Feature news

Tampilkan postingan dengan label google acquisition. Tampilkan semua postingan

5 Akuisisi Penting dalam Sejarah Google

Ciri perusahaan yang tengah diliputi kesuksesan adalah keputusan akuisisi yang kerap dilakukannya terhadap perusahaan lain.

Begitu juga Google yang telah mengakuisisi lebih dari 150 perusahaan. Meski begitu hanya beberapa yang mencolok dan dianggap sebagai akuisisi paling penting.

Google sendiri disebut telah menghabiskan dana hingga USD 28 miliar untuk puluhan akuisisi yang dilakukannya sejak tahun 2001. Namun hal tersebut tak sia-sia karena sejumlah akuisisi yang dilakukan terbukti sukses mendulang keuntungan yang berlimpah.

Ingin tahu perusahaan mana saja? Berikut akuisisi Google yang berhasil membawanya sebagai perusahaan teknologi paling diperhitungkan di dunia seperti dirangkum dari Business Insider.


Boston Dynamics

http://images.detik.com/content/2014/08/13/319/150632_bostondynamics.jpg
Boston Dynamics adalah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan robot. Awalnya perusahaan ini bekerj asama dengan Pentagon untuk menciptakan teknologi robot untuk kepentingan militer. Namun belakangan Google tertarik dan memutuskan untuk mengakuisisinya.

Nilai akuisisinya sendiri terbilang lumayan, senilai USD 500 juta. Pada awalnya tak sedikit yang yang mempertanyakan keputusan Google melakukan akuisisi tersebut.

Hingga akhirnya Andy Rubin yang merupakan mantan bos Android mengakui Boston Dynamics di bawah kepemimpinannya tengah mengembangkan robot Google.

Salah satu hasil riset yang telah dipamerkannya adalah AlphaDog, robot berkaki empat yang diklaim dapat menaklukkan medan apapun dalam perjalanannya dan sanggup membawa beban berat. Saat ini AlphaDog juga masih dalam proses pengembangan yang dilakukan bersama pihak marinir Amerika Serikat.

DoubleClick

http://images.detik.com/content/2014/08/13/319/150718_doubleclick.jpg
Bila Google rela menggelontorkan USD 500 juta untuk mengakuisisi Boston Dynamics, maka nilai akuisisinya terhadap DoubleClick lebih gila lagi. Bayangkan, raksasa internet ini menghamburkan hingga USD 3 miliar untuk perusahaan online advertising ini.

Bagusnya hal tersebut tidak sia-sia, perusahaan yang diakuisisinya pada maret 2008 lalu itu kini bahkan menjadi salah satu ‘sapi perah’ Google.

Itu karena DoubleClick dipercaya oleh produsen besar seperti Coca-Cola, Nike, hingga Apple untuk menangani bagian iklannya.

Bicara iklan, revenue terbesar Google memang berasal dari sektor ini. Seperti dilansir Business Insider, Rabu (13/8/2014), 95% dari USD 12,67 miliar revenue yang diperoleh Google pada kuartal kedua tahun 2014 ini sepenuhnya berasal dari iklan.

Waze

http://images.detik.com/content/2014/08/13/319/150800_waze.jpg
Google memang sudah punya Google Maps, namun sepertinya raksasa internet ini masih belum puas dan mengakuisisi Waze.

Diakuisisi senilai USD 1 miliar pada bulan Juni 2014 lalu, Waze memang disebut belum memberikan kontribusi besar bagi Google. Namun jumlah penggunanya yang mencapai 44 juta bukanlah hal yang dapat dikesampingkan.

Hingga saat ini memang belum jelas apa rencana Google terhadap Waze ke depannya, tapi berbagai kemampuan telah ditingkatkan mulai dari tampilan peta yang real-time, kondisi lalu-lintas, laporan kecelakaan, sampai informasi titik-titik penting perjalanan seperti pusat bisnis dan lokasi publik yang seluruhnya dilaporkan sendiri oleh penggunanya.

Menariknya, akuisisi Waze juga memberikan keuntungan bagi pengguna GMaps. Peta layanan milik Google tersebut kini mampu menyodorkan informasi yang lebih akurat karena berkorelasi dengan data yang dimiliki Waze.

YouTube

http://images.detik.com/content/2014/08/13/319/150840_youtube.jpg
Siapa yang tidak kenal Youtube? Inilah salah satu akuisisi paling penting sekaligus menguntungkan yang pernah dilakukan Google. Youtube kini menempati posisi tiga besar situs paling sering diakses di tingkat global versi Alexa.

Google dulunya membeli Youtube dalam bentuk saham senilai USD 1,65 miliar, kini harganya tentu jauh lebih tinggi dari itu. Dengan total durasi 100 jam dari tiap video yang di-upload tiap menitnya, YouTube dengan sendirinya telah menjadi ladang uang bagi Google.

Menariknya, tak hanya Google yang mendulang keuntungan dari berbagai iklan yang dipasangnya mengiringi video yang ada, pemilik akun YouTube juga bisa memanfaatkannya untuk meraih pemasukan melalui video-video yang di-upload.

Selain itu dengan besarnya komunitas di dalamnya, YouTube pun kini mulai dianggap sebagai ‘bagian besar’ dari kultur internet selain Facebook, Twitter, dan mesin pencarian Google.

Android

http://images.detik.com/content/2014/08/13/319/150945_androidkitkat.jpg
Percaya atau tidak, dulunya Google cuma menggelontorkan USD 50 juta untuk akuisisi Android. Namun siapa sangka keputusan tersebut telah menjadi pembelian terbaik sepanjang masa yang pernah dilakukan Google.

Belum sampai satu dekade dari akuisisi yang dilakukan pada tahun 2006 lalu itu, kini Android telah menginvasi hampir semua perangkat yang ada saat ini.

Awal memang hanya ponsel, namun kini tablet, televisi, bahkan mobil dan lemari es telah dibekali OS yang awalnya digarap oleh Andy Rubin tersebut.

Tak sampai di situ, saking fleksibelnya, Android juga mulai dibenamkan pada jam tangan, hingga kacamata pintar lewat Google Glass.

Beberapa produsen ponsel juga menjadi besar karena mengandalkan OS robot hijau ini, tengok saja Samsung, LG, Sony, HTC, dan yang lainnya. Itu belum termasuk ribuan produsen lainnya yang berpencar di berbagai negara yang juga membekali ponselnya dengan Android.

Learn more »

Demi Tingkatkan Kualitas YouTube, Google Akuisisi Directr


directr
Learn more »

Google Akuisisi Emu, Aplikasi Pesan Instan Secerdas Siri


emu
Learn more »

Google Caplok Startup Pembesut Password Unik


http://images.detik.com/content/2014/02/17/398/slicklogin.jpgSlickLogin
Google kembali mengakuisisi startup berskala kecil. Namun perusahaan yang dicaplok oleh sang raksasa ini berbeda karena menawarkan otentifikasi password unik.

SlickLogin, startup yang berbasis di Israel ini resmi mengumumkan menjadi bagian dari keluarga besar Google akhir pekan lalu, Namun seperti biasa, tak disebutkan berapa jumlah dana yang dikeluarkan oleh Google.

Dikutip dari Neowin, SlickLogin menawarkan otentifikasi password dengan sederhana namun aman, yakni dengan menggunakan suara.

Otentifikasi ini bekerja dengan dua arah. Maksudnya, ketika pengguna ini membuka laman yang dituju, cukup mendekatkankan ponselnya ke dalam laptop atau tablet.

Melalui smartphone otentifikasi akan terbuka dengan menggamit suara yang khas, bahkan tak bisa didengarkan oleh telinga manusia. Sehingga, membuka password pun tak perlu lagi memasukkan kode-kode tertentu.

Belum ada komentar dari Google mengenai aksi akuisisinya tersebut, termasuk akan digunakan untuk apa nantinya.
Learn more »

Google Gunakan Dana Rp 38 Triliun, Akuisisi Pembuat Perangkat Rumah Cerdas Nest Lab


Google kembali menggelontorkan dana besar demi mengakuisisi salah satu perusahaan. Menurut kabar yang dikutip dari Cnet, perusahaan yang tengah mendominasi sistem operasi mobile dunia ini berhasil membeli Nest Labs dengan nilai US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 38,67 triliun.
Dalam sebuah dokumen yang terdaftar di Securities and Exchange Commission, Google disebutkan telah menyelesaikan proposal pembelian ini sejak 7 Februari silam. Akuisisi ini sendiri dipandang sebagai salah satu pemenuhan ambisi Google yang ingin mulai masuk ke bisnis alat-alat rumah tangga cerdas.
“Di bulan Januari 014, kami (Google) melakukan negosiasi untuk mengakuisisi 100% Nest Labs , Inc.,” tulis Google dalam pernyataan resminya. “Sebelumnya, kami telah memiliki saham 12% di Nest. Kami berharap akuisisi ini akan mendorong Google untuk menciptakan berbagai produk dan layanan, serta membuat Nest terus berinovasi.”
Nest Labs sendiri adalah sebuah perusahaan yang sebagai pembuat detektor asap dan karbon monoksida, serta alat thermostat cerdas. Peralatan tersebut tentunya akan dipasang di rumah-rumah sebagai salah satu paket smart-home system.
Learn more »

5 Akuisisi Tak Lazim Google

Selama ini Google dikenal sebagai raksasa mesin pencari dan mulai menapaki sebagai raja piranti lunak melalui Android. Tapi Google tak pernah puas untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dan lebih.

Google mulai berekspansi di luar jalur mainstream. Perusahaan tersebut mengepakkan sayapnya dengan menghadirkan beragam layanan yang bahkan rasanya tak lazim dilakukan oleh perusahaan internet.

Upaya tersebut bukannya cuma sekedar proyek basa-basi. Karena buktinya, Google rela merogoh kocek hingga puluhan juta dolar untuk membeli startup demi memuluskan ide gilanya.

perusahaan mana saja yang rasanya tak lazim diakuisisi oleh Google.

Startup Penyedia Loker Penyimpanan

Di akhir tahun 2012, Google sukses mengakuisisi sebuah startup bernama Bufferbox. Ini adalah startup yang menyediakan jasa loker penyimpanan untuk menerima kiriman barang dari beragam situs, khususnya e-commerce.
Ya, Bufferbox memang menyediakan loker khusus secara fisik di berbagai lokasi tertentu. Untuk mengaksesnya, pengguna yang sudah terdaftar akan mendapatkan pin sekali pakai.
Google rupanya tertarik dengan ide kecil dari perusahaan yang berbasis di Kanada tersebut. Bahkan, mereka rela mengeluarkan dana hingga USD 17 juta untuk mendapatkannya.
Jelas memang, Google ingin pembelian ini bisa terintegrasi dengan layanan Google Shopping dan fitur lainnya di sistem operasi mobile Android.

Robot Humanoid

Google memang bukan lagi sekadar menjadi perusahaan mesin pencari. Kini mereka mulai merambah segmen bisnis, bahkan satu tim robot humanoid dari Universitas di Tokyo dibelinya.
Schaft.inc diakuisisi oleh Google dengan nilai yang tak disebutkan. Startup yang diisi mahasiswa tersebut memang sudah merampungkan satu robot humanoid dengan nama yang sama.
Bahkan Schaft mampu menjawab tantangan Google dengan memenangkan sebuah event kompetisi robotic prestisius yang digelar di Jepang baru-baru ini.
Terdapat enam belas tim yang turut serta dalam kompetisi tersebut. Semua tim itu harus menyelesaikan delapan tantangan, di antaranya adalah menyetir mobil, membuka pintu dan lain-lain.
Dan Schaft yang menjadi pemenang kompetisi itu pun didesain untuk digunakan pada kondisi yang ekstrim, seperti pada saat kebakaran.

Robot Militer

Google mengumumkan akuisisi terhadap perusahaan robot bernama Boston Dynamics. Perusahaan ini dikenal sering mengembangkan robot militer untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Salah satu kreasi Boston Dynamics yang terkenal adalah robot bernama BigDog. Robot untuk membantu tentara membawa perlengkapan ini mampu melalui medan berbahaya, mendaki, bahkan dapat menyeimbangkan diri jika terpeleset.
Boston Dynamics tidak membuat robot untuk pasar komersial. Mereka memperoleh pendapatan dari kontrak jutaan dolar dari Departemen Pertahanan.

Proyek Energi Tenaga Angin

Google tampaknya juga serius untuk menapaki layanan di pasar energi. Salah satunya adalah dengan membeli startup Makani Power, sebuah penyedia turbin tenaga angin.
Google tampaknya ingin mendapatkan uang dari layanan yang berbeda. Selain membangun proyek energi tenaga angin, perusahaan itu ingin menjadi pemain di pasar energi.
Google melakukan penjualan energi yang didapat dari pembangkit angin miliknya dengan menjual listrik 114 megawatt.

Penyedia Home Automation

Ini yang paling gres. Google rela menggelontorkan dana sangat besar untuk perusahaan yang membuat semacam home automation, bernama Nest Lab.
Nest menjadi bagian dari keluarga Google setelah raksasa mesin pencarian ini menggelontorkan uang mahar sebesar USD 3,2 miliar. Sangat besar untuk sebuah perusahaan yang baru menghadirkan thermostat atau alat pengatur suhu otomatis.
Memang thermostat besutan Nest ini bukan sembarang alat pengatur suhu biasa, karena kemampuannya mengatur suhu secara otomatis dengan membaca sensor suhu, kelembaban, aktivitas, dan cahaya.
Learn more »

100 Mantan Karyawan Apple Dibeli Google

Google baru saja mengumumkan akuisisi terbarunya dari perusahaan bernama Nest. Bukan saja nilai akuisisinya fantastis, namun juga rencana Google dan di balik pembesut startup ini yang membuat pembelian ini menarik.

Nest menjadi bagian dari keluarga Google setelah raksasa mesin pencarian ini menggelontorkan uang mahar sebesar USD 3,2 miliar. Sangat besar untuk sebuah perusahaan yang baru menghadirkan thermostat atau alat pengatur suhu otomatis.

Memang thermostat besutan Nest ini bukan sembarang alat pengatur suhu biasa, karena kemampuannya mengatur suhu secara otomatis dengan membaca sensor suhu, kelembaban, aktivitas, dan cahaya.

Inti dari akuisisi mahal ini adalah, Google tak main-main untuk berekspansi di luar mesin pencari dan mendekatkan internet dengan kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan lain dari Nest ini adalah, startup ini dibangun oleh Tony Fadell dan Matt Rogers. Dua orang penting dari masa lalu Apple. Fadell sendiri dikenal sebagai 'bapak iPod'.

Dikutip dari QZ, selain duo eksekutif Apple itu, Nest kabarnya juga mempekerjakan setidaknya 100 mantan karyawan dari perusahaan berlambang Apple kroak tersebut.

"Google selalu tertarik dengan apa yang Nest lakukan karena mereka berpikir kami memiliki ide yang gila, dan mereka suka ide gila," kata Fadell. Tentang akuisisi perusahaanya oleh Google tersebut.
Learn more »

Ambisi Besar Google: Akuisisi Nest Senilai 38,4 Trilliun Rupiah

Akuisisi besar terjadi di dunia teknologi. Sekitar pukul 4 pagi dini hari tadi, Google membuat pengumuman besar, melakukan akuisisi terhadap Nest Labs, sebuah perusahaan teknologi spesialis rumah pintar senilai 3,2 Milliar Dollar atau setara dengan 38,4 Trilliun Rupiah. 

Nest telah berhasil meluncurkan dua produk rumah pintar yang sangat laris di Amerika, thermostat dan detektor kebakaran pintar serta terkoneksi dengan internet. Google percaya bahwa diantara semua perusahaan teknologi, Nest yang paling mendekati rumah pintar berbasis internet dan dikendalikan oleh satu sistem operasi sendiri. Dengan adanya akuisisi ini, jangan kaget kalau rumah pintar pertama akhirnya menggunakan sistem operasi Android.
tony_fadell_2413110b
Tony Fadell – CEO Nest dan Bapak iPod
Berikut adalah pernyataan resmi CEO Google, Larry Page, sesaat setelah akuisisi Nest, “pendiri Nest, Tony Fadell dan Matt Rogers, telah membangun tim super dan kami senang untuk menyambut mereka di keluarga Google. Mereka telah berhasil membangun produk luar biasa yang bisa Anda beli saat ini juga, seperti thermostat hemat energi dan detektor kebakaran serta alarm yang bisa membuat keluarga Anda aman. Kami sangat senang membawa pengalaman luar biasa ini ke lebih banyak rumah di lebih banyak Negara dan mewujudkan mimpi banyak orang!”
Tony Fadell, CEO Nest, juga tidak kalah girang dengan akuisisi ini. Tony merasa mimpinya akan lebih muda terwujud dengan bantuan teknologi Google. Berikut pernyataan resmi Tony, “Kami sangat senang untuk bergabung dengan Google. Dengan dukungan mereka, Nest akan menjadi tempat yang lebih baik lagi untuk membangun alat sederhana namun berguna yang bisa membuat hidup lebih mudah di rumah, dan memberikan dampak positif pada dunia.”
Nest akan tetap beroperasi di bawah kendali Tony Fadell serta semua brand akan dipertahankan. Selain langsung mendapatkan pasar rumah pintar, Google juga mendapatkan talenta luar biasa dari akuisisi ini. Tony Fadell dan Matt Rogers, dua pendiri serta petinggi Nest, adalah orang penting di balik kesuksesan Apple dulu. Tony Fadell adalah mantan SVP, Senior Vice President di Apple serta seringkali dianggap sebagai bapak iPod yang berhasil merevolusi cara dunia memainkan musik. Beserta Matt Rogers, Tony juga aktor penting dibalik terciptanya iPhone.
Dengan mendapatkan produk kuat serta tim yang bertalenta hebat, mari kita simak sepak terjang Google dan Nest untuk membuat rumah kita lebih pintar.
Berita akuisisi Nest ini di Indonesia, terbit pertama di Studentpreneur. Jangan lupa mengikuti Studentpreneur di facebook dan Twitter agar mendapatkan update berita serta inspirasi bisnis terbaru.
Learn more »

Diakuisisi Google, Aplikasi Alarm Timely Kini Tersedia Gratis di Google Play


Google baru saja mengakuisisi perusahaan pembuat aplikasi jam alarm Timely, BitSpin. Dari akuisisi tersebut Timely langsung dibuat sebagai aplikasi gratisan untuk pertama kalinya.
"Kami sangat senang mengumumkan bahwa Bitspin telah bergabung dengan Google, di mana kami bisa melakukan apa yang kami suka: membangun produk besar yang menyenangkan untuk digunakan," begitu bunyi pernyataan perusahaan yang berbasis di Zurich, Swiss, tersebut seperti dilansir Digitalspy.
Tidak hanya bagi pengguna baru, bagi pengguna yang telah lama menggunakan Timely, pihak Bitspin tetap akan memberikan perlakuan yang sama terkait dukungan teknis. 
"Terima kasih kepada semua orang yang telah mengunduh aplikasi kami dan memberikan umpan balik sepanjang waktu. Kami benar-benar menghargai semua dukungan Anda," lanjut pernyataan tersebut.
Sekedar informasi, Timely adalah sebuah aplikasi alarm alternatif bagi pengguna handset Android yang sempat ngetop di Google Play. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengatur waktu dengan cara yang mudah dengan adanya tepi layar yang menampilkan pilihan waktu.
Bagi kamu yang penasaran dengan aplikasi Timely, simak saja video berikut ini sebelum mengunduhnya di perangkat Android kamu:
Learn more »