Feature news

Tampilkan postingan dengan label science amonium nitrat. Tampilkan semua postingan

Seperti Lebanon, Negara-negara Ini Menimbun Bahan Peledak Berbahaya

Ledakan dahsyat di Beirut mengingatkan kita akan fakta yang sangat meresahkan:

ribuan ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan kota itu bukanlah satu-satunya lokasi yang berisiko meledak tiba-tiba.

Di Filipina, Ukraina, Georgia, Libya dan Guinea-Bissau terdapat tempat pembuangan amunisi berbahaya, sisa konflik masa lalu maupun masa sekarang; beberapa di antaranya sangat dekat dengan wilayah pemukiman.

Menurut lembaga pemantau Small Arms Survey yang berbasis di Swiss, di antara 1979 dan Agustus tahun lalu hampir 30.000 orang di 101 negara tewas atau terluka oleh ledakan yang tidak direncanakan di lokasi amunisi (unplanned explosions at munitions sites, UEMS).

Dari 606 insiden yang tercatat, hampir tiga perempatnya melibatkan persediaan milik negara.

Salah satu insiden ledakan terburuk terjadi di Brazzaville, Republik Kongo, pada 2012, yang menewaskan lebih dari 500 orang.

Simon Conway, direktur senior di badan amal Halo Trust, yang membersihkan ranjau dan puing-puing sisa perang, mengatakan langkah pertama yang diperlukan adalah membuat pemerintah mengakui bahwa timbunan senjata ini tidak aman.

"Mereka tidak dianggap masalah, sampai meledak," katanya.

Langkah selanjutnya ialah memerintahkan orang-orang dengan keahlian yang tepat untuk memindahkan timbunan bahan peledak menjauhi permukiman dan kemudian menghancurkannya.

"Seringkali tempat-tempat ini tidak dijaga dengan baik dan bahan-bahan bisa sangat mudah hilang dan kemudian ditemukan dalam IED [alat peledak improvisasi]," kata Mr Conway.

Jadi setelah Beirut, di mana lagi kita perlu khawatir? Situs mana saja yang menurut para pakar amunisi berpotensi menjadi bom waktu?

 

Filipina



Di sebuah pulau di Teluk Manila terdapat timbunan amunisi AS yang sudah rusak sejak Perang Dunia Kedua.

Selongsong rudal, bom anti kapal selam, bom mortar, serta proyektil lainnya berserakan di lantai sebuah bungker; sementara berpeti-peti bahan peledak dan bahan bakar ditumpuk hingga ke langit-langit.

Halo Trust memperkirakan bahwa di Pulau Caballo dan di tempat lain di dekatnya terdapat total 1,6 juta bahan peledak cukup untuk menghancurkan bandara setempat di Corregidor dan mengancam kapal yang lewat di Teluk Manila.

Conway, yang telah memeriksa situs tersebut bersama tentara Filipina, mengatakan ada dua gubuk yang berisi 200.000 peluru anti-pesawat terbang.

"Jika gudang itu meledak, dampaknya pasti akan dirasakan bandara terdekat," ujarnya.

Ada lebih banyak amunisi Perang Dunia II yang disimpan di pangkalan angkatan laut dekat ibu kota, Manila, tempat mereka disimpan tepat di sebelah peluru artileri modern, menurut Conway.

Kengerian yang terjadi di pelabuhan Beirut tidak diabaikan oleh otoritas lokal di sana.

Dalam beberapa hari setelahnya, Angkatan Laut Filipina menelepon Halo untuk membahas cara terbaik untuk membuang semua amunisi ini dengan aman.

 

Guinea-Bissau



Salah satu lokasi yang paling mengkhawatirkan ialah di negara bagian Guinea-Bissau di Afrika Barat, tempat sejumlah bom pesawat era Soviet yang tidak diketahui jumlahnya terkorosi dalam cuaca panas dan lembap di beberapa gudang, dekat dengan pusat populasi.

Beberapa bom itu berasal dari tahun 1950-an dan dianggap sangat tidak stabil.

Lokasi yang paling mengkhawatirkan terletak di sebelah Bafata, kota terbesar kedua di negara itu dengan populasi 22.500 jiwa.

Pembicaraan dengan pemerintah tentang cara untuk membuangnya dengan aman telah berlangsung sejak 2005, namun mandek karena politik lokal.

Halo Trust mengatakan bahwa mereka telah mulai membangun tempat penyimpanan yang lebih aman tapi belum ada yang dihancurkan.

 

Libya



Libya dibanjiri senjata dan amunisi sejak revolusi tahun 2011 yang menggulingkan rezim Muammar Gaddafi. PBB memperkirakan ada lebih dari 200.000 ton amunisi yang belum tercatat, di luar kendali pemerintah.

"Barang-barang ini dengan mudah diperdagangkan ke negara-negara Sahel atau tempat lain," kata Conway.

Pada tanggal 6 Mei, terjadi ledakan di gudang amunisi di luar kota Misrata, disusul ledakan dalam beberapa hari berikutnya akibat rudal, roket, dan bom pesawat meledak, menebar pecahan peluru secara luas dan menyebabkan korban jiwa yang tidak diketahui jumlahnya.

Halo telah berusaha untuk mengamankan sisa persenjataan yang belum meledak. Saat ini salah satu situs yang paling mengkhawatirkan adalah gudang senjata besar dari era Gaddafi di Mizdah, yang dekat dengan kota berpenduduk lebih dari 20.000 jiwa.

Mereka yang berusaha membersihkan bahaya ini tidak hanya harus mengatasi pembatasan Covid-19 tapi juga bahaya terus-menerus dari perang saudara yang masih berlangsung di Libya.

 

Ukraina


Seperti beberapa bekas republik Soviet lainnya, Ukraina memiliki sejumlah tempat pembuangan senjata yang tersisa sejak mereka masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Pada 2017 dua dari mereka meledak. Satu di Ukraina bagian timur, ketika timbunan besar rudal dan peluru artileri meledak, mendorong evakuasi lebih dari 20.000 penduduk yang tinggal dalam jarak 10 km (enam mil) dari timbunan itu.

Belakangan pada tahun yang sama, ledakan tempat pembuangan senjata kembali terjadi, memunculkan bola api raksasa yang terlihat dari jauh, dan menghancurkan sekitar 32.000 ton amunisi serta lagi-lagi memuntahkan proyektil ke udara.

Baik Kazakhstan maupun Uzbekistan juga mengalami ledakan yang tidak direncanakan di tempat pembuangan senjata.


Republik Abkhazia, wilayah otonomi Georgia


Pada Agustus 2017, terjadi ledakan yang tidak direncanakan di sebuah gudang di Laut Hitam yang menyimpan lebih dari 2.000 ton amunisi peledak tinggi.

Ledakan itu melontarkan rudal dan proyektil lainnya ke udara yang mendarat hingga 12 kilometer jauhnya.

Sejak itu, Halo Trust telah membersihkan area tersebut dengan menghancurkan lebih dari 90.000 bahan peledak namun sepertiga area yang terdampak masih harus diamankan.

Bagi negara-negara ini, ledakan di ibu kota Lebanon adalah pengingat tentang hal mengerikan yang bisa terjadi jika bahan peledak yang tidak stabil disimpan dengan tidak aman.

Para pakar amunisi sekarang berharap bahwa bila ada satu hal positif yang bisa diambil dari tragedi di Beirut, itu adalah urgensi baru bagi pemerintah-pemerintah di seluruh dunia untuk mengamankan timbunan senjata mereka, sebelum terlambat.
Learn more »

Hubungan Amonium Nitrat dan Film Fast and Furious


Ledakan di Lebanon disebabkan amonium nitrat.

Ada fakta unik bahwa zat ini berhubungan dengan film Fast and Furious dan gas tertawa.

Amonium nitrat selama ini dikenal sebagai bahan untuk pupuk karena mengandung nitrogen yang bermanfaat untuk tanaman.

Namun, harus hati-hati menyimpannya. Amonium nitrat juga bisa meledak.

Amonium nitrat (NH4NO3) dalam ilmu kimia diketahui adalah bahan untuk menciptakan gas tertawa (laughing gas) dan pada bentuk lain gas untuk nitrous oxide system (NOS) yang digunakan untuk mobil balap.

Dikutip dari Science Notes, adalah ilmuwan kimia asal Inggris, Sir Humphry Davy (1778-1829) yang pertama kali bereksperiman dengan amonium nitrat untuk menciptakan gas tertawa.

Caranya adalah, Davy memanaskan amonium nitrat sampai suhu tertentu sehingga terurai menjadi dinitrogen oksida dan uap air.

Persamaan kimianya adalah sebagai berikut:

NH4NO3 (s) → 2 H2O (g) + N2O (g)

Amonium nitrat harus dipanaskan dengan perlahan dengan suhu antara 170-240 derajat Celcius.

Lebih panas dari itu amonium nitrat bisa meledak seperti kejadian ledakan di Lebanon.

Apa manfaat N20? Dinitrogen oksida (N2O) adalah zat anestesi yang suka dipakai dokter gigi kepada pasiennya.

Nama lainnya adalah gas tertawa karena menimbulkan efek gembira dan halusinasi ringan kepada yang menghirupnya.

Dinitrogen oksida dalam jumlah banyak bisa merusak ozon. Dinitrogen oksida juga dipakai untuk mobil balap untuk menambah kecepatan yang disebut NOS (Nitrous Oxide Systems).

Kalau kamu suka menonton film Fast and Furious, pasti tahu dong kalau Dominic Toretto dan teman-temannya suka memakai NOS untuk melakukan aksi kebut-kebutan.

Kejadian ledakan di Lebanon adalah bukti kalau amonium nitrat bisa sangat berbahaya kalau sampai meledak.

Sedikit saja, bisa membuat mobil Dominic Toretto melesat secepat kilat. Sekarang bayangkan kalau yang meledak sebanyak 2.750 ton.

Tidak heran kalau dampak ledakan tersebut tidak main-main. Puluhan orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka akibat insiden ledakan bahan kimia tersebut.
Learn more »

Ilmuwan Ini Ubah Amonium Nitrat Jadi Gas Tertawa

Amonium nitrat mendadak terkenal sedunia usai terjadinya ledakan di Lebanon.

Tapi tak banyak yang tahu sosok di balik senyawa ini, salah satunya ada seorang ahli kimia asal Inggris Sir Humphry Davy.

Davy dikenal karena kontribusinya terhadap penemuan berbagai zat kimia, salah satunya dinitrogen oksida (N2O), dikenal sebagai gas tertawa yang salah satu bahan penyusunnya adalah amonium nitrat (N2H4O3).

Dirangkum dari berbagai sumber, Davy adalah orang yang pertama kali bereksperimen dengan amonium nitrat untuk menciptakan N2O.

Dinitrogen oksida tersebut sebenarnya telah ditemukan pada 1772 oleh ilmuwan asal Inggris lainnya, Joseph Priestley. Priestley saat itu menyatakan N2O merupakan gas beracun.

Meski berbahaya, Davy tak mengurungkan niatnya bereksperimen menjelajahi oksida, nitrogen, dan amonia.

Dia bahkan melakukan serangkaian percobaan yang hampir membunuhnya dan mungkin merusak kesehatannya dalam jangka panjang.

Dibantu asistennya Dr Kinglake, Davy memanaskan kristal amonium nitrat, senyawa kimia yang ditemukan ilmuwan kimia Jerman Johann Rudolf Glauber tahun 1659.

Ketika amonium nitrat dipanaskan, akan keluar gas N2O.

Davy menghirup 4 liter N20 di awal penelitiannya. Di percobaan pertamanya, Davy merasakan efek dari gas tersebut. Ia mulai berhalusinasi dan merasakan euforia hebat karena gas itu memabukkan seperti narkoba.

Demi menemukan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, Davy memutuskan untuk melakukan lebih banyak eksperimen pada dirinya sendiri dengan menghirup dinitrogen oksida dalam takaran yang berbeda-beda.

Diakuinya, eksperimen ini membantunya menggambarkan tingkatan pengalaman menghirup dinitrogen oksida secara lebih rinci.

Tak sia-sia, percobaan ini membuat namanya dikenal karena berhasil menemukan N2O sebagai gas tertawa.

Davy kemudian merekomendasikan gas tersebut untuk digunakan sebagai anestesi dalam prosedur bedah. Kini N2O sering dipakai dokter gigi untuk bius ringan pada gusi pasien sebelum tindakan medis.

Pada tahun 1800, dia menerbitkan temuannya dalam buku berjudul 'Researches, Chemical and Philosophical'.

Kemudian di tahun berikutnya, pada 1801 Davy diangkat menjadi dosen dan profesor kimia Royal Institution di London, Inggris.

Selain berkutat dengan senyawa kimia, Davy juga menekuni elektrokimia.

Temuannya yang disebut lampu Davy di tahun 1800an, sangat membantu para penambang batubara bisa menggunakan lampu dengan baterai listrik pertama untuk keamanan saat bekerja.

Davy mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris pada 1812 dan menerima gelar baron di tahun 1818 atas kontribusi untuk negara dan umat manusia, terutama lampu Davy.

Ia pun diangkat menjadi presiden Royal Society of London pada tahun 1820 dan termasuk sebagai pendiri Zoological Society of London pada 1826.

Mulai tahun 1827, kesehatannya mulai menurun. Davy meninggal di Jenewa, Swiss, pada 29 Mei 1829, di usia 50 tahun.
Learn more »

Amonium Nitrat, Terkenal Sedunia Usai Ledakan di Lebanon

Ledakan di Lebanon menewaskan sedikitnya 78 orang.  

Amonium nitrat diduga biang keladinya dan membuat warga dunia penasaran dengan bahan pupuk ini.

"Setidaknya 78 orang telah meninggal dan 4.000 menderita luka-luka dalam ledakan dan kebakaran yang mengguncang Beirut pada hari Selasa," sebut Kementerian Kesehatan Lebanon, dikutip dari New York Times.

Ledakan 22.750 ton amonium nitrat memang bukan main-main. Udara di Kota Beirut pun dilaporkan tercemar dinitrogen oksida (N2O) sebagai dampak dari ledakan amonium nitrat (N2H4NO3).

Sepanjang hari, warga dunia bertanya-tanya soal apa itu amonium nitrat.

 

inilah fakta unik dan menarik amonium nitrat :

 

1. Apa itu amonium nitrat?

 

Amonium Nitrat adalah menurut Live Science adalah senyawa kimia berwujud kristal putih dan bisa larut dalam air.

Rumus kimianya adalah N2H4NO3. Amonium nitrat punya manfaat sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Namun memang, amonium nitrat menyimpan bahaya. Ia harus dijauhkan dari api atau minyak yang bisa terbakar.

Amonium nitrat dari zat padat bisa meledak menjadi gas dinitrogen oksida (N2O) dan uap air (H2O).

2. Aneka kasus ledakan akibat amonium nitrat


Ledakan di Lebanon bukan kejadian pertama akibat amonium nitrat.

Pada 16 April 1947 di sebuah dermaga di Texas City, Texas, AS terjadi ledakan 2.300 ton pupuk.

Akibatnya sepele, rokok yang dinyalakan buruh pelabuhan. 581 Orang tewas, 3.500 lainnya luka-luka. Kerugian USD 100 juta.

Pupuk amonium nitrat juga pernah digunakan oleh teroris Timothy McVeigh dan Terry Nichols untuk membunuh 168 orang dalam pemboman di Gedung Federal Alfred P Murrah di Kota Oklahoma pada 1995.

Bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang juga memakai amonium nitrat. Bom Oslo 2011 oleh Anders Behring Breivik yang menewaskan delapan orang juga sama.

3. Fakta ilmiah amonium nitrat


Amonium nitrat merupakan garam ionik yang terdiri dari kation amonium (NH4) dan anion nitrat (NO3) menjadi senyawa N2H4NO3.

Berdasarkan informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apabila terhirup, amonium nitrat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan dan napas yang pendek.

 

4. Kenapa amonium nitrat bisa meledak besar


Gabriel da Silva dari University of Melbourne mengatakan amonium nitrat tidak menginisiasi api.

Bahan kimia ini bersifat oksidator yang menyerap oksigen dari lingkungan sekitar. Oksigen yang diserap amonium nitrat inilah yang mengakibatkan api mudah membesar.

Amonium nitrat hanya bisa menjadi ledakan dalam kondisi tertentu. Misal saat amonium nitrat tercemar minyak hingga menjadi sangat eksplosif.

Ketika meledak, amonium nitrat dari zat padat mendadak menjadi 2 jenis gas yaitu dinitrogen oksida (N2O) dan uap air (H2O) serta tentunya efek ledakan yang merusak.

 

5. Hubungannya dengan teknologi NOS dan gas tertawa


Amonium nitrat jika dipanaskan atau meledak, menjadi dinitrogen oksida (N2O) dan uap air (H2O). Persamaan kimianya adalah sebagai berikut:

NH4NO3 (s) → 2 H2O (g) + N2O (g)
N2O ini dijuluki sebagai gas tertawa.

Ilmuwan kimia asal Inggris, Sir Humphry Davy (1778-1829) yang pertama kali bereksperiman dengan memanaskan amonium nitrat untuk menciptakan gas tertawa.

Gas tertawa dipakai dokter gigi untuk anestesi ringan. Namun gas ini juga dipakai dalam balapan mobil menambah kecepatan yang disebut NOS (Nitrous Oxide Systems).

Film kebut-kebutan mobil macam Fast and Furious sering menampilkan NOS dalam beberapa kali adegannya.
Learn more »

Ini Dia Penemu Amonium Nitrat yang Jadi Ledakan di Lebanon

Ledakan di Lebanon menyisakan duka dan rasa penasaran dunia soal amonium nitrat.

Zat kimia ini bukan alami, tapi diciptakan.

Amonium nitrat adalah benda padat berbentuk seperti kristal. Manfaat utamanya untuk pupuk tapi juga bisa jadi bahan peledak.

Tapi ini adalah zat sintesis dari hasil mencampur amonia dan asam nitrat, bukan bahan alami.

"Anda tidak akan begitu sama menemukan amonium nitrat di dalam tanah," kata Profesor Kimia, Andrea Sella dari University College London, Inggris kepada BBC.

Lantas siapa yang pertama kali menciptakan amonium nitrat ?

Dalam penelurusan, Encyclopaedia Britannica mencatat penemu amonium nitrat adalah ilmuwan kimia dari Karlstadt, Jerman bernama Johann Rudolf Glauber (1604-1668).

Dia disebut sebagai ilmuwan kimia Jerman paling jenius pada masanya dan mencapai puncak karir di Amsterdam, Belanda.

Dia terkenal karena melakukan beberapa sintesa kimia. Temuannya antara lain adalah asam nitrat dengan mencampur potasium nitrat dan asam sulfat.

Dia juga membuat asam hidroklorida dengan mencampur garam dan asam sulfur.

Penemuannya yang paling terkenal adalah sodium sulfat, dari campuran sodium klorida dan asam sulfat.

Temuannya disebut sebagai Garam Glauber atau Sal Mirabilis alias Garam Ajaib yang bisa dipakai untuk bahan obat.

Dari Encyclopedia.com, Glauber pada tahun 1659 berhasil menciptakan ammonium nitrat dengan mencampur gas amonia dengan cairan asam nitrat. Rumus persamaan kimianya adalah NH3 + HNO3 → NH4NO3.

Wujud akhirnya adalah kristal, tapi mudah larut dengan air. Glauber menamakannya 'Nitrum Flammans' nama latin yang artinya 'nitrum yang mudah terbakar'.

Hal ini karena amonium nitrat bisa meledak kalau kena panas.

Nama lainnya lagi adalah garam amonium atau German saltpeter. Amonium nitrat hancur pada titik didih 211 derajat Celcius.

Untuk meledak, biasanya amonium nitrat tercampur dulu dengan bahan lain misalnya minyak.

Ledakan di Lebanon pun diduga ada faktor pemicunya terhadap tumpukan 2.750 ton amonium nitrat yang ada.
Learn more »

Meski Jadi Pemicu Ledakan di Lebanon, Ini Manfaat Amonium Nitrat

Sebuah ledakan dahsyat terjadi di kota Beirut, Lebanon pada Selasa, (4/8/2020).

Peristiwa ledakan ini disebutkan oleh pemerintah Lebanon akibat dari tumpukan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang pelabuhan.

Amonium nitrat sendiri merupakan garam ionik yang terdiri dari kation amonium (NH4) dan anion nitrat (NO3) sehingga menjadi formula senyawa amonium nitrat (N2H4NO3).

Senyawa yang dimiliki amonium nitrat memiliki manfaat-manfaatnya meski jika tak hati-hati peristiwa sangat fatal bisa terjadi seperti yang dialami negara Lebanon.

Berikut manfaat dari amonium nitrat sebagaimana dilansir dari Gardening Know How:


Sebagai Pupuk Tanaman


Amonium Nitrat ini sangat dibutuhkan di industri pertanian di mana senyawanya dapat dijadikan sebagai pupuk karena kaya akan nitrogen yang dapat menyuburkan tanaman.

Karena salah satu kunci utama untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang sehat adalah nitrogen.

Unsur hara makro ini akan bertanggung jawab atas produksi tanaman yang hijau dan berdaun serta meningkatkan kesehatan pada tumbuhan.

Nitrogen sendiri berasal dari atmosfer, namun bentuk ini memiliki ikatan kimia yang kuat sehingga sulit diserap oleh tumbuhan.

Karena itu dibutuhkan bentuk nitrogen yang mudah untuk diserap tanaman salah satunya adalah pupuk yang berasal dari amonium nitrat.

Jenis pupuk ini sudah banyak digunakan sejak tahun 1940-an.

Karena senyawanya cukup sederhana untuk dibuat dan tidak memakan biaya mahal, sehingga menjadikan amonium nitrat pilihan utama bagi tenaga profesional pertanian.

Amonium nitrat memiliki nutrisi utama tumbuhan yang dapat diserap melalui akar atau dari stomata pada daun dan batang.

Sumber nitrogen tambahan sering ditambahkan ke tanah dan tanaman di daerah tanpa sumber nitrogen alami yang memadai.

Salah satu sumber nitrogen padat pertama yang diproduksi dalam kapasitas skala besar adalah amonium nitrat.

Pupuk amonium nitrat adalah penggunaan senyawa yang paling umum, tetapi juga memiliki sifat yang sangat mudah menguap, sehingga berguna di industri tertentu.

Senyawa ini berbentuk kristal hampir tidak memiliki bau dan tidak berwarna.

Menggunakan amonium nitrat di kebun dan ladang pertanian skala besar dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menyediakan pasokan nitrogen yang siap digunakan tanaman.

Pupuk amonium nitrat adalah senyawa sederhana untuk dibuat.


Dijadikan Bahan Peledak dan Kembang Api


Selain digunakan sebagai pupuk, amonium nitrat juga digunakan di sektor pertambangan dan konstruksi.

Sebabnya senyawa yang bersifat eksplosif dapat berguna dalam pertambangan seperti tindakan pembongkaran dan pekerjaan penggalian.

Butiran amonium nitrat sangat berpori sehingga dapat menyerap sejumlah besar bahan bakar. Paparan api akan menyebabkan ledakan yang lama, berkelanjutan dan besar.

Dalam kebanyakan kasus, senyawa tersebut sangat stabil dan hanya dapat meledak dalam kondisi tertentu.

Selain itu karena sifatnya yang eksplosif, amonium nitrat juga kerap digunakan dalam piroteknik seperti penggunaan kembang api.


Bahan Pembeku


Amonium nitrat juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembeku, karena jika senyawanya dicampurkan dengan air akan menyebabkan suhu turun hingga 2-3 derajat Celcius.

Akibatnya, air akan membeku dengan cepat.

Manfaat dari pembekuan ini bisa digunakan sebagai pendingin makanan agar tetap awet, meringankan sakit luka di tubuh.

Sebab reaksi endotermik dari campuran amonium nitrat dan air menghilangkan panas dari bagian tubuh, 'membekukan' area yang sakit.
Learn more »

Kronologi, Asal-usul Ledakan di Lebanon dan Bahaya Sisa Amonium Nitrat


Lebanon berduka.

Dilansir dari The Guardian, ledakan besar yang terletak di Kota Beirut, Lebanon telah menewaskan 100 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang.

Peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon terjadi pada Selasa (4/8) pada pukul 18.10 waktu setempat.

Terjadi dua ledakan yang hanya berselang beberapa menit antara ledakan pertama dengan yang lainnya.


Kronologi Ledakan di Lebanon


Sebuah ledakan di Beirut, ibu kota Lebanon tertangkap kamera pada Selasa dan beredar luas di media sosial.

Dari rekaman tersebut menunjukkan ada kepulan asap di dekat area pelabuhan kota, tak lama sebelum ledakan dahsyat terdapat awan asap yang lebih besar dan gelombang kejut di seluruh kota membuat seseorang yang merekam video tersebut terlempar.



Kedahsyatan Ledakan di Lebanon


Pada ledakan yang pertama, api menyebar ke gedung terdekat kemudian memicu ledakan kedua yang lebih besar.

Di Beirut, ledakan tersebut membuat penduduk yang berada di sekitarnya terlempar sejauh 10 kilometer.

Bahkan Istana Baabda, kediaman Presiden Lebanon mengalami kerusakan pada pintu dan jendela di beberapa sayap istana.

Menurut European-Mediterranean Seismological Center (EMSC), ledakan di Lebanon dirasakan hampir 250 kilometer jauhnya di pulau tetangga Siprus.

CNN juga melaporkan bahwa ledakan di Beirut, Lebanon tersebut menyebabkan gelombang seismik yang setara dengan gempa bumi berkekuatan 3,3.

Dilansir dalam Indian Express (5/8), Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri mengatakan, "Skala kerugian terlalu besar untuk dijelaskan dan kerugian terbesar adalah hilangnya banyak orang yang tewas dan terluka."


Penyebab dan Asal-usul Ledakan di Beirut, Lebanon


Penyebab ledakan di Lebanon kemungkinan disebabkan oleh bahan peledak yang disita, disimpan oleh pihak berwenang di dekat pelabuhan.

Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, Kepala Dinas Keamanan Umum Lebanon mengatakan kepada Kantor Berita Nasional bahwa "Bahan tersebut sangat mudah meledak, disimpan di dalam gedung.

" Katanya, bahan peledak ini disita oleh pemerintah bertahun-tahun lalu.

Kantor Berita Nasional juga melaporkan bahwa sumber ledakan diyakini adalah kebakaran besar di sebuah gudang di daerah tersebut.

Setelah ledakan, beberapa penduduk setempat juga melaporkan ada awan oranye yang menggantung di atas kota tersebut.

Presiden Michel Aoun mengatakan setidaknya ada 2.750 ton amonium nitrat yang digunakan dalam pupuk dan bom yang disimpan di pelabuhan tanpa tindakan pengamanan khusus.

Akibat ledakan ribuan amonium nitrat tersebut, udara di Kota Beirut, Lebanon pun dilaporkan tercemar dinitrogen oksida (N2O) sebagai dampak dari ledakan amonium nitrat (N2H4NO3).

Dikutip dalam Live Science, amonium nitrat adalah senyawa kimia yang berwujud kristal putih dan dapat larut dengan air.

Namun senyawa kimia ini dapat membahayakan jika terkena api atau minyak, karena bisa terbakar.

Amonium nitrat dari zat padat bisa meledak menjadi gas dinitrogen oksida (N2O) dan uap air (H2O).

Kasus amonium nitrat bukan kali pertama terjadi. Beberapa kasus ledakan di beberapa negara juga menggunakan amonium nitrat.

Ledakan yang terjadi pada tahun 16 April 1947 di dermaga yang berada di Texas City, AS ledakan terjadi akibat 2.300 ton pupuk.

Hal ini karena rokok yang dinyalakan buruh di pelabuhan. Akibat hal tersebut setidaknya ada 581 orang tewas dan 3.500 orang lainnya luka-luka.

Dan di tahun 2002, Bom Bali yang menewaskan 202 orang juga menggunakan amonium nitrat sebagai bahan peledaknya.

Akibat peristiwa ledakan di Lebanon ini ada lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka.

Para pejabat negara pun mengatakan jumlah korban diperkirakan akan meningkat, karena petugas masih menyelamatkan orang-orang yang tertimbun puing-puing bangunan.

Dalam artikel berjudul "What is ammonium nitrate, the chemical that exploded in Beirut?" oleh Gabriel da Silva, dosen senior Teknik Kimia, University of Melbourne , Australia yang dimuat The Conversation, disebutkan ledakan ribuan ton amonium nitrat tersebut menyisakan sebuah ancaman bagi kesehatan bagi penduduk di Beirut.

Ledakan besar di Lebanon itu telah menghasilkan gas nitrogen oksida (NO) dalam jumlah yang sangat besar.

Gas NO merupakan salah satu polutan pencemar udara terutama di perkotaan yang bisa mengiritasi sistem pernapasan.

Peningkatan kadar dalam jumlah sangat besar seperti yang terjadi di Beirut menurut Gabriel da Silva sangat membahayakan bagi orang yang memiliki masalah sistem pernapasan.


Ledakan di Beirut Membentuk Kawah


Ledakan besar di Kota Beirut, Lebanon juga memunculkan ada dataran yang hilang dan membentuk kawah.

Kawah Beirut berdiameter sekitar 124 meter.

Lebar kawah ini melebihi panjang lapangan sepak bola. Lebar kawah tersebut didapatkan berdasarkan analisis CNN dari citra satelit Planet Labs.

CNN menggunakan perangkat lunak geospasial untuk mengukur citra satelit di lokasi ledakan di Lebanon. Penilaian pengukuran ini pun akurat dalam jarak 10 meter.
Learn more »

Ini Sebabnya Amonium Nitrat Bisa Bikin Ledakan di Lebanon

Dunia digegerkan dengan ledakan di Lebanon yang dahsyat akibat amonium nitrat.

bagaimana bahan pupuk ini bisa jadi begitu berbahaya?

Amonium nitrat terdiri dari kation amonium (NH4) dan anion nitrat (NO3) sehingga menjadi formula senyawa amonium nitrat (N2H4NO3).

Nah, orang-orang terutama petani mengenal amonium nitrat sebagai pupuk.

Kalau ini adalah bahan pupuk, kenapa bisa meledak seperti bahan bakar migas ?

Seperti diihat dari Live Science, ada rangkaian proses kimia yang terjadi sehingga amonium nitrat bisa meledak dengan dahsyat.

Amonium nitrat dari unsur kimianya mengandung senyawa nitrogen. Nitrogen ini memang bermanfaat untuk pertanian.

Itu sebabnya amonium nitrat sering ditambahkan ke pupuk NPK (nitrogen phosporous potassium).

Nah, tapi ada bahayanya nih. Amonium nitrat rentan terhadap api. Api dapat memicu reaksi kimia yang berbahaya seperti halnya yang terjadi dengan ledakan di Lebanon.

Ketika amonium nitrat tersulut api, sifat zat padat padanya mendadak berubah menjadi dua jenis gas. Dengan kata lain, amonium nitrat ini meledak.

Dua gas yang ditimbulkan itu adalah nitro oksida (N2) dan uap air (H2O).

Tahu nitro oksida? Itu lho, gas yang dipakai untuk teknologi NOS (nitrous oxide system) yang suka dipakai di mobil balap dalam film Fast and Furious.

Sedikit saja, bisa membuat mobil Dominic Toretto melesat secepat kilat mengejar musuh-musuhnya.

Sekarang bayangkan kalau yang meledak sebanyak 2.750 ton.

Tidak heran kalau dampak ledakan di Lebanon tersebut tidak main-main.

Puluhan orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka akibat insiden ledakan bahan kimia tersebut.
Learn more »