Telkom Buka Pembiayaan Usaha Hingga Rp 50 Miliar Per Bulan, Mau?
Learn more »
Selain perubahan pada Komisaris Utama, ada yang mencolok pada jajaran Komisaris Independen Telkom, yakni kehadiran Abdi Negara Nurdin yang tak lain adalah Abdee Slank.
Punya nama panggung Abdee, pria lulusan Universitas Tadulako jurusan Fakultas Ekonomi, Palu, Sulawesi Tengah tersebut resmi ditunjuk jadi Komisaris Independen berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom, Jumat (28/5/2021).
Sebelum menempati posisi Komisaris Independen Telkom, Abdee Slank punya rekam jejak sebagai co-Founder PT Hijau Multi Kreatif (2005-sekarang), Founder Maleo Music (2009-sekarang).
Kemudian, sebagai co-Founder Producer Give.id (2019-sekarang), Komisioner PT Sugih Reksa Indotama (2020-sekarang), dan Komisoner PT Nagara Sains Ekosistem tahun 2021.
Di samping karirnya itu, Abdee dikenal sebagai gitaris handal dari grup Slank. Ia bergabung dengan Kaka cs itu sejak tahun 1997.
Selain Abdee Slank, wajah baru yang menghiasi jajaran komisaris Telkom, yaitu Bono Daru Adji, Isa Rachmatarwata, dan Arya Mahendra Sinulingga.
Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi terbaru Telkom :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen : Bambang Brodjonegeoro
Komisaris Independen : Wawan Iriawan
Komisaris Independen : Bono Daru Adji
Komisaris Independen : Abdi Negara Nurdin
Komisaris : Marcelino Pandin
Komisaris : Ismail
Komisaris : Rizal Mallarengeng
Komisaris : Isa Rachmatarwata
Komisaris : Arya Mahendra Sinulingga
Dewan Direksi
Direktur Utama : Ririek Adriansyah
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Heri Supriadi
Direktur Consumer Service : Venusiana Papasi
Direktur Network & IT Solution : Herlan Wijanarko
Direktur Digital Business : Muhammad Fajrin Rasyid
Direktur Strategic Portfolio : Budi Setiawan Wijaya
Direktur Wholesale & International Service : Bogi Witjaksono
Direktur Human Capital Management : Afriwandi
Direktur Enterprise & Business Service : Edi Witjara
Learn more »PT Pertamina (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia.
Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional.
Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.
Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas.
Sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.
Beberapa fitur yang dapat diperoleh dari digitalisasi SPBU meliputi program prepurchase (bayar dulu baru isi BBM),
cashless program dengan menggunakan digital payment, pencatatan nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi, serta profiling customer yang berbasis loyalty program aplikasi MyPertamina.
Sehingga masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi dan mengetahui ketersediaan BBM yang dibutuhkan.
Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam sambutannya pada Malam Puncak Penghargaan BPH Migas dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001 yang bertepatan dengan HUT BPH Migas ke-17 menyampaikan terkait digitalisasi SPBU yang dijalankan Telkom dan Pertamina.
"Kita sudah membuat program digitalisasi untuk semua penyalur sehingga pengawasan BPH akan lebih efektif ke depan.
Sampai dengan saat ini hampir 100% ATG dan EDC sudah dipasang, hasil kerja sama Telkom dan Pertamina," ungkap Ifan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis.
"Ini juga merupakan upaya agar APBN yang diberikan kepada subsidi bisa tepat volume dan tepat sasaran," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan penyelesaian digitalisasi SPBU merupakan momen penting bagi Telkom dalam menghadirkan sebuah sistem yang terintegrasi dalam penyaluran BBM.
"Digitalisasi SPBU ini tentunya memberikan banyak manfaat yang dapat dirasakan tidak hanya bagi Pertamina sebagai penyalur BBM, tapi juga pemerintah dan masyarakat," ujarnya.
Ririek menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas apresiasi yang diberikan kepada Telkom pada acara Malam Puncak Penghargaan BPH Migas dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian ESDM atas kepercayaan yang diberikan kepada Telkom bersama Pertamina sebagai pelaksana program digitalisasi SPBU.
Terima kasih kepada BPH Migas sehubungan apresiasi yang diberikan kepada Telkom atas kontribusi dalam mendorong pertumbuhan kegiatan usaha di sektor Hilir Migas," ujarnya.
"Tentunya terima kasih juga kepada Pertamina selaku operator atas kepercayaan dan sinergi yang baik dalam mengimplementasikan digitalisasi SPBU.
Ke depannya Telkom akan terus hadir memberikan digitalisasi baik bagi BUMN maupun korporasi lainnya di Indonesia, seperti yang dicanangkan pemerintah," tambah Ririek.
Kolaborasi dua BUMN yang berbeda sektor ini dimulai sejak penandatanganan kerja sama digitalisasi SPBU sebagai tindak lanjut dari penugasan Kementerian ESDM kepada Pertamina untuk menggunakan sistem pencatatan penyaluran BBM subsidi secara elektronik sampai di ujung titik serah penyalur (nozzle).
Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, program ini telah selesai diimplementasikan dan manfaatnya telah dirasakan oleh berbagai stakeholder terkait, masyarakat hingga pemerintah.
Telkom mendukung program digitalisasi SPBU Pertamina ini meliputi penyediaan infrastruktur telekomunikasi baik melalui jaringan fixed, mobile, dan satelit; penyediaan perangkat Electronic Data Capture (EDC); penyiapan 290 agen contact center dan 600 petugas lapangan untuk melayani pengaduan gangguan SPBU; serta pembuatan command center untuk memantau perangkat di SPBU secara proaktif.
"Dengan adanya digitalisasi tidak hanya di SPBU tapi juga industri lain, diharapkan dapat meningkatkan value BUMN maupu korporasi serta mendukung cashless transaction di lingkungan masyarakat sehingga nantinya mampu memperkuat ekonomi digital Indonesia," tutup Ririek
Learn more »Telkom resmi menutup layanan Blanja.com yang dikembangkan melalui joint venture bersama eBay.
Layanan e-commerce ini ditutup per 1 September 2020 sebagai upaya Telkom untuk fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM.
"TelkomGroup menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat serta stakeholder yang selama ini bergabung dan memanfaatkan fasilitas transaksi retail Blanja.com, terutama para pelaku bisnis di seluruh Indonesia," kata Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/9/2020).
Dalam keterangannya, Telkom mengatakan mereka akan fokus dalam beberapa inisiatif untuk memanfaatkan peluang e-commerce di pasar enterprise.
Salah satunya dengan program Pasar Digital (PaDi) UMKM yang berupaya menggerakkan ekonomi lokal dengan pemanfaatan aplikasi digital.
Program ini dijalankan Telkom bersama delapan BUMN lain untuk mendukung inisiatif Kementerian BUMN dalam memberdayakan UMKM untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Telkom juga mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pengadaan barang dan jasa sekolah yang dilakukan secara online lewat program Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang memanfaatkan sistem marketplace online.
Terhitung 1 September 2020 seluruh kegiatan pembelian di Blanja akan dihentikan.
Namun untuk pembelian, penjualan, pembayaran dan pengiriman yang masih dalam proses masih bisa diselesaikan.
Blanja.com juga mengimbau pelanggan untuk menarik saldo di dompet Blanja sebelum 30 September 2020.
Learn more »Copyright © 2013 this my world and Blogger Templates