Learn more »
Feature news
Learn more »
Kenapa Black Box Berwarna Orange Bukan Hitam?
Black box alias kotak hitam yang menjadi benda penting untuk menguak penyebab kecelakaan pesawat, aslinya berwarna orange atau oranye. Kenapa black box berwarna orange?
Tentu bukannya tanpa tujuan, pemilihan warna oranye ditentukan agar black box mudah ditemukan karena warnanya mencolok.
Ini untuk memudahkan tim SAR (Search And Rescue) dalam menemukan black box pesawat jika mengalami kecelakaan. Jika berwarna hitam, tentu akan menyulitkan pencarian, terutama di kondisi gelap atau di dalam laut.
Dihimpun dari berbagai sumber, Black box diciptakan pertama kali pada 1950-an oleh David Warren.
Dia menciptakan black box terilhami dari kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayahnya. Awal diciptakan, nama perangkat ini bukan black box melainkan ARL Flight Memory Unit.
Perusahaan asal Inggris S Davall and Son yang pertama kali mengkomersilkan black box, awalnya menamai perangkat ini Red Egg atau Telur Merah karena bentuk dan warnanya.
Belum diketahui secara pasti asal muasal kotak berwarna oranye ini disebut black box.
Sementara itu, para ahli penerbangan menyebut black box dengan sebutan electronic flight data recorders.
Untuk diketahui, model pertama black box memang punya bagian dalam yang berwarna gelap. Kemungkinan besar inilah kenapa perangkat ini disebut black box.
Pendapat lain mengatakan, penamaan black box dimulai oleh penyebutan dari seorang jurnalis.
Suatu kali saat dirinya bertugas, dia menemukan kotak hangus berwarna hitam dari sebuah pesawat yang mengalami kecelakaan.
Yang jelas, hingga kini masyarakat di seluruh dunia memanggil perangkat ini sebagai black box atau kotak hitam.
Benda ini sangat penting untuk membantu tugas
investigator menganalisis detik-detik terakhir sebelum kecelakaan
terjadi.
Kenapa Data Black Box Pesawat Tidak Disimpan di Cloud?
Black box menjadi benda paling dicari saat terjadi kecelakaan pesawat.
Banyak orang bertanya kenapa data black box pesawat tidak disimpan di cloud seperti yang sering dilakukan dengan file lainnya.
Ini bukan argumen baru.
Pertanyaan serupa kerap muncul setiap kali terjadi kecelakaan pesawat, terutama di masa sekarang, di mana perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah maskapai penerbangan menyediakan layanan internet di pesawat.
Banyak orang berasumsi, jika informasi di dalam black box di-upload secara real time ke cloud, akan mempermudah proses investigasi penyebab kecelakaan, terutama saat black box tidak bisa ditemukan. Apa benar demikian?
Saat ini memang sudah ada sejumlah perusahaan yang mencoba menawarkan teknologi penyimpanan data penerbangan secara real time ke cloud.
Namun nyatanya tidak semudah itu menerapkan penyimpanan cloud untuk data black box berikut ini sejumlah tantangannya.
Keamanan data
Dikutip dari Science How Stuff Works, faktor yang paling disoroti terkait penyimpan data black box di cloud adalah keamanan saat pengaplikasian streaming data penerbangan.
Dari tingkat keandalan enkripsi sistem streaming, muncul juga pertanyaan tentang siapa yang akan memelihara data yang di-streaming, dan di mana data itu akan disimpan.
Pencurian atau pengubahan informasi rentan terjadi saat data dikirim atau saat data sudah tersimpan di server.
Dengan teknologi cloud saat ini yang memanfaatkan lebih dari satu jaringan server, risiko ini semakin tinggi.
Rentan gangguan
Perekam penerbangan modern menyimpan hingga 25 jam data dalam satu putaran secara terus-menerus.
Mereka memantau setidaknya 88 parameter seperti pengaturan kontrol kokpit, informasi tentang mesin, waktu, dan lain-lain. Perekam suara juga terus merekam suara di kokpit.
Meski semua informasi black box dapat dikirim langsung ke cloud, tidak ada jaminan bahwa streaming data ke cloud selalu berfungsi, terutama selama detik-detik kritis menjelang terjadi insiden.
Transmisi wireless juga rentan terhadap badai listrik dan gangguan lainnya.
Jumlah data dan jaringan internet
Jumlah data yang dihasilkan black box setiap detiknya tidaklah sedikit. Maka diperlukan jaringan internet yang cepat dan stabil.
Teknologi internet melalui jaringan satelit merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mengirim informasi ke cloud dari pesawat, karena jangkauannya lebih luas dari jaringan seluler maupun jaringan internet wireless lainnya.
Selama berada di dalam jangkauan suatu satelit, proses pengiriman data bisa dilakukan.
Namun kondisi pesawat yang selalu bergerak dan faktor cuaca akan mempengaruhi kecepatan transfer data. Kemungkinan data tidak terekam dengan utuh bisa terjadi.
Biaya mahal
Biaya untuk menerapkan teknologi penyimpanan data black box ke cloud secara real time tidaklah sedikit.
Pertama biaya server untuk menyimpan data-data tersebut, dan di dalamnya termasuk biaya untuk mengamankan data.
Kedua, biaya jaringan. Selain jaringan seluler, jaringan internet melalui satelit merupakan alternatif yang bisa dipakai.
Komunikasi melalui satelit masih tergolong mahal meski tren harganya semakin menurun seiring perkembangan teknologi satelit yang kian pesat.
Selain itu, tidak mudah memperbarui pesawat lama dengan peralatan baru.
Setiap peralatan membutuhkan banyak uang, tak hanya hitungan dari segi desain dan produksi, tetapi juga biaya bahan bakar untuk membawa beban ekstra itu di pesawat pada setiap penerbangan, setiap hari, selama masa pakai pesawat.
Persaingan di dunia penerbangan yang sangat ketat, baik di kelas budget maupun full service, membuat maskapai penerbangan sangat berhati-hati dalam hal pengeluaran.
Regulasi
Faktor lain yang juga menjadi alasan mengapa sistem streaming data black box ke cloud belum diterapkan di semua pesawat adalah belum adanya regulasi terkait hal ini.
Di luar itu, banyak kepentingan terlibat dalam sebuah kecelakaan pesawat, dan black box menyimpan semua informasi sensitif dari semua sensor yang ada di pesawat.
Beberapa informasi tersebut sangat rahasia karena jika jatuh ke tangan yang salah, bisa dimanfaatkan untuk hal buruk.
Untuk semua alasan tersebut, black box meski teknologinya disebut masih jadul,
tetap diandalkan karena bersifat mandiri, tidak rentan gangguan, tahan
api, tahan guncangan, dan tahan air, dengan baterai internal sendiri
yang memungkinkannya tetap berfungsi meski pesawat hancur.
Data Black Box Pesawat Sudah Bisa Disimpan di Cloud
Kenapa data black box tidak disimpan di cloud? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali ramai pemberitaan evakuasi kecelakaan pesawat seperti kejadian Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu. Perusahaan ini coba mewujudkannya.
Ada banyak tantangan yang menyebabkan sistem streaming data black box secara real time tak diterapkan di semua pesawat.
Sementara itu, sejumlah perusahaan saat ini berupaya menawarkan teknologi tersebut.
FLYHT Aerospace Solutions
FLYHT Aerospace Solutions di Kanada menyediakan layanan streaming data black box sesuai permintaan.
Disebutkan FLYHT, perusahaannya sudah punya lebih dari 50 pelanggan, dan sistemnya terpasang di sekitar 400 pesawat.
Dikutip dari Cbc.ca, First Air Canada adalah satu-satunya maskapai penerbangan yang secara terbuka mengumumkan bahwa mereka menggunakan sistem milik FLYHT.
Sistem ini tidak secara terus menerus mengirim data, namun akan aktif jika terjadi kejadian abnormal.
Saat terjadi insiden, sistem akan dengan cepat mengirimkan data ke server maskapai untuk analisis dan menerapkan tindakan korektif.
"Jika ada yang salah, kami dapat memberikan informasi lebih cepat tentang apa yang terjadi.
Kami bisa mulai mengumpulkan informasi dan bersama-sama menguak teka-teki (penyebab kecelakaan) lebih cepat, jadi pihak penerbangan bisa mengabaikan berbagai konspirasi tentang insiden yang bertebaran di luar sana," kata Graham Ingham yang bekerja di FLYHT.
Adapun perangkat tersebut mirip dengan perangkat black box yang sudah umum digunakan di pesawat selama puluhan tahun, yakni terdiri dari Flight Data Recorders (FDR) dan Cockpit Voice Recorders (CVR).
Kendala di balik kecanggihan ini adalah biaya.
FLYHT menawarkan layanan dengan biaya sekitar USD 100 ribu per pesawat, termasuk perangkat keras dan instalasi.
Jika ingin menerapkan konsep ini tentu biaya yang akan dikeluarkan oleh sebuah perusahaan penerbangan tidaklah kecil. Apalagi bandwidth satelit juga tidak murah.
Honeywell Aerospace
Honeywell Aerospace di Arizona, Amerika Serikat bekerja sama dengan manufaktur kedirgantaraan Curtiss-Wright Corp mencoba melakukan streaming data penerbangan yang direkam oleh black box ke cloud lewat konektivitas internet di pesawat.
Mereka juga bekerja sama dengan operator satelit Inmarsat untuk memastikan solusi black box di cloud ini dapat diandalkan dan bisa digunakan maskapai penerbangan komersial, transportasi kargo, dan pesawat jet bisnis.
"Kami melihatnya dengan banyak cara berbeda," kata Vice President dan General Manager, Software and Services Honeywell Aerospace John Peterson seperti dikutip dari Runwaygirlnetwork.
Salah satu opsinya adalah menetapkan data frame dan frame rate yang masuk akal hingga peristiwa tertentu, kemudian mempercepatnya.
Ini seperti menarik seluruh bagian data setiap lima menit atau setiap 15 menit, lalu tiba-tiba ketika sebuah peristiwa terjadi, streaming akan menarik data setiap 100 milidetik.
"Cara lainnya mengambil subset dari data dan menganggapnya sebagai streaming berkelanjutan.
Seperti halnya dengan data, ada banyak cara berbeda untuk melakukannya, biaya terkait, dan aspek mana yang paling berharga," jelas Peterson.
Singkatnya, Honeywell secara efektif mengaku siap untuk menangani layanan ini dan mengelolanya dengan cara apa pun yang diinginkan pengguna.
Namun memang ada kendala peraturan yang harus diatasi sebelum industri penerbangan bisa mewujudkan sistem streaming data black box ke cloud.
Peterson tidak menyebut time frame kapan teknologi ini bisa segera ditemui.
"Ada banyak hal yang terjadi di tingkat regulator dan jaringan untuk mewujudkan ide penyimpanan data black box di cloud," ujarnya.
Nyatanya, memang tidak mudah dalam menerapkan sistem penyimpanan data black box ke cloud.
Selain terkait biaya dan regulasi, banyak faktor lain yang turut membatasi konsep ini, mulai dari keamanan data, kerentanan terhadap gangguan, besaran data yang ditransfer, hingga kestabilan koneksi internet.
Learn more »
Cara Kerja Black Box Ungkap Penyebab Kecelakaan Pesawat
Learn more »
Penemu Black Box Terilhami Kehilangan Ayah karena Kecelakaan Pesawat
Zaman Sudah Canggih, Teknologi Black Box Masih Jadul
Learn more »
Copyright © 2013 this my world and Blogger Templates




