Feature news

Tampilkan postingan dengan label google maps features. Tampilkan semua postingan

Google Maps Punya Fitur Baru Lite Navigation, Apa Itu?

Layanan peta online Google Maps sudah menyertakan petunjuk arah bersepeda namun bukan mode navigasi khusus bagi pengguna yang kerap berpergian dari satu tempat ke tempat lain dengan sepeda.

 

Nah kabarnya Google akan melakukan perubahan di mana pada beberapa bulan mendatang akan diperkenalkan fitur navigasi bagi pesepeda yang dinamai 'lite navigation'.

 

Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk melihat secara detail jalur perjalanan tanpa harus membuka layar ponsel. 

 

Pengguna juga tidak perlu memasuki antarmuka belokan demi belokan secara penuh untuk menggunakan fitur ini.

 

Google mengumumkan pengenalan lite navigation sebagai bagian dari upaya memperluas layanannya, seperti informasi terkait berbagi sepeda dan skuter tersedia di 300 kota di seluruh dunia.



Bagi mereka yang masih bergantung pada mobil mereka, rute mobil ramah lingkungan, yang diumumkan Google pada akhir Maret, kini tersedia di AS.

 

Dengan peluncuran fitur tersebut, Maps akan menampilkan rute paling hemat bahan bakar yang dapat diambil pengguna ke suatu tujuan, selain rute tercepat seperti biasanya.

 

Alat ini juga akan menampilkan penghematan bahan bakar relatif jika pengguna memutuskan untuk mengikuti rute yang lebih efisien.

 

Google memperkirakan fitur tersebut dapat membantu mencegah 1 juta ton emisi karbon memasuki atmosfer. 

 

Itu setara dengan memindahkan 200.000 mobil dari jalan. Google diperkirakan segera untuk meluncurkan rute ramah lingkungan ke negara-negara Eropa sekitar tahun 2022.

Learn more »

Fitur Baru Google Maps Bikin Berkendara Jadi Lebih Aman

Peta baru Google Maps yang lebih detail Foto: dok. Google

 

Google mengumumkan sederet fitur baru untuk Google Maps di konferensi developer I/O 2021. Update Google Maps kali ini mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jalan.

Fitur pertama membantu pengguna untuk mencegah mengerem mendadak saat sedang berkendara dengan bantuan machine learning dan informasi navigasi.


Jadi Google Maps akan mencari rute tercepat dan mengidentifikasi rute yang minim risiko bagi pengguna untuk mengerem mendadak. 

Beberapa hal yang dianggap bisa membuat pengendara mengerem mendadak antara lain penutupan jalan, pintu keluar jalan tol yang membingungkan atau sekedar kemacetan.

"Kami sangat bersemangat tentang ini karena kami yakin perubahan rute ini berpotensi untuk menghilangkan lebih dari 100 juta momen mengerem mendadak di rute yang dijalankan di Google Maps setiap tahun," kata Director Product Management Google Maps, Oren Naim, dalam media briefing virtual.

Update ini akan digulirkan ke Google Maps di Android dan iOS secara global dalam beberapa bulan ke depan.

Google juga mengenalkan dua fitur baru yang memudahkan pejalan kaki. 

Pertama, lewat fitur Live View pengguna bisa menjelajahi kota yang belum pernah dikunjungi sebelumnya dengan lebih mudah dengan bantuan augmented reality.

Live View versi baru bisa langsung diakses dari Google Maps dan akan menampilkan detail tentang restoran atau toko di area sekitar, lengkap dengan foto terbaru dan menu populer. 

Agar tidak mudah tersesat, Live View kiha akan menampilkan petunjuk jalan untuk persimpangan yang rumit.

Fitur ini akan diluncurkan untuk pengguna Android dan iOS dalam beberapa bulan mendatang, tapi hanya di negara di mana fitur Live View tersedia.

Google juga memperluas peta yang lebih detail untuk membantu pejalan kaki. 

Peta baru ini menampilkan jalanan yang lebih detail dengan zebra cross, lampu lalu lintas, trotoar dan jalan raya yang sesuai skala.

Naim mengatakan fitur ini akan menyambangi 50 kota baru pada akhir tahun 2021, termasuk Seattle, Singapura, Berlin dan Sao Paolo. 

Peta yang lebih detail ini akan mulai digulirkan untuk pengguna Android dan iOS dalam beberapa bulan ke depan.


Peta Google Maps tampilkan tempat yang lebih relevan Foto: dok. Google

 

Google Maps juga akan menghadirkan informasi yang lebih dinamis untuk pengguna dan menampilkan peta yang relevan dengan kebutuhan pengguna. 

Jadi misalnya saat pagi hari pengguna akan melihat lebih banyak kedai kopi di peta ketimbang restoran.


Terakhir, Google Maps juga akan menampilkan tingkat keramaian atau busyness information ke area yang lebih luas. 

Jika sebelumnya fitur ini hanya terbatas untuk tempat-tempat spesifik seperti pusat perbelanjaan atau restoran, kini pengguna bisa melihat tingkat keramaian di wilayah kota yang lebih luas.

"Contohnya, jika Sabtu pagi kalian ingin mengelilingi kota, kalian tidak ingin diganggu keramaian, kalian bisa membuka Google Maps dan secara langsung melihat lokasi ramai yang ingin dihindari seperti jalanan di dekat pasar," kata Naim.


Google Maps tampilkan tingkat keramaian di bagian kota Foto: dok. Google

Learn more »

Google Maps Akan Tampilkan Cuaca dan Kualitas Udara

Google Maps kedatangan sederet fitur baru yang akan segera digulirkan ke pengguna Android dan iOS. Salah satunya adalah fitur yang menampilkan cuaca dan kualitas udara.

Fitur cuaca ini akan ditampilkan dalam layer khusus di peta. 

Fitur ini akan menampilkan temperatur dan kondisi cuaca di sebuah lokasi, sekaligus memberikan perkiraan cuaca tiap jam atau secara mingguan.

"Jadi jika kalian ingin merencanakan sejak jauh-jauh hari, kami membuatnya jadi lebih mudah untuk kalian," kata VP Product Google Maps Dane Glasgow dalam media briefing virtual.

 

Informasi cuaca yang ditampilkan di Google Maps akan disediakan oleh The Weather Company yang merupakan platform milik IBM. 

Fitur ini akan tersedia secara global untuk pengguna Android dan iOS dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, layer kualitas udara di Google Maps akan menampilkan seberapa bersih kualitas udara di suatu tempat. 

Glasgow mengatakan fitur ini bermanfaat untuk pengguna yang mengalami alergi atau berencana pergi ke tempat yang rawan kebakaran hutan.

 

Fitur ini akan mengandalkan data dari sumber seperti Airnow.gov dan Central Pollution Board di India. 

Layer kualitas udara ini akan digulirkan di Australia, India dan Amerika Serikat terlebih dahulu dan akan diluncurkan ke negara lain dalam waktu dekat.


Google Maps juga memperluas ketersediaan Mode Mengemudi Asisten ke lebih banyak bahasa. 

Fitur ini memudahkan pengguna untuk mengirimkan dan menerima panggilan atau SMS, melihat pesan baru dari berbagi aplikasi dan meminta teks dibacakan secara lisan.

Semua perintah di atas bisa dilakukan hanya dengan menggunakan suara lewat Google Assistant dan tanpa perlu meninggalkan layar navigasi, jadi perhatian pengguna bisa difokuskan untuk berkendara.

Mode Mengemudi Asisten akan diluncurkan untuk Android di 13 negara baru dalam beberapa bulan ke depan yaitu Australia, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, India, Indonesia, Irlandia, Jepang, Meksiko, Singapura dan Spanyol.


Learn more »

Inovasi Google Maps Agar Tak Sekadar Jadi Aplikasi Peta

Fitur Indoor Live View Google Maps Foto: dok. Google

 

Google Maps baru saja mengumumkan sederet fitur baru yang semakin memudahkan jutaan penggunanya di seluruh dunia. 

Tapi Google tidak akan berhenti berinovasi agar Maps tidak sekedar menjadi aplikasi peta.

"Tantangan yang kami berikan ke tim bukan tentang bagaimana menciptakan peta yang lebih baik," kata VP Product Google Maps Dane Glasgow dalam media briefing virtual.

"Ini adalah tentang bagaimana mendefinisikan ulang dengan tepat seperti apa petanya, informasi yang ditemukan, dan cara berinteraksi dengannya," imbuhnya.

 

Glasgow mengatakan ke depannya Google akan melanjutkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) agar bisa menampilkan informasi yang lebih akurat ke pengguna Maps 220 juta negara di dunia. 

Sekarang, Google Maps menerima 50 juta update tiap harinya, mulai dari menu restoran baru atau penutupan jalan sementara, dari pengguna dan mitra di seluruh dunia.

Selain itu, Google akan mengembangkan teknologi 3D untuk memvisualisasikan informasi yang dimiliki dalam peta dengan lebih menarik. 

Misalnya seperti fitur Indoor Live View yang memberikan panduan navigasi yang lebih mudah di dalam ruangan, misalnya untuk mencari lift dan ATM di dalam bandar udara atau pusat perbelanjaan.

Fitur baru ini berbasis fitur Live View yang pertama kali dikenalkan Google Maps tahun 2019. 

Dengan fitur ini, pengguna akan melihat lokasi di sekitar mereka dalam bentuk 3D dengan panduan navigasi real time di layar.

"Bayangkan kalian memiliki transit yang mepet di bandara dan harus mencari pintu dan mungkin toilet. 

Kini, cukup mengangkat ponsel dan kalian akan melihat arahnya ditampilkan di duniamu," kata Rusell Dicker dari tim Google Maps dalam kesempatan yang sama.

Model 3D yang dikembangkan Google saat ini sudah semakin canggih, bahkan bisa mendeteksi kota lokasi pengguna hingga restoran yang berada di sekeliling pengguna dengan cepat.

Tim Google Maps juga terus meningkatkan teknologi yang bisa menggabungkan miliaran foto Street View, aerial dan satelit agar bisa mengubah peta 2D menjadi peta 3D yang lebih akurat.

Selain itu, Google Maps juga memudahkan penggunanya di Amerika Serikat untuk belanja kebutuhan sehari-hari. 

Google bekerjasama dengan beberapa peritel AS untuk mengambil belanjaan mereka di pinggir toko, melacak status pesanan online mereka, dan membagikan waktu tiba ke toko.


Pengguna yang berbelanja secara online juga langsung bisa melihat informasi penting tentang penyedia layanan, waktu ketersediaan pengiriman, biaya dan lain-lain langsung dari Search dan Maps.

"Selama bertahun-tahun, kami melihat bagaimana berinvestasi dalam memetakan kota, seperti menempatkan jalan dan bisnisnya dalam peta bisa sangat membantu ekonomi lokal berkembang," ucap Glasgow.

"Jadi bagi kami, tidak cukup hanya membuat pengalaman canggih ini untuk orang-orang di San Francisco atau Tokyo. 

Kami sangat berkomitmen membangunnya untuk semua orang," pungkasnya.


Learn more »

Fitur Baru Google Maps Bantu Pengguna Hemat BBM & Ramah Lingkungan

Google Maps meluncurkan sejumlah fitur baru demi membantu pengguna menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan. 

Fitur ini diluncurkan mengikuti komitmen berkelanjutan yang dicanangkan Google tahun lalu untuk membantu satu miliar orang mengurangi jejak karbonnya.

Fitur pertama yang dikenalkan adalah rute ramah lingkungan dalam navigasi berkendara. 

Dengan fitur ini Google Maps akan otomatis menggunakan rute yang memiliki jejak emisi karbon paling rendah dengan perkiraan waktu tiba yang hampir sama.


Jika rute ramah lingkungan meningkatkan waktu kedatangan secara signifikan, pengguna akan bisa membandingkan dampak emisi karbon antara rute-rute yang ada jadi bisa memilih antara rute yang paling cepat atau yang paling ramah lingkungan.

"Kami bisa melakukan ini berkat keahlian selama 13 tahun dan kemitraan dengan US National Renewable Energy Lab," kata Russell Dicker dari tim Google Maps, dalam media briefing virtual.

"Lewat kemitraan ini, kami membangun model rute baru yang mengoptimalkan konsumsi bahan bakar paling rendah, melihat faktor utama seperti jalan tanjakan dan kemacetan menggunakan prediksi lalu lintas berbasis Google Maps AI," imbuhnya.

Fitur ini akan diluncurkan secara global ke pengguna Android dan iOS pada tahun ini.

Google Maps juga akan memiliki petunjuk arah baru yang memudahkan pengguna untuk mencari pilihan rute dan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, termasuk jalan kaki, bersepeda atau transportasi umum.

Dengan fitur ini, semua informasi tentang perjalanan mulai dari biaya, durasi dan jarak untuk semua moda transportasi akan ditampilkan dalam satu halaman tanpa perlu berpindah tab jadi pengguna bisa membandingkan masing-masing rute dan moda dengan lebih mudah.

Google Maps juga akan menyarankan rute dan moda yang menarik untuk pengguna atau yang sedang populer di suatu tempat. 

Fitur ini akan tersedia untuk pengguna Android dan iOS di seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang.


Terakhir, Google Maps akan memberikan peringatan zona emisi rendah. Tapi fitur ini baru akan diluncurkan untuk pengguna Android dan iOS di 100 kota di Eropa pada Juni ini.

Sesuai namanya, fitur ini akan memberikan peringatan kepada pengguna jika mereka memasuki area zona emisi rendah agar bisa dengan cepat mengetahui apakah kendaraan mereka diizinkan di area tersebut.

"Kalian bisa dengan cepat melihat apakah kendaraan kalian diizinkan di area, memilih moda transportasi alternatif atau cukup mengambil rute lain untuk membantu udara tetap bersih," pungkas Dicker.

Learn more »

Google Matikan Aplikasi Pantau Lokasi Orang Tersayang

Google akan hentikan aplikasi berbagi lokasi Trusted Contacts pada bulan Desember 2020 dan telah menarik peredarannya di Google Play Store. 

Pengguna pun akan diarahkan untuk mencoba fitur serupa di Google meski dinilai kurang baik dibandingkan dengan Trusted Contacts.

Sebabnya dengan aplikasi Trusted Contacts memungkinkan pengguna dapat menemukan atau memantau anggota keluarga tersayang meskipun orang yang dipantau ini tidak memberikan lokasinya.

Tapi di Google Maps untuk dapat memantau lokasi seseorang mereka harus secara proaktif mengirimkan lokasinya kepada pengguna.

Dilansir dari The Verge, Google Maps memiliki fitur berbagi lokasi secara real time sejak tahun 2017 dan pengguna harus ikut serta dalam pelacakan konstan, berbagi lokasi sendiri dengan orang lain sepanjang waktu, bukan hanya menyiarkannya kepada orang yang disayangi jika tidak merespons.

Pada aplikasi Trusted Contacts memungkinkan pengguna dapat menambahkan orang ke kontak yang ingin dibagikan lokasi secara instan jika mengalami keadaan darurat atau bahaya.

Jika muncul, kontak ini dapat meminta pembaruan status untuk mengetahui apakah Anda baik-baik saja. Anda dapat menanggapi dengan lokasi Anda untuk meyakinkan mereka.

Jika tidak merespons, aplikasi ini akan secara otomatis membagikan lokasi terakhir Anda yang diketahui sehingga mereka dapat meminta bantuan.

Aplikasi Trusted Contact dirilis pada tahun 2016. 

Google mengakhiri dukungan untuk aplikasi pada bulan Desember, tetapi pengguna masih dapat mengunduh kontak dari laman Trusted Contacts sampai aplikasi tersebut ditutup. 

Sampai saat itu, pengguna mungkin juga terbiasa dengan cara Google Maps tentang berbagi lokasi.

Learn more »

Hore! Fitur Sepeda Hadir di Google Maps

Google kembali memperbarui layanan aplikasi navigasi andalannya, Google Maps, di mana kali fitur yang berkaitan dengan pesepeda. 

Kehadiran fitur itu tentunya menjadi kabar baik saat aktivitas bersepeda sedang jadi tren.

Kehadiran fitur pesepeda ini tak lain karena banyaknya permintaan yang mengalir ke raksasa internet tersebut, agar fitur pesepeda hadir di Google Maps. 

Selama pandemi COVID-19, permintaan fitu tersebut tumbuh 69%.

Sebagaimana dikutip dari GSM Arena, Google sekarang menanggapi permintaan pengguna dengan beberapa fitur dan navigasi yang berguna untuk bersepeda yang dapat dimanfaatkan di sejumlah kota besar.

Google menggunakan teknologi algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), data crowsourced, dan data yang dikumpulkan dengan pemerintah kota setempat untuk menghadirkan fitur gowes di Google Maps ini.

Sayangnya, perusahaan asal Mountain View itu tidak menyebutkan secara rinci kota-kota besar yang dimaksud. 

Kendati begitu, disebutkan Google bahwa di kota-kota besar itu pengguna bisa memilih navigasi yang dapat dilalui sepeda.

Selain itu, Google Maps juga menawarkan informasi terkait sewa sepeda yang ada di kota-kota besar. 

Cara penggunaan fitur sepeda ini seperti navigasi transportasi umum lainnya yang bisa dijajal di Google Maps.

Saat menjajal fitur sepeda di Google Maps, tampaknya belum tersedia di Indonesia. Apakah kalian sudah bisa menjajal fitur sepeda di Google Maps?

Learn more »

Google Maps Akan Lebih Berwarna dan Detail

Ada banyak hal yang disukai dengan Google Maps dengan berbagai fungsi dan fitur yang tersedia sebagai bagian dari layanan.

Namun, banyak pengguna merasa bahwa Google Maps terlalu datar atau kaku, nah kabarnya Google Maps nantinya akan terlihat sedikit lebih berwarna serta akan menambahkan lebih banyak detail.

Dilansir dari Ubergizmo, Google telah mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan peningkatan visual pada Google Maps.

Ini berkat penggunaan algoritma pemetaan warna warna baru yang akan membantu peta terlihat lebih berwarna dan juga lebih detail.

hal ini diharapkan dapat memberikan visual yang lebih baik kepada pengguna akan lokasi yang dituju, seperti mengidentifikasi berbagai tingkat medan, jenis medan, dan sebagainya.

"Dengan teknik algoritma pemetaan warna baru, kami dapat menggunakan citra ini dan menerjemahkannya ke dalam peta area yang lebih lengkap dan hidup dalam skala global," jelas Google.

"Menjelajahi suatu tempat memberi Anda gambaran tentang fitur alaminya, sehingga Anda dapat dengan mudah membedakan cokelat, pantai yang gersang, dan gurun dari danau biru, sungai, samudra, dan jurang.

Anda dapat mengetahui sekilas betapa subur dan hijau suatu tempat dengan vegetasi, dan bahkan melihat apakah ada tutup salju di puncak puncak gunung," lanjutnya.

Layanan Google Maps akan tetap berfungsi seperti yang kita kenal selama ini, kecuali penambahan detail untuk pengguna yang mungkin tertarik dengan hal semacam itu.
Learn more »

Google Maps Akan Punya Fitur Indikator Lampu Lalu Lintas

Layanan peta online Google Maps memiliki banyak fitur yang memudahkan penggunanya dari petunjuk arah yang harus diambil hingga jalur mana yang harus dilalui.

Nah nantinya Google Maps akan kembali diberikan fitur baru yakni indikator lampu lalu lintas.

Tentunya fitur ini akan sangat berguna bagi pengendara terutama jika mereka ingin menemukan rute tercepat atau ingin menghindari lampu lintas.

Dilansir dari Ubergizmo menurut penemuan terbaru yang dibagikan di Droid-Life, saat ini Google sedang menguji termasuk indikator lampu lalu lintas di Google Maps.

Namun implementasi fitur ini sepertinya membuat pengguna sulit melihat indikator karena sangat kecil di layar.
 
Namun, menurut pembaca yang mengirim tangkapan layar ke Droid-Life, mereka mengklaim bahwa ikon tumbuh selama navigasi, mungkin karena pengguna semakin dekat dengan lampu lalu lintas.

Fitur ini mungkin berguna untuk mobil self-driving yang mungkin mengandalkan data dari Google Maps.

Di mana jika kendaraan tahu bahwa ada lampu lalu lintas di sepanjang rute yang mereka kendarai, mereka kemudian akan dapat bersiap untuk memperlambat atau berhenti.

Google bukan yang pertama menerapkan fitur seperti itu. Apple sebelumnya telah memperkenalkan fitur yang mirip dengan Apple Maps di iOS 13.
Learn more »

Pria Ini Salahkan Google Maps karena Sudah Hancurkan Pernikahannya

Seorang pria di India menjadi pemberitaan, setelah menyalahkan Google Maps karena sudah menghancurkan pernikahan dia.

R Chandrasekhar, seorang pria 49 tahun dari Distrik Mayiladuthurai mengatakan, dia akan membawa aplikasi itu ke pengadilan.

Secara khusus, Chandrasekhar menyalahkan fitur "Your Timeline" di Google Maps, membuat sang istri terus mempertanyakan ke mana saja dia pergi.

Chandrasekhar mengklaim, aplikasi itu terus menunjukkan tempat-tempat yang tidak dia kunjungi. Sehingga dia kesulitan menjelaskannya kepada sang istri.

Dia menuturkan, dalam beberapa bulan terakhir, istrinya itu terus melihat fitur Your Timeline, dan menginterogasinya dari mana saja dia.

"Dia terus memikirkannya. Ini memengaruhi seluruh keluarga," keluhnya dikutip The News Minute via Oddity Central Senin (25/5/2020).

Chandrasekhar kemudian mendatangi kantor polisi, dan melayangkan laporan bagaimana Google Maps sudah menghancurkan pernikahan mereka.

Dia mengungkapkan istrinya tidak mau mendengarkan perkataannya, meski sudah diberi tahu baik keluarga, kerabat, maupun teman mereka.

"Meski sudah dijelaskan, dia tetap menolak untuk mendengarkan. Dia lebih memercayai Google dari pada orang rerdekatnya," ujar dia.

Dalam laporannya, Chandrasekhar menyatakan Google sudah membuat banyak masalah dalam kehidupannya. Jadi dia meminta keadilan.

Selain itu, dia juga meminta ganti rugi atas "aksi" Google. Polisi dilaporkan belum menentukan tindakan apakah bakal merespons laporan itu.

Namun, sumber dari kepolisian mengatakan, mreka akan memanggil Chandrasekhar dan istrinya di mana mereka bakal emnjalani konseling.

"Kami mempertimbangkan menghubungi suami dan istrinya, di mana mereka akan melakukan konseling.

Jika tidak mempang, kami akan melihat cara lain," kata sumber itu.
Learn more »

Glitch di Google Maps yang Bikin Hasilnya Kocak!










Learn more »

Pantau Banjir Jakarta Lewat Peta Interaktif Google Maps di Sini


Cara memantau banjir Jakarta bisa dilakukan lewat beberapa media. Televisi,Twitter, atau melalui peta interaktif yang dihadirkan oleh Google Maps. Apa dan bagaimana peta digital banjir Jakarta dari Google itu?
Peta Banjir 2014, itulah nama laman khusus yang dihadirkan oleh Google Maps. Di laman tersebut akan tertampil titik-titik banjir di Daerah Khusus Ibukota Jakarta per Januari 2014.
Di sidebar sebelah kiri Anda akan menjumpai beberapa titik lokasi banjir. Sebut saja banjir di Kramat Raya, di Kompleks Kejaksaan Bekasi, di Kebon Pala, dan masih banyak titik lain.
Sedangkan di laman utama akan tertampil spot lokasi yang ditunjukkan disidebar. Laiknya mengakses Google Maps reguler, Anda bisa men-zoom atau memperkecil tampilan peta dengan menggulir tetikus atau menklik tombol +/- yang letaknya di sebelah pojok kanan bawah.
Jika salah satu titik di sidebar sebelah kiri diklik maka akan tertampil informasi kondisi banjir yang terjadi. Misalkan saja Anda menklik titik Banjir di Kramat Raya, maka akan tertampil informasi “Banjir setinggi 40-50 cm di Jalan Kramat Raya, Jakarta Utara. Kendaraan tak bisa melintas,” atau seperti gambar di bawah ini.
Banjir Kramat Raya
Ingin melihat informasi data keseluruhan dari beberapa titik lokasi banjir? Sila klik simbol Data di sidebar Lokasi Banjir di samping opsi Style. Maka tampilannya akan seperti di bawah ini:
Data Banjir
Kunjungi Peta Interaktif Banjir 2014 persembahan Google Maps di tautan berikut.
Learn more »