Feature news

Tampilkan postingan dengan label telcom. Tampilkan semua postingan

Telkom Buka Pembiayaan Usaha Hingga Rp 50 Miliar Per Bulan, Mau?

Telkom melalui aplikasi digital agrikulture, Agree berkolaborasi dengan Alami Sharia, membuka pendanaan bagi usaha pertanian, peternakan, dan perikanan hingga biaya Rp 50 miliar per bulan. Foto: Istimewa


Telkom melalui Agree, aplikasi digital agrikultur, membuka pembiayaan hingga Rp 50 miliar per bulan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.


Pembiayaan tersebut merupakan kolaborasi Agree dengan Alami Sharia sebagai salah satu platform fintech peer-to-peer pendanaan syariah.


Perjanjian kerja sama ditandatangani Head of Digital Vertical Ecosystem Agriculture Telkom Hikmatullah Insan Purnama dan Chief Business Officer Alami Sharia, Bembi Triawan Juniar.



Melalui aplikasi Agree, para petani binaan perusahaan agribisnis dapat melakukan pengajuan pembiayaan yang dilengkapi fitur monitoring status pencairan, penggunaan modal, hingga pembayaran di salah satu layanan Agree, yaitu Agree Modal.


Head of Digital Vertical Ecosystem Agriculture Telkom, Hikmatullah Insan Purnama mengatakan bahwa pada fitur Agree modal tersebut, Alami Sharia akan berperan sebagai penyedia jasa pembiayaan untuk Agree Modal.


"Alami Sharia berkomitmen mendukung misi Agree di sektor ketahanan pangan dengan memberikan porsi pembiayaan hingga Rp 50 miliar per bulan," ujar Hikmatullah dalam keterangan tertulis.


Hikmatullah melanjutkan, terdapat fitur Agree Partner dan Agree Fishery untuk monitoring pertanian dan perikanan dan ke depannya untuk peternakan.



Selain itu, ada fitur Agree Modal untuk mengajukan permodalan serta Agree Market untuk penjualan hasil pertanian.


"Maka dari itu, sinergi dan dukungan dari Alami Sharia untuk Agree sangat berperan penting untuk dapat mengoptimalkan ketahanan pangan di Indonesia.


Platform Agree diharapkan semakin lengkap menjawab dan membantu dalam mengintegrasikan ekosistem dan proses digital pada bisnis pertanian, perikanan dan peternakan," tuturnya.


Chief Executive Officer Alami Dima Djani mengungkapkan, visi pihaknya dengan adanya kolaborasi bersama Agree guna menyebarkan akses keuangan syariah yang mudah sampai kepada para petani dan peternak seluas-luasnya.


"Selain itu, Alami juga ingin bertumbuh dengan cepat bersama Agree.


Sebab, Telkom Indonesia terus berupaya memberikan solusi untuk ketahanan pangan Indonesia melalui platform digital Agree," ucapnya.


Hingga pertengahan tahun lalu, terhitung ada 15 ribu pendaftar dengan pengguna aktif di kisaran 1.000 mitra petani yang memanfaatkan layanan dari Agree.


Mereka menggunakan aplikasi guna memantau proses agribisnis, seperti pendaftaran kemitraan, pencatatan aktivitas budidaya, pengajuan modal, dan transaksi ke offtaker/pembeli grosir.


Aplikasi Agree ada di 30 sentra pertanian Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur.



Kemudian juga perluasan ke Garut, Jabar untuk komoditas cabai, Malang, Jatim (kopi), Tange, Aceh (kopi), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel (ikan patin).


Di OKU Timur, Agree, berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan untuk menyulap masyarakatnya jadi peternak digital.



Agree menyediakan layanan dalam mendata database, kemudian menghubungkan dengan perbankan guna peroleh dukungan pemodalan.


Saat ini, Agree sudah memiliki beberapa fitur kemitraan dengan perusahaan pertanian, permodalan, penjualan dan peningkatan wawasan (agree knowledge) yang ke depannya akan dilengkapi pendukung produktivitas dan kualitas guna menciptakan satu data pertanian.

 

Learn more »

Cucunya Telkom Bikin 'Go-Food' di Timor Leste

Setelah membawa 'Gojek' ke Timor Leste, kini cucu Telkom, yaitu Telkomcel, menghadirkan layanan MyFood yang serupa dengan Go-Food di negara tetangga Indonesia tersebut.

Telkomcel merupakan anak perusahaan Telkom Indonesia Internasional SA (Telin), yang tak lain adalah perusahaan dibawah naungan Telkom. 

Desember 2020, Telkomcel menghadirkan MyTimor yang sekarang berinovasi dengan aplikasi pesan makanan bernama MyFood.

Untuk saat ini, MyFood memfasilitasi restoran-restoran kecil dan menengah di Dili, Timor Leste, sebagai langkah guna mengembangkan dan meningkatkan transaksi digital pertama di negara tersebut.

 

CEO Telkomcel, Yogi Rizkian Bahar mengatakan, MyFood merupakan pengembangan fitur dari MyTimor khusus untuk membangun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama restoran yang ada di Timor-Leste di masa pandemi COVID-19.

Disampaikan Yogi, Telkomcel telah menghadirkan MyTimor sebuah aplikasi motor dan taxi online untuk mengantar orang serta mengirimkan barang/ paket, yang pertama di Timor-Leste.

"Hal ini merupakan salah satu terobosan digitalisasi yang dihadirkan oleh Telkomcel sejak awal Desember 2020. 

Dengan adanya MyFood, maka aplikasi MyTimor ini tidak hanya mengirimkan barang, akan tetapi juga bisa mengantarkan makanan di depan pintu rumah pelanggan," ungkap Yogi seperti dalam siaran persnya.

Sejak kehadirannya, MyTimor mengklaim mengalami pertumbuhan yang pesat untuk user, secara total mengalami pertumbuhan 80,3%.


MyTimor bekerjasama dengan agen transportasi lokal sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang ingin menjadi pengemudi (driver) motor dan taksi. 

Sampai saat ini rata-rata pertumbuhan jumlah pengemudi mencapai 17%.


MyTimor memiliki fitur MyFood yang memfasilitasi restoran-restoran di Dili untuk mengembangkan dan meningkatkan transaksi secara digital, serta memudahkan para pelanggan untuk melakukan pemesanan makanan dari mana pun dan kapan pun. 

MyFood telah merangkul lebih dari 80 restoran bersertifikasi di Timor-Leste, khususnya di Dili.

"Hadirnya MyFood merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial Telkomcel bagi masyarakat Timor-Leste, terutama untuk UMKM, karena data dan penelitian membuktikan bahwa pengembangan UMKM sebagai motor ekonomi rakyat akan dapat mendongkrak pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional," pungkas Yogi.


Learn more »

Profil Abdee Slank, Musisi yang Jadi Komisaris Telkom

Selain perubahan pada Komisaris Utama, ada yang mencolok pada jajaran Komisaris Independen Telkom, yakni kehadiran Abdi Negara Nurdin yang tak lain adalah Abdee Slank.

Punya nama panggung Abdee, pria lulusan Universitas Tadulako jurusan Fakultas Ekonomi, Palu, Sulawesi Tengah tersebut resmi ditunjuk jadi Komisaris Independen berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom, Jumat (28/5/2021).

Sebelum menempati posisi Komisaris Independen Telkom, Abdee Slank punya rekam jejak sebagai co-Founder PT Hijau Multi Kreatif (2005-sekarang), Founder Maleo Music (2009-sekarang).

Kemudian, sebagai co-Founder Producer Give.id (2019-sekarang), Komisioner PT Sugih Reksa Indotama (2020-sekarang), dan Komisoner PT Nagara Sains Ekosistem tahun 2021.

Di samping karirnya itu, Abdee dikenal sebagai gitaris handal dari grup Slank. Ia bergabung dengan Kaka cs itu sejak tahun 1997.

Selain Abdee Slank, wajah baru yang menghiasi jajaran komisaris Telkom, yaitu Bono Daru Adji, Isa Rachmatarwata, dan Arya Mahendra Sinulingga.

Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi terbaru Telkom :

 

Dewan Komisaris

 

Komisaris Utama/Komisaris Independen : Bambang Brodjonegeoro
 

Komisaris Independen : Wawan Iriawan
 

Komisaris Independen : Bono Daru Adji
 

Komisaris Independen : Abdi Negara Nurdin
 

Komisaris : Marcelino Pandin
 

Komisaris : Ismail
 

Komisaris : Rizal Mallarengeng
 

Komisaris : Isa Rachmatarwata
 

Komisaris : Arya Mahendra Sinulingga

 

Dewan Direksi

 

Direktur Utama : Ririek Adriansyah
 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Heri Supriadi
 

Direktur Consumer Service : Venusiana Papasi
 

Direktur Network & IT Solution : Herlan Wijanarko
 

Direktur Digital Business : Muhammad Fajrin Rasyid
 

Direktur Strategic Portfolio : Budi Setiawan Wijaya
 

Direktur Wholesale & International Service : Bogi Witjaksono
 

Direktur Human Capital Management : Afriwandi
 

Direktur Enterprise & Business Service : Edi Witjara

Learn more »

Telkom Tuntaskan Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia

PT Pertamina (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia. 

Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional.

Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.

Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas. 

Sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.

Beberapa fitur yang dapat diperoleh dari digitalisasi SPBU meliputi program prepurchase (bayar dulu baru isi BBM), 

cashless program dengan menggunakan digital payment, pencatatan nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi, serta profiling customer yang berbasis loyalty program aplikasi MyPertamina. 

Sehingga masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi dan mengetahui ketersediaan BBM yang dibutuhkan.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam sambutannya pada Malam Puncak Penghargaan BPH Migas dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001 yang bertepatan dengan HUT BPH Migas ke-17 menyampaikan terkait digitalisasi SPBU yang dijalankan Telkom dan Pertamina.

"Kita sudah membuat program digitalisasi untuk semua penyalur sehingga pengawasan BPH akan lebih efektif ke depan. 

Sampai dengan saat ini hampir 100% ATG dan EDC sudah dipasang, hasil kerja sama Telkom dan Pertamina," ungkap Ifan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis.

"Ini juga merupakan upaya agar APBN yang diberikan kepada subsidi bisa tepat volume dan tepat sasaran," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan penyelesaian digitalisasi SPBU merupakan momen penting bagi Telkom dalam menghadirkan sebuah sistem yang terintegrasi dalam penyaluran BBM.

"Digitalisasi SPBU ini tentunya memberikan banyak manfaat yang dapat dirasakan tidak hanya bagi Pertamina sebagai penyalur BBM, tapi juga pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Ririek menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas apresiasi yang diberikan kepada Telkom pada acara Malam Puncak Penghargaan BPH Migas dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian ESDM atas kepercayaan yang diberikan kepada Telkom bersama Pertamina sebagai pelaksana program digitalisasi SPBU. 

Terima kasih kepada BPH Migas sehubungan apresiasi yang diberikan kepada Telkom atas kontribusi dalam mendorong pertumbuhan kegiatan usaha di sektor Hilir Migas," ujarnya.

"Tentunya terima kasih juga kepada Pertamina selaku operator atas kepercayaan dan sinergi yang baik dalam mengimplementasikan digitalisasi SPBU. 

Ke depannya Telkom akan terus hadir memberikan digitalisasi baik bagi BUMN maupun korporasi lainnya di Indonesia, seperti yang dicanangkan pemerintah," tambah Ririek.

Kolaborasi dua BUMN yang berbeda sektor ini dimulai sejak penandatanganan kerja sama digitalisasi SPBU sebagai tindak lanjut dari penugasan Kementerian ESDM kepada Pertamina untuk menggunakan sistem pencatatan penyaluran BBM subsidi secara elektronik sampai di ujung titik serah penyalur (nozzle).

Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, program ini telah selesai diimplementasikan dan manfaatnya telah dirasakan oleh berbagai stakeholder terkait, masyarakat hingga pemerintah.

Telkom mendukung program digitalisasi SPBU Pertamina ini meliputi penyediaan infrastruktur telekomunikasi baik melalui jaringan fixed, mobile, dan satelit; penyediaan perangkat Electronic Data Capture (EDC); penyiapan 290 agen contact center dan 600 petugas lapangan untuk melayani pengaduan gangguan SPBU; serta pembuatan command center untuk memantau perangkat di SPBU secara proaktif.

"Dengan adanya digitalisasi tidak hanya di SPBU tapi juga industri lain, diharapkan dapat meningkatkan value BUMN maupu korporasi serta mendukung cashless transaction di lingkungan masyarakat sehingga nantinya mampu memperkuat ekonomi digital Indonesia," tutup Ririek

Learn more »

Blanja.com Ditutup, Ini Penjelasan Telkom

Telkom resmi menutup layanan Blanja.com yang dikembangkan melalui joint venture bersama eBay. 

Layanan e-commerce ini ditutup per 1 September 2020 sebagai upaya Telkom untuk fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM.

"TelkomGroup menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat serta stakeholder yang selama ini bergabung dan memanfaatkan fasilitas transaksi retail Blanja.com, terutama para pelaku bisnis di seluruh Indonesia," kata Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/9/2020).

Dalam keterangannya, Telkom mengatakan mereka akan fokus dalam beberapa inisiatif untuk memanfaatkan peluang e-commerce di pasar enterprise. 

Salah satunya dengan program Pasar Digital (PaDi) UMKM yang berupaya menggerakkan ekonomi lokal dengan pemanfaatan aplikasi digital.

Program ini dijalankan Telkom bersama delapan BUMN lain untuk mendukung inisiatif Kementerian BUMN dalam memberdayakan UMKM untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Telkom juga mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pengadaan barang dan jasa sekolah yang dilakukan secara online lewat program Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang memanfaatkan sistem marketplace online.

Terhitung 1 September 2020 seluruh kegiatan pembelian di Blanja akan dihentikan. 

Namun untuk pembelian, penjualan, pembayaran dan pengiriman yang masih dalam proses masih bisa diselesaikan.

Blanja.com juga mengimbau pelanggan untuk menarik saldo di dompet Blanja sebelum 30 September 2020.

Learn more »