Feature news

Tampilkan postingan dengan label facebook features. Tampilkan semua postingan

Facebook Segera Luncurkan Layanan Podcast

Semenjak pandemi konten podcast telah menarik banyak orang-orang sebagai cara untuk menghibur diri dan orang lain secara online. 

Hal ini pun membuat Facebook turut menghadirkan layanan tersebut di platformnya.

Menurut laporan dari The Verge Facebook sudah mulai mengirimkan pemberitahuan via email kepada beberapa penggunanya di mana mereka akan menambahkan layanan Podcast di Facebook pada 22 Juni mendatang.


"Ini akan menjadi proses yang mulus dan setiap kali Anda membuat episode baru, itu akan segera diperbarui ke Halaman Facebook Anda. 

Sehingga pengguna tidak perlu menggunggah atau membuat tautan secara manual," tulis Facebook dalam email tersebut.

Namun untuk saat ini fitur tersebut masih terbatas untuk sejumlah pengguna Facebook akan tetapi diharapkan Facebook akan segera memperluas ke lebih banyak pengguna setelah diluncurkan.


Selain memungkinkan pengguna untuk membagikan podcast mereka di halaman mereka, perusahaan juga diharapkan untuk memperkenalkan fitur yang memungkinkan pendengar membuat klip dari acara favorit mereka.

Layanan ini mirip dengan fitur Remix Reel di Instagram yang pada dasarnya memungkinkan pengguna mengambil Reel dari pembuat lain dan bereaksi untuk melakukan sesuatu yang kreatif dengannya.

Learn more »

Pengguna Facebook Kini Bisa Kontrol Siapa yang Beri Komentar di Unggahan

Facebook memperkenalkan fitur baru yang memberikan lebih banyak kontrol atas konten yang dibagikan ke news feed pengguna. 

Dengan fitur ini, pengguna dapat mengelola siapa yang bisa berkomentar di unggahan publik tersebut.

Pengguna dapat mengaturnya di opsi yang tersedia di menu, mulai dari semua orang yang melihat unggahan bisa berkomentar hingga hanya orang tertentu saja yang dapat berkomentar.

Mengutip keterangan resmi Facebook yang diterima Jumat (2/4/2021), dengan menyesuaikan audiens yang dapat berkomentar, pengguna bisa mengontrol lebih lanjut cara yang diinginkan untuk memicu percakapan di unggahan publik dan membatasi kemungkinan interaksi yang tidak diinginkan.

Jika pengguna tersebut merupakan tokoh publik, kreator, atau merek, mereka bisa memilih untuk membatasi audiens yang dapat berkomentar diunggahan publiknya.

Dengan demikian, para tokoh figur atau kreator bisa merasa aman dan dapat berinteraksi dalam percakapan lebih bermakna dengan komunitas.

"Fitur baru ini adalah salah satu cara terbaru kami untuk membantu Anda mengontrol dan mengkurasi news feed agar mencerminkan diri Anda seiring dengan berkembangnya minat dan prioritas Anda," katanya.

Pihak Facebook mengatakan, mereka berupaya membantu pengguna untuk memahami alasan mereka melihat konten yang ditampilkan di news feed.

 

Kontrol yang dilihat pengguna

 

Pada Oktober 2020, Facebook memudahkan pengguna mengurutkan dan menelusuri news feed sehingga pengguna bisa memiliki lebih banyak kontrol atas konten yang dilihat.

"Kami meluncurkan Favorit, fitur baru untuk mengontrol dan memprioritaskan unggahan dari teman dan Halaman yang paling penting bagi mereka di news feed," kata Facebook.

Lebih lanjut dikatakan, jika seorang pengguna memilih hingga 30 teman dan Halaman atau pages dan dapat digunakan sebagai filter tersendiri.

Orang yang sering menggunakan Favorit dapat mengaksesnya dari bilah filter beranda (Home Filter Bar), menu baru di atas news feed.

Home Filter Bar menawarkan akses yang lebih mudah ke Terbaru (latest). 

Dengan begitu, pengguna dapat lebih mudah beralih antara news feed yang diurutkan berdasarkan algoritma dan kronologis mulai dari postingan terbaru.

 

Bakal Hadir di Aplikasi Facebook di Android dan iOS

 

Dalam waktu dekat, pengguna aplikasi Android akan dapat mengakses Home Filter Bar ketika menggulir news feed.

Fungsionalitas yang sama akan diuji di aplikasi iOS pada minggu-minggu mendatang. 

Terlepas dari seberapa sering pengguna menggunakannya, mereka dapat menemukan Terbaru dan Favorit di menu Shortcut.

Ini merupakan tambahan terbaru dalam rangkaian kontrol yang sudah ada, sebelumnya Facebook sudah memiliki Snooze yang berfungsi untuk menyembunyikan sementara suatu unggahan dari orang tertentu. Facebook juga sempat menonaktifkan iklan politik.

 

Pahami Kenapa ada Saran Unggahan di News Feed

 

Untuk membantu pengguna menjelajahi konten baru yang relevan, Facebook memberi saran ungahan di news feed berupa unggahan dari Halaman dan Grup yang dinilai menarik bagi pengguna tersebut.

Saran unggahan ini didasari beberapa faktor seperti interaksi unggahan, topik terkait, dan lokasi.

Learn more »

Facebook Uji Fitur untuk Terhubung dengan Tetangga

Facebook tampaknya akan mengikuti layanan aplikasi Nextdoor, sebuah jaringan sosial yang dirancang khusus untuk lingkungan sekitar rumah. 

Dengan fitur baru Facebook ini akan membantu para penggunanya terhubung dengan tetangga di dekat mereka.

Fitur ini dinamai Neighborhoods yang memungkinkan pengguna menampilkan postingan, grup dan item pasar lokal. Juru bicara Facebook pun telah mengonfirmasi pengujian ini.

"Lebih dari sebelumnya, orang menggunakan Facebook untuk berpartisipasi dalam komunitas lokal mereka," kata juru bicara Facebook seperti dilansir dari CNET.

"Untuk membantu mempermudah melakukan ini, kami meluncurkan uji Lingkungan terbatas, sebuah ruang khusus di dalam Facebook bagi orang-orang untuk terhubung dengan tetangga mereka," tambahnya.

Matt Navarra konsultan media sosial pun membagikan informasi terkait ujicoba fitur baru Facebook ini lewat akun Twitternya. 

Dalam cuitannya pengguna nantinya dapat beralih lingkungan dan memiliki opsi privasi khusus untuk mengelola aktivitas dalam grup.

Fitur tersebut mirip dengan Nextdoor, jejaring sosial yang berfokus pada komunitas dengan sekitar 27 juta pengguna aktif bulanan. 

Didirikan pada 2011, Nextdoor mengatakan misinya adalah membantu tetangga menciptakan komunitas yang lebih kuat dan lebih aman.

Tidak jelas berapa banyak pengguna yang terlibat dalam pengujian fitur atau kapan atau apakah fitur ini akan dirilis ke jejaring sosial yang lebih luas. 

Facebook pun mengingatkan bahwa fitur tersebut hanya dalam tahap pengujian sehingga perusahaan bisa mendapatkan umpan balik dan melakukan perubahan yang diperlukan.

Learn more »

Facebook Luncurkan Layanan Kencan di Eropa

Facebook belum lama ini telah meluncurkan layanan kencan di 32 negara Eropa, peluncuran ini sempat tertunda karena terbentur masalah peraturan dari pemerintah setempat.

Layanan kencan ini awalnya direncanakan diluncurkan pada bulan Februari namun tertunda karena adanya kekhawatiran dari Komisaris Perlindungan Data (DPC) Irlandia, regulator utama di Uni Eropa untuk sejumlah perusahaan teknologi terbesar di dunia termasuk Facebook.

Saat itu DPC kecewa karena informasi tentang peluncuran layanan kencan Facebook sangat singkat dimana pada 3 Februari mereka baru diberitahu bahwa tanggal 13 Februari layanan tersebut akan diluncurkan.

Pihaknya juga mengatakan tidak diberikan dokumentasi mengenai penilaian dampak perlindungan data atau proses pengambilan keputusan yang telah dilakukan oleh Facebook.

Dilansir dari Reuters, layanan yang dinamai Facebook Dating ini adalah ruang keikutsertaan khusus dalam aplikasi Facebook telah diluncurkan di Amerika Serikat pada September tahun lalu dan saat ini tersedia di 20 negara lain.

"Pengguna dapat memilih untuk membuat profil kencan, dan dapat menghapusnya kapan saja tanpa menghapus akun Facebook mereka," kata Kate Orseth Manajer Produk Facebook Dating.

Ia menambahkan nama depan dan usia pengguna di profil kencan mereka akan diambil dari profil Facebook dan tidak dapat diedit di layanan kencan.

"Bahwa nama belakang pengguna tidak akan ditampilkan dan mereka dapat memilih untuk membagikan informasi pribadi lainnya dan informasi di profil mereka," jelasnya.

Learn more »

Tutorial Membuat Avatar di Facebook

Mengawali pekan ini tidak ada salahnya mengutak-atik akun Facebook. 

Yang lagi viral adalah membuat avatar di Facebook. Inilah tutorial cara membuatnya. Gampang kok!

Fitur Avatar yang hadir di Facebook membuat pengguna bisa membuat wajah mereka dalam versi kartun. Avatar ini bisa digunakan di feed, komentar hingga di Messenger.

Tak heran, para pengguna Facebook di Indonesia ramai-ramai membuat gambar avatar diri mereka. Kalau kamu belum ikutan, jangan sampai ketinggalan dong.

Cara membuat avatar di Facebook sangat gampang. Yuk ikutin tutorialnya :









Learn more »

Facebook Akan Beri Peringatan Jika Pengguna Sebar Berita Lama


Facebook akhirnya mengambil tindakan terkait modus penggunanya menyebarkan berita lama. Akan ada peringatan supaya orang-orang waspada.

Berita politik lama, peristiwa besar atau bencana alam, seringkali disebarkan ulang oleh pengguna.

Biasanya hal itu untuk provokasi atau mencari kehebohan belaka.

Berita demonstrasi tahun kemarin, disebar ulang dengan narasi provokatif, "Rakyat turun ke jalan".

Berita bencana alam entah beberapa tahun lalu disebar ulang dengan kata-kata, "Awas bahaya mengancam".

Pernah mendapatkan hal macam itu di timeline Anda? Anda tidak sendirian.

Oleh karena itu Facebook ingin memastikan para penggunanya dapat menyadari jika berita yang ingin mereka kirim ulang dan bagikan di platformnya tetap relevan.

Jangan sampai, pengguna lain tertipu karena menyangka itu adalah peristiwa baru.

Facebook pun mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan sebuah fitur peringatan.

Jika berita yang akan dibagikan oleh pengguna lebih dari 90 hari maka pengguna akan diberikan peringatan tersebut.

Meski demikian, tidak berarti Facebook melarang pengguna untuk berbagi artikel.

Namun hal ini diharapkan pengguna jadi tahu bahwa informasi yang mereka bagikan adalah berita lama.

"Selama beberapa bulan terakhir, penelitian internal kami menemukan bahwa ketepatan waktu sebuah artikel adalah bagian penting dari konteks yang membantu orang memutuskan apa yang harus dibaca, dipercaya, dan dibagikan."

pernyataan Facebook yang dilansir dari Ubergizmo.

Sebenarnya, berita lama tidak selalu basi.

Misalnya, penemuan atau terobosan ilmiah masih layak dibaca jika belum tentu baru atau topik umum yang membuat orang merasa senang atau bahagia juga layak dibaca meskipun mungkin sudah lama.

Namun jika itu adalah berita peristiwa yang sensitif, apalagi bisa menyulut emosi orang, tentu pengguna juga harus berhati-hati.

Jangan sampai kita sudah marah-marah dan emosional atau malah panik akibat sebuah berita yang disebar di Facebook.

Eh, ternyata itu adalah peristiwa tahun kemarin, ngeselin kan...
Learn more »

Facebook Uji Integrasi Wikipedia ke Dalam Hasil Pencariannya

Biasanya saat mencari informasi di Google, terkadang muncul panel informasi di sebelah kanan yang memberi uraian singkat tentang topik yang dicari, serta diberikan tautan ke situs web dan kebanyakan dari Wikipedia.

Saat ini tampaknya Facebook tengah berusaha melakukan hal yang sama dengan melakukan uji coba yang ditemukan dan dibagikan oleh beberapa pengguna di Twitter.

Dilansir dari Ubergizmo Facebook juga telah mengkonfirmasi bahwa ini memang fitur yang sedang mereka uji coba dan hal tersebut adalah program percontohan yang mereka jalankan di iOS versi desktop dari situs webnya.

Namun karena ini masih dalam tahap uji coba jadi tidak semua pengguna dapat melihat fitur ini dan juga belum dapat dipastikan kapan fitur ini akan dirilis oleh Facebook untuk umum.

Melansir juga dari TechCrunch, fitur ini masih sedikit menguntungkan di mana topik-topik tertentu menghasilkan tautan ke Wikipedia sementara yang lain tidak.

Namun mengingat Facebok sedang menguji fitur tersebut ada kemungkinan bahwa masih ada beberapa bug yang belum mereka selesaikan, sehingga dapat dimengerti jika soal tersebut mungkin belum menjadi solusi yang sempurna.

Fitur ini terbilang menarik tidak yakin berapa banyak orang yang benar-benar menggunakan Facebook untuk mencari informasi dibandingkan dengan Google.

Namun jika pengguna menggunakan fitur ini mungkin bisa bisa bisa menjadi sesuatu yang dinanti-nanti di masa depan jika dan kapan Facebook memutuskan untuk meluncurkannya kepada umum.
Learn more »

Tampilan Baru Facebook Meluncur dengan Dark Mode

Tampilan baru situs desktop Facebook akhirnya meluncur secara global setelah pertama kali diumumkan di ajang F8 tahun lalu.

Desain baru ini membawa tampilan yang lebih sederhana dan dark mode yang telah lama ditunggu-tunggu.

Dikutip dari The Verge, Facebook mengatakan desain baru ini terinspirasi dari tampilan aplikasi mobile yang dirancang untuk memberikan navigasi yang lebih mudah.

Situs baru ini juga akan dimuat lebih cepat dibanding pendahulunya.

Layout baru ini menampilkan News Feed yang lebih ramping, dengan ruangan yang lebih luas di bagian kanan dan kirinya.

Selain itu ikon yang ditampilkan juga lebih besar dengan menu bar yang memungkinkan pengguna untuk berpindah ke bagian lain aplikasi dengan cepat.

Pengguna Facebook juga akan dimudahkan saat membuat Event, Pages, Groups dan iklan dengan desain baru ini.

Pengguna juga bisa meninjau Group baru yang sedang dibuat secara real time dan melihat bagaimana tampilannya di perangkat mobile sebelum diluncurkan.

Tapi bagi banyak orang yang paling ditunggu-tunggu adalah kehadiran dark mode untuk desktop.

Dengan desain baru ini, Facebook akhirnya mengikuti jejak Twitter dan sejumlah aplikasi media sosial lainnya yang mengenalkan dark mode di situs desktop.

Sebagian besar pengguna Facebook akan melihat tampilan baru ini dalam waktu dua minggu ke depan, dan tampilan ini akan aktif secara default.

Jika ingin mencoba desain baru Facebook dan mengaktifkan dark mode tanpa menunggu, coba cara berikut :

- Klik tanda panah ke bawah yang ada di menu bar bagian atas untuk membuka menu pengaturan Facebook.

- Klik 'Switch to new Facebook'. Kalau tidak melihat opsi ini berarti kalian masih belum beruntung.

- Untuk mengaktifkan dark mode, klik tanda panah yang sama dan geser dark mode dari off menjadi on.

Kalian juga bisa mencari jendela pop-up di bagian atas dengan tulisan 'You're invited to the new Facebook.com'. Jika melihat pop-up tersebut, klik Try It.
Learn more »

Facebook Luncurkan Fitur Senyapkan Notifikasi

Facebook mengakui bahwa pentingnya orang-orang untuk sejenak meninggalkan media sosial tak hanya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau melakukan aktivitas lainnya, tetapi juga untuk kesehatan mental.

Karena alasan itulah Facebook merilis fitur 'Quiet Mode' yang memungkinkan pengguna dapat membatasi dan mengatur waktu untuk berinteraksi di aplikasi Facebook.

Dengan mengaktifkan fitur Quite Mode maka seluruh pemberitahuan dengan waktu yang pengguna tentukan akan disenyapkan.

Lalu jika pengguna mencoba untuk membuka aplikasi sedangkan mode ini masih aktif, maka akan diberikan pengingat bahwa aplikasi ini masih berada dalam Quite Mode dan akan menampilkan pintasan untuk mengelola pengaturan untuk mode ini.

Dilansir dari PhoneArena fitur ini belum ditemukan untuk versi Android, namun kemungkinan fitur ini sudah tersedia untuk versi iOS.

Berbagai media sosial seperti Netflix, TikTok, bahkan YouTube telah menurunkan kualitas tampilan konten video mereka guna mengimbangi lalu-lintas trafik yang makin tinggi akibat aturan orang-orang harus berdiam di rumah agar terhindar dari virus COVID-19.

Selain itu Facebook juga tengah berjuang untuk tetap mempertahankan operasional platform mereka seperti Messenger, Instagram, dan WhatsApp juga mengalami peningkatan akibat banyak pengguna yang memanfaatkan fitur ini untuk tetap dapat terhubung dengan keluarga dan rekan-rekan mereka.

Sebagai pengingat, pengguna dapat selalu menggunakan fitur Digital Wellbeing di Android atau screentime di iOS untuk mengatur batasan waktu harian aplikasi yang banyak menghabiskan waktu.
Learn more »

Mencegah Pengguna dari Kalangan Anak Jadi Korban Penculikan, Facebook Hadirkan Fitur AMBER Alert


Mencegah Pengguna dari Kalangan Anak Jadi Korban Penculikan, Facebook Hadirkan Fitur AMBER Alert



Sebuah media sosial merupakan wadah dan sarana bagi para penggunanya untuk mengekspresikan dirinya dalam jagat dunia maya yang semakin berkembang saat ini. 
Namun tentunya sistem keamanan yang dimiliki oleh sebuah media sosial harus tetap diperhatikan oleh para pengguna di seluruh dunia.
Bagaikan pisau bermata dua, sebuah akun media sosial terkadang mampu menghadirkan kesenangan namun  juga mampu menghadirkan sebuah berita duka. 
Menilik pada beberapa waktu yang lampau, banyak terjadi kasus penculikan dan juga kasus jual beli anak serta wanita khususnya, yang menggunakan akun media sosial Facebook. 
Melihat hal tersebut, pihak Facebook saat ini telah menanamkan sebuah sistem keamanan terbaru yang dapat menjamin keselamatan dari para penggunanya.
Dilansir dari CNet, diketahui bahwa Facebook telah menanamkan America's Missing Broadcast Emergency Response (AMBER) Alert yang merupakan sebuah sistem keamanan yang mampu memberikan informasi menyangkut seorang anak yang telah menghilang dan juga diculik yang akan disebarkan kepada para pengguna Facebook lainnya yang ada dan tinggal dalam kawasan yang sama dengan lokasi menghilangnya sang anak. 
Dengan menampilkan pemberitahuan dari AMBER Alert pada halaman News Feed, Facebook mengharapkan penurunan jumlah penggunanya yang mengalami nasib naas dalam kasus penculikan maupun pembunuhan khususnya bagi anak-anak dan juga para wanita. 
Pemberitahuan yang muncul tersebut dapat diakses secara langsung oleh National Center for Missing and Exploited Children(NCMEC) yang merupakan sebuah badan pencarian khusus yang ada di Amerika Serikat untuk mengumpulkan informasi dari para pengguna Facebook yang memberikan respon dan informasi terkait dengan pemberitahuan dari AMBER Alert yang muncul pada News Feed mereka.
Namun, dengan peningkatan kualitas pengamanan miliknya, Facebook menyatakan tidak akan mengganggu kenyamanan dari para penggunanya di seluruh dunia. 
Karena pemberitahuan dari sistem keamanan terbarunya ini hanya akan muncul pada halaman News Feed para pengguna yang berdomisili sama dengan lokasi menghilangnya korban penculikan.
Nantinya, dalam pemberitahuan tersebut, Facebook tidak akan mencantumkan nomor ponsel maupun alamat email sang korban, sehingga data pribadi korban akan tetap aman.
Selain itu, Facebook melalui  Emily Vacher selaku Trust and Safety Manager menghimbau kepada para pengguna akun Facebook agar dapar bekerja sama untuk memberikan informasi kepada pihaknya maupun NCMEC apabila mengetahui informasi terkait pemberitahuan atas anak yang hilang yang muncul pada halaman News Feed miliknya.
Learn more »

Mengikuti Langkah Google+, Facebook Kembangkan Fitur Edit Foto Otomatis


Mengikuti Langkah Google+, Facebook Kembangkan Fitur Edit Foto Otomatis



Sebuah sosial media tentunya harus memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik minat dari para penggunanya. Fitur-fitur yang ditawarkan oleh sebuah sosial media harus mampu penuhi kebutuhan untuk mengekspresikan diri pengguna, salah satunya melalui fitur untuk berbagi foto. Jika setahun yang lalu Google+ telah menambahkan fitur edit foto otomatis, maka kini giliran Facebook yang melakukannya.
Dilansir dari PhoneArena, diketahui bahwa aplikasi Facebook untuk ponsel berplatform iOS telah mendapatkan pembaruan berupa fitur mengedit foto otomatis. Fitur terbaru yang ditanamkan Facebook tersebut dapat membantu pengguna dalam mengedit pencahayaan, bayangan dan juga ketajaman dari gambar atau foto yang ingin dibagikan melalui sosial media tersebut.
Langkah pembaruan ini dilakukan Facebook karena melihat jumlah pengguna yang berbagi foto melewati akun pribadi mereka sudah cukup banyak. Selain itu, dengan fitur terbarunya ini Facebook mengharapkan akan lebih banyak lagi pengguna yang bergabung dengan Facebook. 
Namun sejauh ini, pembaruan tersebut baru dapat dirasakan oleh para pemegang handset besutan Apple saja. Belum ada pernyataan dari Facebook mengenai pembaruan pada ponsel berbasis Windows, namun yang pasti masih dari sumber yang sama diketahui bahwa Facebook akan segera melakukan pembaruan pada handset berbasis Android terkait fitur terbarunya tersebut.
Learn more »

Hore!! Fitur Baru Facebook Bisa Kelola Group


Sosial media satu ini memang menjadi salah satu favorit semua kalangan usia, dari mulai anak - anak, remaja, orang dewasa hingga para orang tua hampir semuanya memiliki account Facebook. Selama ini penggunaan sebuah sosial media tidak terbatas hanya sebatas hiburan semata, namun juga terkadang digunakan untuk menjadi wadah dalam melancarkan usaha, berbincang dengan kawan, kerabat, dan juga keluarga yang berada jauh di ujung negeri.
Melihat kebutuhan dari para penggunanya, Raksasa jejaring sosial tersebut merilis fitur terbarunya yaitu Facebook Groups. Di mana fitur ini memiliki fungsi untuk membuat rencana liburan, mendukung teman - teman, menyusun suatu project pekerjaan dengan kerabat dan juga saling berbagi dengan komunitas.
Seperti yang disampaikan oleh Pihak Facebook Indonesia, melalui pernyataan resminya mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg terus berusaha menghadirkan pengalaman berbagi secara cepat dan lebih baik bagi para pengguna Facebook. Penggunaan fitur terbaru dalam Facebook ini tidak terbatas hanya melalui desktop saja, namun dapat juga digunakan melalui ponsel. Selamat Mencoba.
Learn more »

Safety Check, 'Alarm' Facebook Saat Bencana Melanda


Fitur Baru Facebook, Dapat Informasikan Bencana Alam
Becana alam memang tidak bisa diduga-duga datangnya dan selalu membuat was-was bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Seperti yang dialami oleh Indonesia. Salah satu yang baru saja terjadi saat ini yaitu bencana alam meletusnya Gunung Sinambung.
Facebook sebagai media sosial yang memiliki pengguna paling banyak di dunia, kini tengah merilis fitur terbaru yang dirancang untuk membantu para pengguna agar dapat memeriksa keluarga atau teman-teman yang tinggal di daerah bencana. Dengan alat yang dirancang ini bekerja memicu push notification pada perangkat yang dekat pada daerah bencana.
Facebook telah menentukan lokasi yang merupakan daerah rawan bencana, sehingga jika kota anda yang bisa terhubung dengan internet maka cukup tekan “I’m safe” dan langsung secara otomatis akan memberitahukan kepada teman-teman di Facebook.
Seperti yang dilansir oleh TheVerge, peresmian fitur ini secara langsung dilakukan oleh Mark Zuckerberg, CEO Facebook di Jepang. Negara Sakura ini dipilih karena memang masuk ke dalam kawasan rawan bencana, seperti yang beberapa waktu lalu terjadi gempa bumi hebat yang disertai oleh bencana tsunami dengan merusak pembangkit listrik tenaga nuklir.
Naomi Gleit, wakil Presiden Manajemen produk di Facebook menjelaskan  bahwa langkah yang dibuat oleh Facebook ini akan menciptakan kemudahan bagi korban bencana untuk melakukan pesan peringatan bencana agar membuatnya lebih mudah dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Tes awal untuk alat yang dibuat oleh Facebook ini, sukses dan akhirnya menyebabkan penambahan fitur yang dimulai hari ini. Raksasa jejaring sosial akan bekerja dengan pihak berwenang di wilayah rawan bencana. Untuk saat ini fitur sudah tersedia di  Android, iOS  dan versi desktop Facebook.
Learn more »

Facebook Luncurkan FB Newswire, Siap Gantikan Posisi Twitter Sebagai Sumber Berita


Facebook mulai menyadari bahwa media sosial telah berkembang pesat. Tak hanya sekedar menjadi wadah bertemunya teman, rekan kerja, atau keluarga, social networking juga telah menjadi sebuah tempat sumber berita. Tak heran bila Facebook kini melansir sebuah fitur terbaru bernama FB Newswire.
FB Newswire sendiri dirilis untuk pertama kalinya pada Kamis, 24 April silam. Facebook sengaja merancang fitur barunya tersebut sebagai sumber utama berita bagi para jurnalis yang kerap berselancar di internet, seperti yang dikutip dari Time.
Facebook sendiri merasa yakin akan masa depan FB Newswire. Pasalnya, tools ini turut didukung oleh Storyful, sebuah perusahaan yang dibeli oleh NewsCorp, kantor berita milik Rupert Murdoch dengan nilai US$ 25 juta pada tahun 013 silam. Artinya, berita-berita yang dirilis oleh FB Newswire bisa disebut cukup akurat.
Namun di lain pihak, peluncuran FB Newswire sendiri bisa dilihat sebagai sebuah “serangan” baru dalam peperangan media sosial. Sebelumnya, anda terus-menerus mengandalkan Twitter sebagai salah satu sumber berita. Kehadiran FB Newswire bakal mengubah peta persaingan, karena pengguna media sosial bisa beralih dari situs dengan logo burung biru tersebut.
Learn more »

Selain pria & Perempuan, FB Tambah Pilihan Jenis Kelamin Baru


FB transgender
FB terapkan kebijakan yang tak biasa. Kini, jejaring sosial top itu menambah opsi lebih beragam di form registrasi pengguna saat memilih gender. Umumnya,jenis kelamin yang jadi opsi yakni laki-laki dan perempuan. Tapi, Facebook tawarkan gender lebih banyak pilihan. Apakah itu?
Ada sekitar 50 opsi gender yang bisa dipilih pengguna. Mengutip laman VOA Indonesia, 50 gender itu termasuk androgynous atau berkelamin dua dan bi-gender atau transseksual. Bahkan, pengguna miliki kebebasan untuk mendiskripsikan diri mereka.
‘What pronoun do you prefer?’, itulah tulis form registrasi baru Facebook itu. Pengguna bebas memilih ia ingin dipanggil apa dengan dengan status suka-suka. Bisa, he, she, atau bahkan they jika tak ingin keduanya atau memilih ‘netral’.
Rencananya Facebook akan lakukan perubanan ini secara global dengan menjalin kemitraan bersama para aktivis internasional. Kerjasama yang dilakukan untuk menyediakan terminologi yang pas yang cocok untuk diterapkan di pelbagai negara.
Apakah kebijakan dan sistem ini berlaku pula di Indonesia? Mengutip beberapa sumber, pada mulanya perubahan itu hanya menyasar ke pengguna Facebook yang gunakan Bahasa Inggris (Amerika). Namun tidak menutup kemungkinan bila akan di-roll out secara global.
Selama ini hak-hak mereka kaum yang dianggap ‘tak jelas’ itu selalu diabaikan dan tidak diperhatikan. Di Amerika Serikat, muncul pelbagai gerakan untuk memperjuangkan hak-hak kaum transgender. Sementara itu Transgender Law Center menyambut baik rencana FB tersebut. Kaum minoritas transgender pasti akan sangat bahagia mendengar kabar itu.
Learn more »