Facebook Akan Tampilkan Secara Rinci Pendapatan Untuk Kreator
Learn more »
Facebook dilaporkan akan membeli sebuah startup layanan jasa pelanggan yakni Kustomer.
Tujuannya jejaring sosial terbesar di dunia ini ingin menambahkan sebuah alat untuk menarik lebih banyak penjual ke platformnya.
Dilansir dari Reuters, Kostumer memungkinkan bisnis untuk menggabungkan percakapan pelanggan dari beberapa saluran ke dalam satu layar.
Mereka juga mengotomatiskan beberapa tanggapan ke calon pembeli.
Perusahaan Kustomer yang berbasis di New York ini telah mengintegrasikan layanannya di Facebook Messenger dan Instagram.
Kesepakatan ini juga akan memungkinkan Facebook untuk meningkatkan layanan WhatsApp Business-nya.
Saat ini, lebih banyak perusahaan beralih ke aplikasi perpesanan dan Instagram untuk menjawab pertanyaan pelanggan selama pandemi COVID-19.
Kesepakatan antara Facebook dan Kustomer ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal.
Mereka melaporkan tentang kemungkinan biasa akuisisi keduanya di mana transaksi itu menilai Facebook telah membeli Kustomer sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.
Facebook telah menggandakan dorongan e-commercenya yang berharap bahwa kesepakatan ini akan membantu menghasilkan pendapatan iklan baru karena pertumbuhan pengguna Facebook melambat.
Pada awal tahun ini Facebook meluncurkan Shops, sebuah layanan yang memungkinkan pelaku bisnis menampilkan dan menjual produk di seluruh platform Facebook.
Learn more »![]() |
| Facebook dikabarkan melakukan PDKT dengan layanan fintech lokal, yakni GoPay, Ovo, dan Linkaja, untuk menghadirkan WhatsApp Pay di Indonesia. Bagi Facebook, Indonesia merupakan pasar menggiurkan yang merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, Facebook dan WhatsApp punya lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia. Saat ini perusahaan teknologi yang bermarkas di Menlo Park, AS, itu disebutkan tengah mengurus izin agar bisa beroperasi. "Kami sedang melakukan pembicaraan dengan mitra Indonesia, namun diskusi sedang berlangsung dan kami tidak memiliki hal lain untuk dibagikan sekarang ini," menurut Juru Bicara Facebook kepada Reuters. Adapun mitra yang disebutkan Facebook ini, yaitu GoPay miliki Gojek, Ovo kepunyaan Lippo Group dan Grab, serta Linkaja yang didukung perusahaan plat merah. Hal itu diketahui dari Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang mengatakan, Facebook mendekati ketiga pemain e-wallet tersebut untuk bisa berkolaborasi dengannya. "Sejauh ini belum ada yang mengajukan secara resmi. Beberapa dari mereka baru datang untuk berdiskusi saat rapat konsultasi dengan Bank Indonesia," ucapnya. |
Copyright © 2013 this my world and Blogger Templates