Fitur Indoor Live View Google Maps Foto: dok. Google Google Maps baru
saja mengumumkan sederet fitur baru yang semakin memudahkan jutaan
penggunanya di seluruh dunia. Tapi Google tidak akan berhenti berinovasi
agar Maps tidak sekedar menjadi aplikasi peta. "Tantangan yang
kami berikan ke tim bukan tentang bagaimana menciptakan peta yang lebih
baik," kata VP Product Google Maps Dane Glasgow dalam media briefing
virtual. "Ini adalah tentang bagaimana mendefinisikan ulang dengan tepat seperti
apa petanya, informasi yang ditemukan, dan cara berinteraksi dengannya,"
imbuhnya.
Glasgow mengatakan ke depannya Google akan melanjutkan perkembangan
kecerdasan buatan (AI) agar bisa menampilkan informasi yang lebih akurat
ke pengguna Maps 220 juta negara di dunia. Sekarang, Google Maps
menerima 50 juta update tiap harinya, mulai dari menu restoran baru atau
penutupan jalan sementara, dari pengguna dan mitra di seluruh dunia. Selain
itu, Google akan mengembangkan teknologi 3D untuk memvisualisasikan
informasi yang dimiliki dalam peta dengan lebih menarik. Misalnya
seperti fitur Indoor Live View yang memberikan panduan navigasi yang
lebih mudah di dalam ruangan, misalnya untuk mencari lift dan ATM di
dalam bandar udara atau pusat perbelanjaan. Fitur baru ini berbasis fitur Live View yang pertama kali dikenalkan Google Maps
tahun 2019. Dengan fitur ini, pengguna akan melihat lokasi di sekitar
mereka dalam bentuk 3D dengan panduan navigasi real time di layar. "Bayangkan
kalian memiliki transit yang mepet di bandara dan harus mencari pintu
dan mungkin toilet. Kini, cukup mengangkat ponsel dan kalian akan
melihat arahnya ditampilkan di duniamu," kata Rusell Dicker dari tim
Google Maps dalam kesempatan yang sama. Model 3D yang dikembangkan Google saat ini sudah semakin canggih,
bahkan bisa mendeteksi kota lokasi pengguna hingga restoran yang berada
di sekeliling pengguna dengan cepat. Tim Google Maps juga terus
meningkatkan teknologi yang bisa menggabungkan miliaran foto Street
View, aerial dan satelit agar bisa mengubah peta 2D menjadi peta 3D yang
lebih akurat. Selain itu, Google Maps juga memudahkan penggunanya
di Amerika Serikat untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Google
bekerjasama dengan beberapa peritel AS untuk mengambil belanjaan mereka
di pinggir toko, melacak status pesanan online mereka, dan membagikan
waktu tiba ke toko. Pengguna
yang berbelanja secara online juga langsung bisa melihat informasi
penting tentang penyedia layanan, waktu ketersediaan pengiriman, biaya
dan lain-lain langsung dari Search dan Maps. "Selama
bertahun-tahun, kami melihat bagaimana berinvestasi dalam memetakan
kota, seperti menempatkan jalan dan bisnisnya dalam peta bisa sangat
membantu ekonomi lokal berkembang," ucap Glasgow. "Jadi bagi kami,
tidak cukup hanya membuat pengalaman canggih ini untuk orang-orang di
San Francisco atau Tokyo. Kami sangat berkomitmen membangunnya untuk
semua orang," pungkasnya.
|
0 komentar: