Feature news

Tampilkan postingan dengan label twitter features cuitan. Tampilkan semua postingan

Twitter Mau Bikin Fitur Mirip di Google

Twitter tampaknya sedang mengerjakan fitur baru bernama Search Subscribe yang memungkinkan pengguna memilih pemberitahuan cuitan yang sesuai dengan permintaan pencarian.

 

Dilansir dari The Verge, fitur ini pertama kali ditemukan oleh developer aplikasi Dylan Roussel yang kemudian ia bagikan di akun Twitter-nya. 

 

Melalui cuitannya ia mengungkapkan fitur ini akan menempatkan ikon lonceng pemberitahuan di sebelah kotak pencariannya di Twitter.


 

[Gambas:Twitter]



Fitur Search Subscribe mirip dengan Google Alert, namun di Twitter memungkinkan banyak pemfilteran lanjutan untuk mendapatkan pemberitahuan yang lebih sesuai dan relevan bagi si pengguna.

 

Fitur ini dinilai menarik dan menjadi upaya Twitter untuk memudahkan penggunanya menemukan hal-hal yang sebenarnya pengguna cari.

 

Selain itu, mengingat kecenderungan Twitter yang penuh akan cuitan dan pembaruan, makin sedikit notifikasi yang dicari oleh pengguna, maka akan membuat pemberitahuan mereka menjadi lebih baik.

 

Pengujian fitur ini pun hanya muncul pada aplikasi Twitter versi Alpha. 

 

Meski demikian, fitur ini juga belum tentu akan benar-benar diluncurkan oleh Twitter. Sayangnya Twitter pun belum memberikan tanggapannya akan pengujian fitur tersebut.

Learn more »

Pengguna Twitter Bakal Bisa Tambah Label Peringatan

Twitter memiliki filter dan sistem yang dapat mendeteksi cuitan atau media seperti foto/video yang diunggah ke paltformnya apakah mengandung konten bahaya atau tidak pantas untuk dilihat di publik.

 

Cuitan semacam itu pun akan diberi sebuah label peringatan sehingga pengguna lain dapat berpikir dua kali sebelum mengklik cuitan tersebut.

 

Dan saat ini, Twitter mengumumkan mereka tengah menguji sistem baru yang akan memberi kemampuan kepada pengguna lebih banyak mengontrol atas label peringatan ini. 

 

Pengguna dapat menempatkan label peringatan pada tweet dan unggahan media mereka sendiri sebagaimana dilansir dari Ubergizmo.


 

Meski pengguna bisa melabeli sendiri, bukan berarti pelabelan dengan sistem ini memungkinkan pengguna dapat mendahului sistem peringatan Twitter sendiri.

 

People use Twitter to discuss what's happening in the world, which sometimes means sharing unsettling or sensitive content. We're testing an option for some of you to add one-time warnings to photos and videos you Tweet out, to help those who might want the warning. pic.twitter.com/LCUA5QCoOV
— Twitter Safety (@TwitterSafety) December 7, 2021


Ini sebenarnya adalah fitur yang cukup berguna untuk dimiliki dan bisa menjadi cara yang baik bagi pengguna untuk mengelola tweet mereka dengan lebih baik, terutama jika mereka memiliki akun publik dan mungkin khawatir bahwa apa yang mereka posting dapat dilihat oleh orang yang mungkin tidak ingin melihatnya.

 

Karena ini masih dalam tahap pengujian jadi tidak semua pengguna dapat memanfaatkannya. Namun jika pengujian ini berjalan dan mendapatkan respon dengan baik, kemungkinan Twitter pun akan meluncurkannya secara resmi.

Learn more »

Twitter Permudah Cari Tweet Langsung dari Profil

Twitter terus mengembangkan fitur baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna.


Kali ini Twitter menghadirkan fitur yang memudahkan pengguna untuk mencari tweet atau cuitan langsung dari profil.


Konsultan media sosial Matt Navarra pertama kali menemukan fitur ini sejak bulan lalu.


Tapi menurut laporan XDA Developer, fitur ini sudah digulirkan untuk aplikasi Twitter di iOS, seperti dikutip dari The Verge.


Pengguna Twitter di iOS bisa mengakses fitur ini dengan membuka profil pengguna manapun, lalu cari tombol pencarian dengan ikon kaca pembesar di kanan atas layar.



Klik ikon tersebut lalu ketik keyword cuitan yang ingin dicari.


Sebenarnya fungsi mencari cuitan dari pengguna tertentu bukanlah fitur baru di Twitter.



Pengguna Twitter saat ini juga bisa mencari cuitan dengan format "from:[username Twitter] [kata kunci] lewat kolom pencarian yang ada.


Contohnya, kalau kalian ingin mencari artikel yang dibagikan akun Twitter detikINET tentang iPhone 13, kalian bisa klik ikon pencarian di aplikasi atau web Twitter lalu ketik: from:detikinet iPhone 13.


Tapi cara tersebut tentu lebih rumit dan mungkin tidak diketahui semua pengguna Twitter.



Dengan adanya fitur baru ini, pengguna tentu bisa mencari cuitan dari sebuah akun dengan lebih mudah.



Tombol pencarian ini hanya satu dari sekian fitur baru yang ditambahkan Twitter dalam beberapa bulan terakhir.



Sebelumnya, media sosial berlogo burung ini meluncurkan fitur Super Follow untuk pengguna iOS, membolehkan siapa saja untuk menjadi host Space, kembali menampilkan preview postingan Instagram, dan masih banyak lagi.

 

Learn more »

Pengguna Twitter Dapat Atur Siapa yang Boleh Balas Cuitan

Selama setahun terakhir Twitter telah memperkenalkan beberapa perubahan yang membuat penggunanya lebih mudah untuk membalas cuitan dan mengatur siapa saja yang cuitan tersebut.

 

Kini Twitter kembali menambahkan fitur baru yang memberi kemampuan bagi pengguna untuk dapat memastikan bagian balasan cuitan bersih dan ramah.

 

Dilansir dari Engadget, Twitter memungkinkan pengguna untuk mengubah siapa yang dapat membalas tweet bahkan setelah pengguna mengunggahnya. 

 

Caranya pengguna hanya perlu mengetuk tombol elipsis di sudut kanan atas posting Anda dan pilih opsi "Ubah siapa yang dapat membalas."

 

Pada bulan Agustus tahun lalu, Twitter merilis fitur pembatas balasan dari fase eksperimental dan memberikan semua pengguna akses ke sana.

 

Peluncuran tersebut memberi pengguna kemampuan untuk memilih siapa yang dapat membalas cuitan dengan pilihan semua orang, orang yang Anda ikuti, atau orang yang Anda sebutkan - sebelum pengguna mengirimkan tweet. 

 

Penambahan ini memberi pengguna lebih banyak kontrol atas diskusi yang terjadi di bagian balasan cuitan yang diposting.


Fitur baru ini kemungkinan merupakan bagian dari upaya Twitter untuk meningkatkan kesehatan percakapan publik, yang sebelumnya dikatakan CEO Twitter Jack Dorsey sebagai tujuan tunggal perusahaannya.

 

kemampuan untuk memilih siapa yang dapat membalas cuitan telah menjadi kontroversi di antara beberapa pengguna, tetapi juga dapat membatasi perilaku toxic yang kerap ditemui di Twitter.

 

 
Your Tweets = Your space. Now you can change who can reply to you even after you Tweet.
 
 
Tweet with an option to "Change who can reply" to the Tweet after it has been sent.
Twitter Support
 
@TwitterSupport
 
Membalas @TwitterSupport
 
This new conversation experience is here for everyone! When composing a Tweet, tap “

Everyone can reply” to change who can reply. We’re just getting started with features to help you feel safer Tweeting and have more meaningful conversations. 
 
Details: blog.twitter.com/en_us/topics/p
Image of the Reply Settings menu with options for “Everyone,” “People you follow,” and “Only people you mention”
An example Tweet that uses the Reply Settings option of “Only people you mention”
2,5 rb
294

Learn more »

Twitter Siapkan Fitur Baru Ala Instagram Close Friends

Twitter memamerkan tiga konsep awal untuk fitur terbarunya. Salah satunya adalah fitur 'Trusted Friends' yang sekilas mirip fitur 'close friends' yang ada di Instagram.

 

Sesuai namanya, fitur Trusted Friends memungkinkan pengguna untuk mengirimkan cuitannya ke feed publik agar bisa dilihat oleh semua followers-nya atau hanya untuk akun-akun tertentu saja, misalnya teman dan keluarga.


Fitur ini diharapkan bisa membantu pengguna Twitter yang memiliki banyak akun, seperti akun pribadi dan akun alternatif, atau yang selalu beralih dari akun publik ke akun private.

 

Konsep kedua mirip seperti Trusted Friends tapi sedikit lebih rumit. Fitur bernama Facets ini memungkinkan pengguna untuk mengirimkan cuitan yang dibagi ke dalam beberapa kategori.

 

Fitur ini berguna untuk pengguna yang sering mengirimkan cuitan tentang berbagai aspek kehidupannya, termasuk soal pekerjaan, kehidupan pribadi, hobi, bisnis dan lain-lain.

 

Pengguna lain pun bisa mengikuti salah satu topik cuitan yang ada, tanpa perlu mengikuti akun kreatornya. 

 

Contohnya, follower yang mengikuti pengguna karena sama-sama suka sepakbola tidak akan dibanjiri oleh cuitan lain yang tidak sesuai topik yang tidak diikuti.

 

Terakhir, ada fitur yang memungkinkan pengguna Twitter untuk memblokir kata atau kalimat tertentu yang tidak ingin dilihat di balasan cuitannya. 

 

Dalam contoh yang ditampilkan Twitter, kata yang diblokir adalah makian seperti 'as****e' dan jika ada pengguna lain yang membalas cuitan dengan kata ini akan muncul peringatan.

 

Twitter mengatakan pengguna lain yang membalas dengan kata yang diblokir tersebut bisa saja mengabaikan peringatan yang ditampilkan. 

 

Tapi pengguna memiliki opsi untuk menempatkan balasan yang melanggar aturan ini ke bagian bawah percakapan, seperti dikutip dari The Verge.

 

Twitter menekankan fitur-fitur ini baru sekedar konsep dan tidak dikembangkan secara aktif. 

 

Konsep fitur ini dipamerkan untuk membantu mereka mengumpulkan feedback awal dari pengguna sebelum dikembangkan dan diuji coba.

 

Fitur-fitur baru Twitter juga sering bocor duluan sebelum diumumkan secara resmi. 

 

Dengan mengumumkan konsep ini duluan, maka media sosial berlogo burung ini bisa mencegah tipster dari luar untuk membocorkan rencananya.

Learn more »

Mode Safety, Cara Twitter Blokir Cuitan Jahat

 

Dalam acara 2021 Analyst Day, Twitter mengaku tengah mengerjakan alat baru yang secara otomatis akan mendeteksi dan memblokir sebuah akun yang kerap disalahgunakan untuk pengguna.

Tak dijelaskan secara mendetail akan fitur tersebut. 

Namun dari hasil tangkapan layar yang dibagikan perusahaan menunjukan pilihan mode Safety yang dapat dipilih pengguna untuk secara otomatis memblokir akun yang menampilkan Twitter Rules (peraturan Twitter) dan menonaktifkan akun yang digunakan untuk melakukan penghinaan, bahasa kasar, atau kebencian.

Dilansir dari Engadget, fitur tersebut akan membatasi kemampuan seseorang orang men-tweet ke pengguna yang mengaktifkan fitur tersebut selama tujuh hari. 

Selain itu menunjukkan balasan ke lebih sedikit orang. Twitter mengatakan akan mengirimkan notifikasi ke ponsel pengguna untuk memberitahukan saat alat tersebut melakukan tugasnya.

Untuk diketahui, fitur seperti ini sudah lama muncul. 

Namun bila melihat sejarah, Twitter dinilai belum begitu maksimal dalam mengawasi platformnya yang menyebabkan marak terjadinya pelecehan terhadap beberapa individu.

Pada tahun 2018 misalnya, Jack Dorsey CEO Twitter ditanya oleh Kongres mengapa perusahaan membutuhkan lebih dari lima jam untuk menghapus tweet yang melecehkan yang ditujukan kepada Meghan McCain.

Saat itu, Dorsey berjanji perusahaan akan mengambil pendekatan yang lebih proaktif untuk masalah tersebut. 

Sejak itu, Twitter telah memperkenalkan algoritme moderasi yang dikatakan telah mendeteksi lebih dari 50% tweet yang melecehkan sebelum pengguna menandainya.

Twitter sendiri belum memberikan informasi kapan mode Safety ini akan diluncurkan untuk penggunanya. Jadi kita tunggu saja.


Learn more »

Cuitan Twitter Bisa Dibagikan di Snapchat dan Instagram

Cross-posting antar platform media sosial sudah biasa, tapi kini Twitter memudahkan penggunanya untuk membagikan cuitannya ke Snapchat dan Instagram.

Fitur ini baru tersedia untuk Twitter di iOS dan akan segera hadir untuk pengguna Android.

 Lewat fitur ini, pengguna Twitter bisa membagikan cuitannya atau cuitan viral yang ditemukan dalam bentuk stiker di Snapchat.

"Ini pertama kalinya Tweet bisa dibagikan secara visual ke Stories, sambil tetap mengakses Camera dan fitur lengkap Snapchat Creative Tools," kata Twitter dalam pengumumannya, seperti dikutip dari Mashable.

"Pengguna di Snapchat bisa mengetuk lampiran untuk melihat Tweet dan membalas secara langsung di Twitter," sambungnya.

Sebelumnya, pengguna Twitter yang ingin membagikan cuitan viral hanya bisa dengan mengunggah hasil screenshot cuitan yang dimaksud. 

Ini merupakan metode yang paling sederhana, tapi pengguna lainnya jadi sulit mengikuti percakapan di bawah cuitan tersebut.

Selain itu, fitur ini juga bisa memastikan bahwa cuitan viral yang ditemukan di Snapchat Stories benar adanya dan bukan screenshot yang telah diedit.

Untuk menggunakan fitur ini di aplikasi Twitter, ketuk ikon share yang ada di cuitan milik akun publik. Cuitan dari akun Twitter yang private tentu tidak bisa dibagikan.

Pilih ikon Snapchat dari opsi yang tersedia di bagian bawah. Jika kalian sudah memiliki aplikasi Snapchat di ponsel dan sudah login, aplikasi Snapchat akan langsung membuka Camera dan cuitan yang ingin dibagi akan muncul di atas Camera sebagai stiker yang tidak bisa dipindahkan.

Jika kalian ingin menggunakan Lens, ketuk layar untuk mengaktifkan Lens Carousel. 

Setelah mengambil Snap dalam bentuk foto atau video, kalian bisa memindahkan atau mengubah ukuran stiker cuitan.

Kalian juga bisa mengedit Snap tersebut menggunakan Snapchat Creative Tools termasuk menambahkan caption, stiker, Bitmoji, Cameo dan Filter.

Ketuk tombol kirim berwarna biru di sudut kanan bawah untuk membagikan Snap ke individu atau grup atau diunggah ke Story agar bisa dilihat semua orang. 

Pengguna lainnya bisa melihat cuitan yang dibagi sebagai stiker di Snap dan mereka bisa swipe ke atas untuk melihat cuitan itu secara langsung di Twitter.

Buat kalian yang tidak menggunakan Snapchat dan lebih sering menggunakan Instagram jangan khawatir karena fitur ini juga akan hadir di aplikasi milik Facebook tersebut.

Twitter mengatakan segelintir pengguna Twitter di iOS akan bisa menguji coba fitur membagikan cuitan di Instagram Stories. 

Perusahaan berlogo burung ini tidak menjelaskan apakah mekanismenya akan sama seperti di Snapchat, tapi mereka memberi bocoran tentang tampilannya.


Share Tweets as stickers in your Snapchat Stories!
▪️
On iOS, tap the share icon on a Tweet
▪️
Select the Snapchat icon at the bottom of the share menu to create the sticker
▪️
Once shared, the Snap will link back to the Tweet on Twitter where you can see the whole conversation
Twitter
@Twitter
Oh snap!
👻
Sharing Tweets directly to your Snapchat Stories is now easier than ever. Rolling out today on iOS!
Three phones showing:
1. the share to snapchat stories button 
2. a tweet in snapchat 
3. a tweet in snapchat that has added a text stamp that says "nailed it"
599
753 orang menge-Tweet tentang ini

 

 

 


 

Learn more »

Pengguna Twitter Kini Bisa Kontrol Balasan Tweet

Pada selasa kemarin (11/8) Twitter merilis fitur baru yakni moderasi yang memungkinkan penggunanya dapat membatasi berapa banyak orang yang dapat membalas cuitan mereka, memberikan pemilik akun kontrol yang lebih besar ata percakapan di halaman mereka.

"Semua akun, termasuk milik pejabat terpilih dapat memilih orang yang akan diizinkan untuk membalas saat membuat Tweet baru," kata Twitter dilansir dari Reuters.

Pengguna juga dapat memilih dari tiga kelompok yakni people, everyone, atau only people yang di-follow dan hanya mereka yang dapat di-mention akun tweetnya.

Fitur ini telah diuji Twitter pada bulan Mei lalu, menambahkan bahwa semua pengguna dapat terus menyukai dan me-retweet posting, tetapi tidak dapat membalas jika mereka telah dikecualikan oleh si pemilik cuitan.

Fitur ini juga akan memungkinkan pengguna Twitter melakukan percakapan yang lebih baik dan membatasi keterpaparan mereka terhadap cuitan kekerasan ataupun pelecehan.
Learn more »

Twitter Uji Coba Fitur Batasi Balasan Cuitan

Twitter sedang menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membatasi balasan untuk cuitan yang dibuatnya.

Pada awal tahun ini Twitter telah mengungkap fitur ini dan akan tersedia di platform dalam waktu dekat.

Dikutip dari The Verge, nantinya pengguna yang mengikuti uji coba tersebut bisa memilih siapa saja yang bisa membalas cuitannya.

Ketika menuliskan cuitan, tag orang yang kalian perbolehkan untuk membalas cuitan tersebut. Setelah itu tap 'permission settings' yang ada di sudut kiri bawah.

Kalian kemudian akan melihat tiga opsi siapa saja yang bisa membalas cuitan yaitu dari semua orang, hanya dari orang yang diikuti, atau hanya dari orang yang di-mention.

Jika pengguna membatasi balasan di cuitan, orang lain masih bisa melihat cuitan kalian dan memberikan like atau retweet. Tapi mereka tidak bisa sembarangan membalas cuitan tersebut jika tidak diizinkan.

Twitter akan memberi label untuk cuitan yang dibatasi balasannya, sehingga pengguna lain bisa langsung melihat jika mereka bisa membalasnya atau tidak.

Perusahaan besutan Jack Dorsey ini mengatakan fitur tersebut sedang diuji coba oleh sekelompok pengguna tertentu di seluruh dunia. Fitur ini diuji coba untuk platform Android, iOS dan web.

Pembatasan balasan di cuitan tentu bisa membantu mengurangi penyalahgunaan dan pelecehan di platform serta membuat percakapan menjadi lebih mudah diikuti.

Tapi fitur ini juga bisa menciptakan 'echo chamber' di mana bias politik seseorang menjadi semakin kuat karena tidak ditentang dan mendapat kritik dari orang lain, terutama jika digunakan oleh politisi.

Product Lead Twitter Kayvon Beykpour mengatakan pihaknya akan terus memantau risiko dari fitur ini.

"Kami tentu saja memperhatikan vektor risiko ini," tulis Beykpour dalam cuitannya.

"Kami juga yakin menekankan ketersediaan quote tweets (dan mudah melihatnya dengan tap label 'Retweet') sangat penting untuk memastikan kami menyeimbangkan kontrol yang kami berikan dengan counter-speech," tambahnya.


Testing, testing...

A new way to have a convo with exactly who you want. We’re starting with a small % globally, so keep your 👀 out to see it in action.
31,7 rb orang memperbincangkan tentang ini
Learn more »