Kebocoran data yang menimpa Tokopedia adalah pembobolan data masif.
Seluruh penggunanya terdampak, yakni sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia bocor. Bagaimana hacker bisa mencurinya?
Pakar
keamanan cyber Ruby Alamsyah mengatakan, sejauh ini belum ada yang
mengonfirmasi metode apa yang digunakan peretas mencuri data-data milik
pengguna Tokopedia.
Namun menurutnya ada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, disebutkan Ruby adalah adanya kebobolan dari sisi sistem cloud yang digunakan Tokopedia.
"Kalau lihat dari pola para pelaku ini, mereka mendapatkan celah dari cloud yang digunakan platform (Tokopedia)," ujarnya.
Sedangkan
kemungkinan kedua, adalah dengan memanfaatkan celah keamanan di
database, salah satunya yang paling umum SQL injection.
Dua hal yang disebutkanya itu, menurut Ruby, merupakan kemungkinan paling besar karena terlihat dari item yang dijual.
Dijelaskan
CEO dan Founder Digital Forensic ini, yang beredar di internet adalah
tampilan dari command SQL injection.
Intinya, pada tampilan yang
beredar, terdapat adanya jejak-jejak terkait sistem database.
"Pelaku bisa dapat ini dengan cara dump dari server database dua platform.
Jadi nggak hanya nama, email, dan lain-lain tampilannya, sehingga dipastikan melakukan dumping dari SQL server, jika melihat dari file yang beredar," simpulnya.
Sebelumnya, VP of Corporate Communication Tokopedia Nuraini Razak
mengatakan, mereka sudah menyadari ada pihak ketiga yang memposting
informasi data pengguna mereka di media sosial dan forum internet.
Data
yang diposting itu menurut Nuraini adalah data pelanggan mereka yang
dicuri pada Mei lalu.
"Kami menyadari bahwa pihak ketiga yang
tidak berwenang telah memposting informasi secara ilegal di media sosial
dan forum internet terkait cara mengakses data pelanggan kami yang
telah dicuri," kata dia.
Tokopedia
sudah melaporkan hal ini ke polisi dan mengingatkan semua pihak untuk
menghapus semua informasi yang memfasilitasi akses ke data hasil curian
tersebut.
Ia juga memastikan kalau password pengguna Tokopedia tetap
terjaga enkripsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar