9 watt per hour lithium-polymer. 

Diklaim dapat digunakan hingga 15 jam untuk menjelajahi web dengan koneksi wireless atau 18 jam playback film di Apple TV. Dalam paket penjualannya diberikan adapter USB Type C 30W.

MacBook Air hanya punya dua port Thunderbold serta jack audio 3,5 mm. 

Bagian atas layar terdapat kamera FaceTime 720p. Sementara untuk koneksi diberikan dukungan WiFi 6 dan Bluetooth 5.0. 

Laptop ini turut disertakan speaker stereo yang mendukung Dolby Atmos.

Bicara dimensinya, MacBook ini punya panjang 30,41 cm dan lebar 21,24 cm. 

Sisi paling tebalnya mencapai 1,61 cm. Untuk bobotnya hanya 1,29 kilogram. Pilihan warna yang tersedia gold, silver dan space gray

 

MacBook Pro

 

MacBook Pro hadir dalam bentangan 13,3 inch Retina Display dengan resolusi 2.560 x 1.600 pixel. 

Apple membekalinya dengan tingkat kecerahan 500 nits , wide color (P3) dan True Tone Technology.

Laptop ini ditenagai chipset Apple M1 yang terdiri dari 8 core CPU, 8 core GPU dan 16 core Neural Engine. Apple menyematkan RAM 8 GB dan 16 GB.

Apple memasangkan baterai 58,2 watt-hour lithium-polymer yang diklaim bisa bertahan 17 jam saat berselancar dengan WiFi dan 20 jam menonton serial. 

Agar baterai cepat terisi, Apple memberikan adapter USB type C 61W.

Memori internalnya 256 GB dan 512 GB, tapi bisa diperluas hingga 2 TB. MacBook Pro anyar hanya memiliki port dua Thunderbolt 4 dan jack audio 3,5 mm.

Di dalam MacBook Pro disematkan kipas pendingin. Sementara di luar, tepatnya di atas keyboard, terdapat Touch Bar dan sensor sidik jari.

Fitur WiFi 6 dan Bluetooth 5 turut diberikan, berikut kamera FaceTime HD 720p. Speakernya dibuat stereo dengan dukungan Dolby Atmos.

MacBook Pro punya ketebalan hingga 1,56 cm. Sementara panjangnya 30,41 cm dan ketebalan 8,36 cm. Berat laptop ini 1,4 kg saja.

 

Ketersediaan dan Harga

 

Baik MacBook Air dan MacBook Pro mulai bisa dipesan Rabu (11/11/2020). Apple mulai mengirimkan unit ke pemesan dan menjualnya di toko resminya pada Rabu pekan depan (17/11/2020).

Harga MacBook Air mulai dari USD 999 atau kisaran USD 999 atau kisaran Rp 14,1 juta. Khusus pelajar diberikan harga khusus USD 899 atau Rp 12,7 juta.

Beralih ke MacBook Pro dilepas mulai dari USD 1299 atau Rp 18,3 juta. Namun Apple memberikan harga khusus pelajar harganya Rp 16,9 juta.

Learn more »

MacBook Air dan Pro Baru Bedanya 'Cuma' di Kipas Pendingin

Ada dua MacBook baru yang dirilis Apple dengan chip Apple M1, yaitu MacBook Air dan MacBook Pro. Perbedaan utama keduanya ada di kipas pendingin.

Ya, perbedaan signifikan antara MacBook Air dan Pro dengan Apple M1 ada pada penggunaan kipas pendingin. Selain tentunya selisih harganya yang mencapai USD 300.

Baik MacBook Air maupun Pro sama-sama memakai chip M1, yang berisi CPU, GPU, RAM, dan bermacam chip lain. 

Jumlah portnya sama, begitu juga dengan spesifikasi layar yang hampir sama.

Memang, GPU di MacBook Pro punya satu core lebih banyak dibanding MacBook Air. 

Namun CPU keduanya sama-sama mempunyai delapan core, terdiri dari empat core hemat energi dan empat core yang bertenaga.

Nah, soal keberadaan kipas, hal ini mungkin terlihat sepele. Namun tidak seperti itu. Kipas pendingin chip ini punya dampak yang signifikan pada performa. 

Pasalnya hampir semua chip yang ada saat ini, baik CPU maupun GPU, bisa berjalan lebih kencang saat mendapat sistem pendingin yang mumpuni.

CPU akan bisa menggenjot kecepatannya menjadi lebih kencang saat suhunya masih di bawah batas normal -- dan daya masih tersedia --. 

Kebalikannya, saat CPU sudah mencapai suhu tertentu karena tak mempunyai pendingin aktif, dia akan menurunkan performanya agar suhunya bisa turun.

Namun mungkin memang inilah yang membuat Apple hanya memberikan kipas pendingin di MacBook Pro, karena memang diperuntukkan untuk pekerjaan berat. 

Misalnya merender video, yang akan memaksa CPU dan GPU untuk bekerja maksimal dalam waktu lama.

Jika dalam skenario seperti itu CPU dan GPU tak diberi pendingin, maka suhunya akan cepat meningkat, yang kemudian memaksanya untuk melakukan throtling, alias memperlambat performanya.

Sementara di MacBook Air, yang lazimnya dipakai untuk pekerjaan yang lebih ringan seperti mengetik, browsing, mengolah foto, atau sekadar menonton video, empat core kencangnya seharusnya tak akan sering aktif, dan lebih banyak empat core hemat energi yang bekerja.

Jadi dengan kata lain, MacBook Pro seharusnya akan lebih kencang dibanding MacBook Air meskipun menggunakan chip CPU yang sama.

Selain kipas, tentu ada perbedaan lain antara MacBook Air dan Pro, seperti jumlah core GPU yang sudah disebut di atas. Apa lagi sih perbedaannya?

Baterai lebih besar, MacBook Pro punya baterai 58,2Wh dan MacBook Air hanya 49,9Wh
Layar MacBook Pro punya tingkat kecerahan sedikit lebih tinggi, yaitu 500 nits. MacBook Air hanya 400 nits.


MacBook Pro dilengkapi Touch Bar, sementara di MacBook Air tidak. Namun keduanya tetap punya sensor sidik jari Touch ID.

Learn more »

Fitur Baru MacBook Bakal Bikin Baterai Jadi Lebih Awet

Apple baru saja mengumumkan perubahan kecil pada MacOS. 

Update ini menyasar pada bagaimana sistem operasi tersebut mengatur kesehatan baterai MacBook dalam jangka panjang.

Dikutip dari Cnet, fitur tersebut dinamai Battery Health Management. 

Saat ini fitur tersebut masih dalam masa pengembangan dan akan tersedia pada update terbaru MacOS Catalina 10.15.5 dalam beberapa waktu ke depan.

Apple mengatakan fitur ini bekerja dengan memonitor pola pengisian dan tingkat panas baterai MacBook, lalu membuat sedikit perubahan akan bagaimana baterai laptop diisi.

Tujuannya adalah mengurangi level penuaan kimia pada baterai dan membuat usianya menjadi lebih awet. 

Caranya adalah dengan tidak mengisi ulang baterai hingga level maksimum atau 100% dalam beberapa kasus.

Contohnya, jika kalian pengguna yang selalu mencolokkan laptop ke sumber listrik setiap saat, menjaga level baterai terus di 100% bisa membuat usianya menjadi kurang awet. 

Jadi Apple akan membuat perubahan tergantung beberapa faktor yaitu temperatur sekeliling, muatan prosesor dan pola pengisian daya.

Apple mengatakan fitur ini tidak akan memiliki dampak besar pada baterai MacBook saat digunakan sehar-hari. 

Tapi mereka tidak menjelaskan berapa persentase pengisian yang akan dikurangi.

Fitur ini akan aktif secara default, tapi Apple memungkinkan pengguna untuk mematikannya sesuai pilihan. 

Apple mengatakan data terkait kesehatan baterai akan disimpan secara lokal di perangkat pengguna dan tidak dibagikan ke perusahaan, kecuali atas keinginan pengguna.

Fitur ini akan tersedia untuk semua MacBook yang mendukung Thunderbolt 3 yang mencakup semua model MacBook Pro sejak 2016 dan MacBook Air sejak 2018.
Learn more »