Saat awal kemunculannya, banyak yang meremehkan potensi Android, salah satunya adalah Samsung.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini membuang kesempatan membeli Android.
Dikutip
dari Android Authority, Samsung sebenarnya punya kesempatan untuk
membeli sistem operasi robot hijau tersebut dari Andy Rubin sebelum
Google melakukannya.
Dalam bukunya yang berjudul 'Dogfight: How
Apple and Google Went to War and Started a Revolution', wartawan
teknologi senior Fred Vogelstein membagikan apa yang terjadi di dalam
pertemuan antara tim Android dan Samsung yang terjadi di Seoul pada
akhir 2004.
Saat
itu, Andy Rubin mempresentasikan idenya tentang Android dan visi di
balik OS buatannya itu di sebuah ruangan penuh berisi para eksekutif
Samsung.
Dalam pertemuan itu, tampaknya tim Samsung tidak tertarik
mendengarnya.
Mereka pikir rencana Rubin melempar Android ke pasar secara massal
hanyalah lelucon.
Bahkan salah satu eksekutif Samsung kala itu kemudian
memecah kecanggungan presentasi dengan bertanya pada Rubin.
"Dengan apa kalian akan bergerak dan menciptakan ini? Kalian cuma berenam. Apa kalian mabuk?" kata eksekutif tersebut.
Selain
tidak tertarik, jelas terlihat bahwa tim Samsung meragukan ide Rubin
bersama Android buatanya. "Mereka menertawakan saya di ruangan
tersebut," kisah Rubin.
Namun tidak perlu waktu lama bagi Rubin dan timnya untuk membalikkan keadaan.
Tak lama setelah penolakan tersebut, Google membeli Android senilai USD 50 juta dan merekrut Rubin sebagai Senior Vice President of Mobile and Digital Content.
Mengetahui
hal ini, Samsung menyadari telah membuat kesalahan.
Salah satu dari tim
Samsung menghubungi Rubin sehari setelah Google mengakuisisi Android
untuk menanyakan apakah bisa bertemu secara personal untuk membahas
proposal Android.
Namun semuanya sudah terlambat bagi Samsung.
Kini,
Android jadi OS mobile paling populer di dunia, digunakan di lebih dari
2,5 miliar perangkat aktif. Lebih dari 80% smartphone di dunia,
menjalankan OS Android.
Bagi Samsung, keputusannya dulu menolak Android mungkin disesali.
Namun bisa jadi, ini juga keputusan yang tepat. Ceritanya mungkin akan
berbeda jika Android dibeli Samsung.
Tak dapat dipungkiri, potensi
Android berkibar karena kerja keras dari tim Google yang menawarkan OS
ini secara open source dan gratis.
Samsung bisa saja menerapkan model
bisnis berbeda pada Android yang akan menghambat potensinya untuk
bersinar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar