Berbagai modus pembajakan WhatsApp semakin 'kreatif'. Aplikasi instant messaging ini memang sasaran empuk hacker, karena begitu banyak orang menggunakannya.
Dikutip dari Live Mint, ada modus baru pembajakan WhatsApp yang metodenya adalah hacker mengaku-ngaku sebagai tim teknis WhatsApp.
Akun-akun
milik hacker yang menyamar sebagai tim teknis WhatsApp ini bahkan
menggunakan logo resmi sebagai gambar profil.
Mereka berupaya menipu
pengguna agar memberikan one time password (OTP) atau verifikasi satu
kali akun WhatsApp.
WABetaInfo, situs yang rutin meng-update fitur-fitur terbaru
WhatsApp, melaporkan bahwa mereka pun menerima pertanyaan dari para
pengguna tentang pesan mencurigakan yang mengatasnamakan WhatsApp.
Dalam
pesan itu, mereka berpura-pura menjadi tim teknis WhatsApp dan meminta
kode verifikasi yang diterima pengguna saat mengaktifkan akun WhatsApp
mereka di perangkat baru.
Ini dilakukan untuk meretas ke akun aplikasi
pesan instan seseorang.
Untuk diketahui, setiap kali pengguna
mendaftarkan perangkat, mereka harus memasukkan OTP untuk mulai
menggunakan WhatsApp.
Proses verifikasi ini dilakukan untuk mencegah
peretas masuk ke akun.
WABetaInfo mengingatkan agar pengguna
berhati-hati, karena WhatsApp jarang menggunakan akun WhatsApp resmi
mereka untuk menyampaikan pesan.
Bahkan, jika WhatsApp mengirim
pesan pun, cara yang dilakukan adalah dengan mengirimnya dari akun
terverifikasi mereka.
Untuk mengenali akun yang diverifikasi, pengguna
akan menemukan tanda centang hijau di samping nama akun tersebut.
WhatsApp
sendiri dalam halaman ketentuan privasi sudah mengklaim bahwa mereka
tidak pernah menanyakan informasi sensitif dan personal seperti password
untuk alasan apapun.
Apabila pengguna terjebak penipuan semacam itu dan kehilangan akses
ke akun WhatsApp, mereka dapat memverifikasi ulang akun mereka dan
mengklaimnya kembali secara mandiri.
Untuk saat ini, WhatsApp hanya
dapat digunakan pada satu perangkat.
WhatsApp memang sedang
mengembangkan fungsi agar bisa dipakai di beberapa perangkat. Fitur
tersebut baru-baru ini muncul di WhatsApp versi beta.
Ketika
fungsi menggunakan WhatsApp di beberapa perangkat sudah hadir, maka
keamanan pun harus diperketat, dan pengguna harus ekstra hati-hati.
Minggu, 31 Mei 2020
Google Temukan Perusahaan Hacker Bayaran Asal India
Facebook Tiru TikTok dan Luncurkan Collab
Pengguna Kini Bisa Jadwalkan Postingan di Twitter
Twitter kini menjadi
lebih ramah bagi penggunanya, baru-baru ini mereka telah merilis
antarmuka yang baru untuk membuat obrolan menjadi lebih mudah dikelola.
Melalui akun Twitter support, mereka kembali mengumumkan dua fitur anyarnya.
Yang pertama adalah 'Tweet Draft' dengan fitur ini ketika pengguna sedang menulis sebuah cuitan dan belum selesai mengetik karena ada urusan lain maka cuitan tersebut bisa disimpan sebagai draft.
Caranya cukup klik tanda 'X' pada pojok kiri atas dan kemudian pilih 'Simpan' nanti akan ada pilihan untuk memastikan tweet yang belum selesai apakah ingin dibuang atau disimpan.
Untuk mengedit tweet yang sudah tersimpan di draft cukup pilih Tweet tidak terkirim dan pengguna akan melihat semua draft yang dibuat.
Fitur ini juga tersedia untuk aplikasi mobile, namun untuk saat ini Draft belum dapat disinkronkan antara aplikasi dengan situs web.
Jadi ketika membuat membuat tweet dan disimpan di web, belum dapat terbaca di aplikasi.
Fitur kedua adalah 'Schedule Tweets' yang memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan waktu kapan Tweet akan diposting.
Caranya cukup ketuk ikon kalender atau jam lalu pilih tanggal dan waktu postingan tweet yang dinginkan.
Dilansir dari Phone Arena, tweet dapat dijadwalkan hingga 18 bulan dan pengguna dapat mengatur waktu beberapa tweet sekaligus.
Fitur ini tentu akan sangat berguna bagi mereka yang bekerja di bagian tim media sosial khsususnya untuk akun bisnis ataupun para tokoh dunia seperti selebriti dan lainnya.
Melalui akun Twitter support, mereka kembali mengumumkan dua fitur anyarnya.
Yang pertama adalah 'Tweet Draft' dengan fitur ini ketika pengguna sedang menulis sebuah cuitan dan belum selesai mengetik karena ada urusan lain maka cuitan tersebut bisa disimpan sebagai draft.
Caranya cukup klik tanda 'X' pada pojok kiri atas dan kemudian pilih 'Simpan' nanti akan ada pilihan untuk memastikan tweet yang belum selesai apakah ingin dibuang atau disimpan.
Untuk mengedit tweet yang sudah tersimpan di draft cukup pilih Tweet tidak terkirim dan pengguna akan melihat semua draft yang dibuat.
Fitur ini juga tersedia untuk aplikasi mobile, namun untuk saat ini Draft belum dapat disinkronkan antara aplikasi dengan situs web.
Jadi ketika membuat membuat tweet dan disimpan di web, belum dapat terbaca di aplikasi.
Fitur kedua adalah 'Schedule Tweets' yang memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan waktu kapan Tweet akan diposting.
Caranya cukup ketuk ikon kalender atau jam lalu pilih tanggal dan waktu postingan tweet yang dinginkan.
Dilansir dari Phone Arena, tweet dapat dijadwalkan hingga 18 bulan dan pengguna dapat mengatur waktu beberapa tweet sekaligus.
Fitur ini tentu akan sangat berguna bagi mereka yang bekerja di bagian tim media sosial khsususnya untuk akun bisnis ataupun para tokoh dunia seperti selebriti dan lainnya.
Mantul! LINE Rilis Platform PC Gaming, Ada Game Apa Saja?
Google Translate Kini Bisa Terjemah Langsung, Tersedia Versi Android
Aplikasi Google Translate kini bisa menerjemahkan dari percakapan langsung tanpa delay. Dikutip dari The Verge, versi sudah tersedia untuk android.
Dengan kelebihan ini, pengguna tak perlu mengubah dialog menjadi teks seperti versi sebelumnya.
Saat ini feature Google Translate terjemah langsung tersedia untuk bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Hindi, Portugis, Rusia, Spanyol, dan Thailand.
Google Translate terjemah langsung dengan proses yang sangat singkat ini, memudahkan pelaksanaan aktivitas yang menggunakan berbagai bahasa.
Misalnya kuliah, seminar, atau dialog sehari-hari tanpa perlu merekam dan mengubahnya menjadi kalimat tertulis.
Versi Google translate terjemah langsung sebelumnya memang telah mendukung versi teks dan percakapan verbal.
Namun, seperti dikatakan juru bicara Google, versi tersebut tidak bisa digunakan dalam waktu lama seperti saat sedang diskusi, kuliah, atau video call.
Sejak diluncurkan pada Maret 2020 dan didemokan di Januari 2020, Google Translate terjemah langsung direncanakan tersedia ntuk versi iOS.
Feature ada di option transcribe setelah aplikasi diupdate.
Google translate terjemah langsung menyediakan opsi pause dan restart saat transcription, dengan mengeklik ikon mic.
Ukuran teks dan dark theme juga tersedia di menu setting Google Translate.
Dengan kelebihan ini, pengguna tak perlu mengubah dialog menjadi teks seperti versi sebelumnya.
Saat ini feature Google Translate terjemah langsung tersedia untuk bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Hindi, Portugis, Rusia, Spanyol, dan Thailand.
Google Translate terjemah langsung dengan proses yang sangat singkat ini, memudahkan pelaksanaan aktivitas yang menggunakan berbagai bahasa.
Misalnya kuliah, seminar, atau dialog sehari-hari tanpa perlu merekam dan mengubahnya menjadi kalimat tertulis.
Versi Google translate terjemah langsung sebelumnya memang telah mendukung versi teks dan percakapan verbal.
Namun, seperti dikatakan juru bicara Google, versi tersebut tidak bisa digunakan dalam waktu lama seperti saat sedang diskusi, kuliah, atau video call.
Sejak diluncurkan pada Maret 2020 dan didemokan di Januari 2020, Google Translate terjemah langsung direncanakan tersedia ntuk versi iOS.
Feature ada di option transcribe setelah aplikasi diupdate.
Google translate terjemah langsung menyediakan opsi pause dan restart saat transcription, dengan mengeklik ikon mic.
Ukuran teks dan dark theme juga tersedia di menu setting Google Translate.
Fitur Baru Youtube Bisa Lompati Video yang Ingin Dituju
Dalam sebuah video YouTube
dengan durasi panjang kadang sang kreator memberikan tautan link berupa
waktu di bagian deskripsi tujuannya agar penonton bisa langsung
menonton bagian yang mereka ingin lihat.
Misal, ketika ada video tutorial memasak penonton bisa meng-skip bagian intro dan langsung masuk ke inti dari tutorial tersebut tanpa harus membuang-buang waktu.
Meski cara ini belum paling efisien, namun berhasil dan dilakukan di konten video YouTube.
Menjawab persoalan tersebut YouTube pun mendengarkan akan permintaan para penggunaannya dan mengumumkan telah meluncurkan fitur yang dinamai 'Chapters'
Fitur Chapters sendiri sebelumnya sudah diuji coba, dengan fitur ini dapat mempermudah penonton untuk mencari bagian video yang diinginkan.
Setelah mendapatkan respon yang baik akhirnya YouTube merilis fitur Chapters ini secara permanen baik di YouTube versi website serta perangkat Android dan iOS.
Chapters ini akan terlihat pada bagian bawah pemutar video dengan bentuk garis-garis patah dan menunjukkan tanda waktu yang dapat diklik penonton untuk langsung menuju ke video tersebut.
Namun dilansir dari Ubergizmo, ada catatan bahwa fitur ini sepenuhnya adalah opsional dan pembuat video harus memasukkannya secara manual sehingga tidak semua video dapat memanfaatkan fitur tersebut.
Misal, ketika ada video tutorial memasak penonton bisa meng-skip bagian intro dan langsung masuk ke inti dari tutorial tersebut tanpa harus membuang-buang waktu.
Meski cara ini belum paling efisien, namun berhasil dan dilakukan di konten video YouTube.
Menjawab persoalan tersebut YouTube pun mendengarkan akan permintaan para penggunaannya dan mengumumkan telah meluncurkan fitur yang dinamai 'Chapters'
Fitur Chapters sendiri sebelumnya sudah diuji coba, dengan fitur ini dapat mempermudah penonton untuk mencari bagian video yang diinginkan.
0:00 We heard you and added Video Chapters.
0:30 You liked it.
1:00 Now it's official: Video Chapters are here to stay.
1:30 Creators, try Chapters by adding timestamps starting at 0:00 to your video description. Viewers, scrub to find exactly what you’re looking for.
2:00 Enjoy!
332 orang memperbincangkan tentang ini
Setelah mendapatkan respon yang baik akhirnya YouTube merilis fitur Chapters ini secara permanen baik di YouTube versi website serta perangkat Android dan iOS.
Chapters ini akan terlihat pada bagian bawah pemutar video dengan bentuk garis-garis patah dan menunjukkan tanda waktu yang dapat diklik penonton untuk langsung menuju ke video tersebut.
Namun dilansir dari Ubergizmo, ada catatan bahwa fitur ini sepenuhnya adalah opsional dan pembuat video harus memasukkannya secara manual sehingga tidak semua video dapat memanfaatkan fitur tersebut.
Rating TikTok Anjlok, Google Turun Tangan
Google telah menghapus jutaan ulasan negatif pada aplikasi TikTok di Google Play Store.
Ulasan tersebut membuat penilaian aplikasi tersebut turun drastis dari 4,5 menjadi 1,2 bintang dalam waktu semalam.
Anjloknya penilaian TikTok ini akibat ulah dari kreator TikTok asal India yakni Fazial Siddiqui yang memposting sebuah video berisikan menyiram cairan asam ke wajah seorang perempuan.
Meski video ini dibuat sebagai prank atau lelucon.
Namun aksinya tersebut mendapatkan kritikan keras dari para netizen. Ia pun meminta maaf dan menghapus videonya.
"Sebagai influencer media sosial, saya menyadari tanggung jawab saya dan meminta maaf kepada siapa pun yang tersinggung oleh video." ujar Faizal dilansir dari BBC.
Meski video sudah dihapus dan sang influencer sudah meminta maaf namun tetap memberikan efek buruk kepada aplikasi TikTok dari ulasan negatif dan peringkat yang anjlok di Google Play Store.
"Sesuai kebijakan, kami tidak mengizinkan konten yang membahayakan keselamatan orang lain, mempromosikan kerusakan fisik, atau mengglorifikasi kekerasan terhadap perempuan," kata juru bicara TikTok.
"Perilaku tersebut melanggar pedoman kami dan kami telah menghapus konten, menangguhkan akun, dan bekerja dengan lembaga penegak hukum sebagaimana mestinya." tambah TikTok.
Dalam kasus ini Google pun turun tangan, seorang juru bicara Google bahkan mengatakan telah mengambil tindakan korektif.
Google juga mengatakan bahwa ulasan-ulasan ini sengaja dibuat dengan membuat akun palsu untuk memperkuat protes mereka.
"Ketika kami mengetahui insiden penyalahgunaan spam, kami meninjau dan mengambil tindakan korektif untuk menghapus peringkat dan komentar yang tidak pantas," lanjut juru bicara Google.
Ulasan tersebut membuat penilaian aplikasi tersebut turun drastis dari 4,5 menjadi 1,2 bintang dalam waktu semalam.
Anjloknya penilaian TikTok ini akibat ulah dari kreator TikTok asal India yakni Fazial Siddiqui yang memposting sebuah video berisikan menyiram cairan asam ke wajah seorang perempuan.
Meski video ini dibuat sebagai prank atau lelucon.
Namun aksinya tersebut mendapatkan kritikan keras dari para netizen. Ia pun meminta maaf dan menghapus videonya.
"Sebagai influencer media sosial, saya menyadari tanggung jawab saya dan meminta maaf kepada siapa pun yang tersinggung oleh video." ujar Faizal dilansir dari BBC.
Meski video sudah dihapus dan sang influencer sudah meminta maaf namun tetap memberikan efek buruk kepada aplikasi TikTok dari ulasan negatif dan peringkat yang anjlok di Google Play Store.
"Sesuai kebijakan, kami tidak mengizinkan konten yang membahayakan keselamatan orang lain, mempromosikan kerusakan fisik, atau mengglorifikasi kekerasan terhadap perempuan," kata juru bicara TikTok.
"Perilaku tersebut melanggar pedoman kami dan kami telah menghapus konten, menangguhkan akun, dan bekerja dengan lembaga penegak hukum sebagaimana mestinya." tambah TikTok.
Dalam kasus ini Google pun turun tangan, seorang juru bicara Google bahkan mengatakan telah mengambil tindakan korektif.
Google juga mengatakan bahwa ulasan-ulasan ini sengaja dibuat dengan membuat akun palsu untuk memperkuat protes mereka.
"Ketika kami mengetahui insiden penyalahgunaan spam, kami meninjau dan mengambil tindakan korektif untuk menghapus peringkat dan komentar yang tidak pantas," lanjut juru bicara Google.
Awas! Pembajakan WhatsApp Lewat Voucher Game Mengatasnamakan Indomaret
WhatsApp adalah aplikasi messaging paling populer di dunia mengalahkan email dan SMS yang sebelumnya menjadi layanan andalan. Kepopuleran ini membuat WhatsApp menjadi sasaran para pelaku kejahatan.
Saat ini, WhatsApp berevolusi menjadi aset digital yang makin hari makin penting Dari awalnya sebagai sarana bertukar pesan real time antar teman dan komunitas, pelan-pelan melebar menjadi sarana komunikasi massal, langsung, mudah, murah dan efektif.
Banyak pengembangan WhatsApp yang membuat aplikasi ini makin berharga, seperti implementasi Otentikasi Dua Faktor (ODF) yang dikirimkan ke akun Whatsapp sampai bot untuk memberikan layanan dan informasi layanan produk atau jasa.
Argentavis, Burung Raksasa Sebesar Pesawat Cessna
Melihat Canggihnya Baju Astronaut Buatan SpaceX
NASA dan SpaceX akan membuat sejarah baru dengan meluncurkan astronaut dari Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun.
Untuk misi terbaru ini, keduanya telah menyiapkan pakaian luar angkasa baru yang lebih modern.
Dikutip dari Tech Crunch, pakaian ini dirancang oleh SpaceX yang berkolaborasi dengan NASA.
Astronaut NASA Bob Behnken dan Doug Hurley yang terlibat dalam misi Demo-2 menjadi orang pertama yang bisa menjajal pakaian baru ini.
Pakaian ini dibuat untuk menyertakan material dan teknologi yang lebih modern tapi tetap nyaman dan terlihat selaras dengan interior kapsul Crew Dragon.
Patut dicatat bahwa pakaian ini tidak menggantikan pakaian extravehicular activites (EVA) yang telah digunakan astronaut selama beberapa dekade untuk menjelajahi luar angkasa.
Not available in stores.#LaunchAmerica spacesuits are custom made.
2.984 orang memperbincangkan tentang ini
Pakaian yang dikenakan Behnken dan Hurley adalah pressure suits, mirip dengan pakaian yang dikenakan pilot pesawat tempur.
Pakaian ini berfungsi untuk melindungi astronaut saat peluncuran, termasuk periode singkat saat kapsul memasuki vakum atau suhu yang tinggi, bukan saat berada di luar angkasa.
Pakaian buatan SpaceX ini dibuat anti api dan anti hantaman serta memiliki peralatan komunikasi dan pengontrol iklim di dalamnya.
Helm yang digunakan astronaut memiliki radio dan mikrofon, serta udara dan listrik mengalir lewat kabel yang terhubung dengan kursi astronaut di kapsul.
"Ini merupakan bagian dari kendaraan, jadi kami membayangkannya sebagai sistem pakaian-kursi," kata Chris Tripp dari SpaceX.
Fitur lainnya yang menarik bisa dilihat di sarung tangan yang digunakan astronaut.
Karena kapsul Crew Dragon dioperasikan menggunakan layar sentuh, sarung tangan tersebut harus fleksibel sekaligus konduktif.
Sama seperti semua sistem yang ada di kapsul Crew Dragon, pakaian ini juga akan pertama kali diuji coba dalam peluncuran yang ditunda hingga akhir pekan ini.
Tapi tentu saja pakaian ini telah diuji di laboratorium SpaceX.
"Kami butuh tiga, hampir empat tahun untuk merancang pakaian yang terlihat bagus dan bekerja dengan baik," kata CEO SpaceX Elon Musk dalam sebuah wawancara beberapa waktu yang lalu.
"Kami ingin menginspirasi anak-anak untuk mengatakan suatu hari nanti mereka ingin mengenakan seragam itu," sambungnya.
Instagram Bakal Bagi Cuan untuk Influencer dengan Iklan di IGTV
Cara Pakai FaceApp untuk #OplasChallenge
Apple Caplok Startup AI Demi Tingkatkan Siri
Dompet Digital Facebook Ganti Nama
Facebook Luncurkan CatchUp, Aplikasi Panggilan Suara
Microsoft Edge Punya Game Offline
Link Streaming 2 Astronaut NASA Diangkut SpaceX ke ISS
![]() |
| Sejarah baru akan tercipta dalam beberapa jam ke depan. Ya, SpaceX untuk pertama kalinya akan meluncurkan dua astronaut NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Adapun dua penjelajah antariksa yang dimaksud adalah Robert Behnken dan Douglas Hurley. Keduanya sudah dilatih dan akan menjadi warga baru di ISS, meski 'diserang' pandemi Corona. Peristiwa sejarah ini karena ini jadi yang pertama kalinya, NASA tidak lagi nebeng untuk mengirimkan astronaut menggunakan roket Soyuz lagi. Sejak program antar-jemput NASA berakhir 2011, NASA kemudian bekerjasama dengan Rusia untuk soal misi berawak. SpaceX juga akan mengukir tinta emas. Sebab, momen tersebut menjadikan perusahaan Elon Musk itu jadi perusahaan swasta pertama yang membawa astronaut NASA ke ISS. Apabila berhasil, bukan tak mungkin akan dilanjutkan misi ke Bulan dan Mars. Kedua astronaut NASA itu dijadwalkan akan diangkut kapsul Crew Dragon dan diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, AS, pada Rabu, 27 Mei waktu setempat pukul 16:33 waktu setempat. Menurut SpaceX, ramalan cuaca saat peluncuran itu 60% menguntungkan. Jika saja berubah, maka akan ditunda ke jadwal peluncuran berikutnya yang sudah ditentukan. Bagi kalian yang ingin menyaksikan detik-detik sejarah itu tercipta, sebagaimana dilansir dari Mashable, Rabu (27/5/2020) maka bisa menyaksikannya lewat link streaming di YouTube NASA atau bisa di situs SpaceX. |
Spotify Hapus Batas Limit Simpan Lagu
Kini pengguna Spotify
dapat mengunduh dan menyimpan lagu sepuasnya dengan jumlah yang tak
terbatas.
Sebab layanan streaming musik asal Swedia tersebut telah menghapus batas limit yang sebelumnya pengguna hanya bisa menyimpan 10 ribu lagu saja di perpustakaan musik.
Langkah Spotify pun tentu disambut sukacita oleh penggunanya sebab sudah sekian tahun lalu mereka meminta Spotify untuk menghilangkan batas penyimpanan lagu.
Saat itu Spotify beralasan tidak memiliki rencana untuk memperpanjang batas musik karena kurang dari 1 persen pengguna yang menjangkau tersebut (batas limit lagu).
Dilansir dari The Verge saat ini Spotify telah memiliki lebih dari 50 juta lagu bagi pengguna untuk bisa streaming kapan dan di mana saja.
Tentunya dengan hilangnya batasan ini akan memudahkan bagi pengguna menyimpan lebih banyak lagu ke dalam daftar koleksi musik.
Namun sebagai catatan sistem baru ini hanya berlaku untuk menyimpan pada perpustakaan pada Spotify pengguna saja.
Untuk daftar putar individual masih terbatas sampai 10 ribu lagu dan pengguna hanya dapat mengunduh hingga 10 ribu lagu dari masing-masing di lima perangkat yang berbeda untuk di dengarkan secara offline.
Pengumuman Spotify mencatat bahwa dibutuhkan sedikit waktu untuk batas yang baru dihapus untuk diluncurkan ke seluruh pengguna.
Sebab layanan streaming musik asal Swedia tersebut telah menghapus batas limit yang sebelumnya pengguna hanya bisa menyimpan 10 ribu lagu saja di perpustakaan musik.
Langkah Spotify pun tentu disambut sukacita oleh penggunanya sebab sudah sekian tahun lalu mereka meminta Spotify untuk menghilangkan batas penyimpanan lagu.
Saat itu Spotify beralasan tidak memiliki rencana untuk memperpanjang batas musik karena kurang dari 1 persen pengguna yang menjangkau tersebut (batas limit lagu).
Dilansir dari The Verge saat ini Spotify telah memiliki lebih dari 50 juta lagu bagi pengguna untuk bisa streaming kapan dan di mana saja.
Tentunya dengan hilangnya batasan ini akan memudahkan bagi pengguna menyimpan lebih banyak lagu ke dalam daftar koleksi musik.
Namun sebagai catatan sistem baru ini hanya berlaku untuk menyimpan pada perpustakaan pada Spotify pengguna saja.
Untuk daftar putar individual masih terbatas sampai 10 ribu lagu dan pengguna hanya dapat mengunduh hingga 10 ribu lagu dari masing-masing di lima perangkat yang berbeda untuk di dengarkan secara offline.
Pengumuman Spotify mencatat bahwa dibutuhkan sedikit waktu untuk batas yang baru dihapus untuk diluncurkan ke seluruh pengguna.
Tanda Kemungkinan Kamu Dilanda Fonofobia
Ketika berbicara secara tatap muka, kamu begitu bersemangat. Tapi saat menerima telepon kok sangat benci dan takut.
Jika demikian, kemungkinan kamu menderita fonofobia. Kedengarannya aneh memang, tapi beberapa orang di dunia ini mengalami itu.
Berikut ini tujuh ciri-ciri untuk mengetahui apakah kamu terkena sindrom psikologis tersebut dirangkum dari laman Lifehack.org.
1. Saat telpon berdering.
kamu selalu membiarkan panggilan berakhir dengan sendirinya
Tidak peduli siapapun yang menelpon, kamu langsung diliputi rasa panik.
Dalam benakmu berkata,"Seseorang menelpon! Haruskah aku menjawabnya. Tapi saya tidak mau mengangkatnya. Biarkan saja berdering."
Ketika akhirnya deringan tersebut berhenti, kamu merasa senang.
2. Kamu selalu menggunakan alasan untuk tidak mengangkat telepon.
Mungkin kamu selalu menyiapkan sejumlah alasan untuk menjawab ketika ditanya kenapa tidak mengangkat telepon.
"Teleponnya lagi di kamar" atau "Saya tidak membawa telepon' padahal ponsel kamu tidak jauh dari kamu yang tengah asik membuka berbelanja di e-Commerce.
3. Selalu Mode Senyap
Ketika mengaktifkan mode ini karena kamu tidak hanya ingin mengabaikan panggilan dari orang yang mengganggu.
Tetapi menghindari semua panggilan telepon dan keharusan menjawab.
4. Daftar panggilan tak terjawab lebih panjang dari panggilan masuk
Bagi kebanyakan orang daftar panggilan masuk sangat panjang. Tapi bila daftar panggilan tidak terjawab lebih banyak bisa menjadi salah satu cirinya.
5. Teman Sering mengeluh bahwa kamu tidak menjawab telepon
Apakah teman kamu sering mengeluh tentang masalah ini? Kamu kemudian meminta maaf dan memberikan beberapa alasan.
Tetapi sebenarnya kamu mendengarkan telepon tersebut tapi membiarkannya.
6. Menyaring Kontak
Jika kamu sering menyaring kontak agar mempermudah mana orang yang mungkin akan kamu angkat panggilan teleponnya.
7. Memprioritaskan SMS ketimbang menerima teleponnya
Ketika kamu memprioritaskan SMS ketimbang menerima panggilan telepon bisa jadi pertandanya.
Padahal menjawab telepon tidak membuat pulsa kamu berkurang.
Tapi kamu memilih membiarkan panggilan tersebut tidak terjawab. Dan kamu membalasnya dengan SMS dengan memberikan alasannya.
Nah bagaimana setelah membaca, apakah ada ciri-ciri yang kamu alami?
Jika demikian, kemungkinan kamu menderita fonofobia. Kedengarannya aneh memang, tapi beberapa orang di dunia ini mengalami itu.
Berikut ini tujuh ciri-ciri untuk mengetahui apakah kamu terkena sindrom psikologis tersebut dirangkum dari laman Lifehack.org.
1. Saat telpon berdering.
kamu selalu membiarkan panggilan berakhir dengan sendirinya
Tidak peduli siapapun yang menelpon, kamu langsung diliputi rasa panik.
Dalam benakmu berkata,"Seseorang menelpon! Haruskah aku menjawabnya. Tapi saya tidak mau mengangkatnya. Biarkan saja berdering."
Ketika akhirnya deringan tersebut berhenti, kamu merasa senang.
2. Kamu selalu menggunakan alasan untuk tidak mengangkat telepon.
Mungkin kamu selalu menyiapkan sejumlah alasan untuk menjawab ketika ditanya kenapa tidak mengangkat telepon.
"Teleponnya lagi di kamar" atau "Saya tidak membawa telepon' padahal ponsel kamu tidak jauh dari kamu yang tengah asik membuka berbelanja di e-Commerce.
3. Selalu Mode Senyap
Ketika mengaktifkan mode ini karena kamu tidak hanya ingin mengabaikan panggilan dari orang yang mengganggu.
Tetapi menghindari semua panggilan telepon dan keharusan menjawab.
4. Daftar panggilan tak terjawab lebih panjang dari panggilan masuk
Bagi kebanyakan orang daftar panggilan masuk sangat panjang. Tapi bila daftar panggilan tidak terjawab lebih banyak bisa menjadi salah satu cirinya.
5. Teman Sering mengeluh bahwa kamu tidak menjawab telepon
Apakah teman kamu sering mengeluh tentang masalah ini? Kamu kemudian meminta maaf dan memberikan beberapa alasan.
Tetapi sebenarnya kamu mendengarkan telepon tersebut tapi membiarkannya.
6. Menyaring Kontak
Jika kamu sering menyaring kontak agar mempermudah mana orang yang mungkin akan kamu angkat panggilan teleponnya.
7. Memprioritaskan SMS ketimbang menerima teleponnya
Ketika kamu memprioritaskan SMS ketimbang menerima panggilan telepon bisa jadi pertandanya.
Padahal menjawab telepon tidak membuat pulsa kamu berkurang.
Tapi kamu memilih membiarkan panggilan tersebut tidak terjawab. Dan kamu membalasnya dengan SMS dengan memberikan alasannya.
Nah bagaimana setelah membaca, apakah ada ciri-ciri yang kamu alami?
Bingung Cara Lapor Meteran Listrik via WA ke PLN? Begini Caranya
PT PLN (Persero) membuka layanan lapor stand meter secara mandiri dalam masa pandemi wabah Corona (COVID-19).
Perlu diingat, hari ini merupakan terakhir batas waktu pelanggan mengirimkannya ke pihak PLN.
Pelanggan diminta melakukan ini jika ingin membayar tagihan listrik sesuai pemakaian.
Sebab jika tidak, pihak PLN hanya akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik.
Untuk melakukan caranya cukup mudah, pelanggan diminta menghubungi nomor WhatsApp (WA) PLN yakni 08122123123.
Mulailah obrolan dengan ketik 'Halo' dan '2' untuk melakukan baca meter mandiri.
"Setelah itu nanti akan ada informasi yang diberikan. Baca dulu informasi yang muncul," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka.
Lalu pelanggan diminta masukkan ID pelanggan yang terdapat di mesin kWh untuk bisa melanjutkan proses baca meter mandiri.
Setelah itu ketik angka stand kWh meter.
Jangan lupa kirimkan beserta foto kWh meternya. Di sini angka stand kWh harus jelas agar bisa dibaca dan dinyatakan valid oleh pihak PLN.
"Selesai deh. PLN nanti akan melakukan verifikasi data setelah itu semua dikirim," sebutnya.
Perlu diingat, hari ini merupakan terakhir batas waktu pelanggan mengirimkannya ke pihak PLN.
Pelanggan diminta melakukan ini jika ingin membayar tagihan listrik sesuai pemakaian.
Sebab jika tidak, pihak PLN hanya akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik.
Untuk melakukan caranya cukup mudah, pelanggan diminta menghubungi nomor WhatsApp (WA) PLN yakni 08122123123.
Mulailah obrolan dengan ketik 'Halo' dan '2' untuk melakukan baca meter mandiri.
"Setelah itu nanti akan ada informasi yang diberikan. Baca dulu informasi yang muncul," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka.
Lalu pelanggan diminta masukkan ID pelanggan yang terdapat di mesin kWh untuk bisa melanjutkan proses baca meter mandiri.
Setelah itu ketik angka stand kWh meter.
Jangan lupa kirimkan beserta foto kWh meternya. Di sini angka stand kWh harus jelas agar bisa dibaca dan dinyatakan valid oleh pihak PLN.
"Selesai deh. PLN nanti akan melakukan verifikasi data setelah itu semua dikirim," sebutnya.
Awas Lupa! Ini Hari Terakhir Kirim Foto Meteran Listrik via WhatsApp
Selama pandemi virus Corona, PTPLN (Persero) membuka layanan lapor
stand meter secara mandiri melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN
123 dengan nomor 08122123123.
Pelaporan mandiri pelanggan ini bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya.
Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.
Dengan demikian, maka hari ini 27 Mei merupakan hari terakhir bagi para pelanggan untuk bisa mengirimkan foto pencatatan listriknya ke PLN.
"Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kWh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening.
Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan," tutur kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril.
Jika pelanggan tidak mengirim laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi petugas, pilihan terakhirnya PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik.
Implikasinya akan ada penyesuaian tagihan rekening listrik ketika petugas PLN melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan.
"Ada wilayah yang ditutup karena protokol COVID-19, tentu kami tidak bisa melakukan pencatatan.
Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik," katanya.
Untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik.
Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN.
Di antaranya melalui ATM, internet banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya.
Atau bisa juga melalui aplikasi e-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan lainnya.
Tidak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui contact center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan.
Pelaporan mandiri pelanggan ini bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya.
Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.
Dengan demikian, maka hari ini 27 Mei merupakan hari terakhir bagi para pelanggan untuk bisa mengirimkan foto pencatatan listriknya ke PLN.
"Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kWh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening.
Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan," tutur kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril.
Jika pelanggan tidak mengirim laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi petugas, pilihan terakhirnya PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik.
Implikasinya akan ada penyesuaian tagihan rekening listrik ketika petugas PLN melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan.
"Ada wilayah yang ditutup karena protokol COVID-19, tentu kami tidak bisa melakukan pencatatan.
Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik," katanya.
Untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik.
Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN.
Di antaranya melalui ATM, internet banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya.
Atau bisa juga melalui aplikasi e-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan lainnya.
Tidak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui contact center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan.
Google Hapus 813 Creepware dari Play Store, Apa Sih Itu?
AS Berhasil Uji Senjata Laser, Bisa Tumbangkan Drone
Selama ini yang diketahui bahwa senjata laser
ada di film-film fiksi ilmiah, seperti di Star Wars.
Namun belum lama ini, Amerika Serikat (AS) mengklaim telah berhasil menguji senjata laser mereka.
Bahkan, ampuhnya senjata tersebut dibuktikan dengan tumbangnya drone yang sedang terbang di angkasa.
Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube atas nama USNI News Video, kapal perang AS, yaitu USS Portland (LPD-27) sukses menembak jatuh drone hanya dengan satu tembakan laser.
Video yang telah ditonton 1,6 juta viewers itu memperlihatkan bagaimana pesawat tak berawak itu terbakar karena tembakan laser yang dipancarkan USS Portland (LPD-27).
Kapten Karrey Sanders, Komandan Portland mengatakan bahwa uji coba lanjutan di laut terhadap UAV dan pesawat kecil, pihaknya sekarang mengetahui bagaimana canggihnya senjata laser miliknya.
"Dengan kemampuan canggih yang terbaru ini, kami makin menguasai perang di laut untuk Angkatan Laut," ujarnya sebagaimana dikutip dari Ubergizmo.
Namun belum lama ini, Amerika Serikat (AS) mengklaim telah berhasil menguji senjata laser mereka.
Bahkan, ampuhnya senjata tersebut dibuktikan dengan tumbangnya drone yang sedang terbang di angkasa.
Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube atas nama USNI News Video, kapal perang AS, yaitu USS Portland (LPD-27) sukses menembak jatuh drone hanya dengan satu tembakan laser.
Video yang telah ditonton 1,6 juta viewers itu memperlihatkan bagaimana pesawat tak berawak itu terbakar karena tembakan laser yang dipancarkan USS Portland (LPD-27).
Kapten Karrey Sanders, Komandan Portland mengatakan bahwa uji coba lanjutan di laut terhadap UAV dan pesawat kecil, pihaknya sekarang mengetahui bagaimana canggihnya senjata laser miliknya.
"Dengan kemampuan canggih yang terbaru ini, kami makin menguasai perang di laut untuk Angkatan Laut," ujarnya sebagaimana dikutip dari Ubergizmo.
Sabtu, 30 Mei 2020
Mengenal Ciri Ban Vulkanisir dan Risikonya Jika Dipasang di Motor
Kenapa Banyak Virus Berasal dari Kelelawar Bisa Mematikan?
Ilmuwan Temukan Kain yang Bisa Bunuh Virus Corona
Cerita Wanita yang Punya Nomor HP Bekas Elon Musk
China Mau Jegal Zoom dengan DingTalk dan VooV
Selama pandemi COVID-19, penggunaan aplikasi Zoom sangat diminati.
Pesaingnya pun mulai bermunculan dan kini ada lawan tangguh yang datangnya dari negeri China.
Adalah DingTalk kepunyaan Alibaba dan VooV yang didukung oleh Tencent.
Kedua layanan video conference itu bahkan sudah punya pelanggan yang terbilang besar.
Seperti dikutip dari BBC, DingTalk sampai saat ini sudah digunakan lebih dari 10 juta pebisnis dan organisasi dan lebih dari 120 juta siswa di seluruh China.
Saat virus Corona merebak, imbauan untuk bekerja dari rumah dan belajar dari rumah mempengaruhi jumlah pengguna DingTalk.
Di sisi lain, layanan ini juga ditunjang dengan dukungan yang bisa memuat lebih dari 300 peserta dalam satu konferensi.
Alibaba tak ingin jago kandang.
Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu meluncurkan versi global, yakni DingTalk Lite untuk pasar Asia, Jepang, Singapura, dan Hong Kong.
Sekarang, platform tersebut tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, dan China tradisional.
Tak hanya itu, ada juga VooV yang merupakan versi internasional Tencent Meeting yang diluncurkan pada Desember tahun lalu. VooV telah hadir di beberapa negara, termasuk India, Jepang, dan Singapura.
Sama halnya dengan DingTalk, VooV pun menawarkan fungsi menyelenggarakan konferensi yang bisa dihadiri hingga 300 peserta sekaligus.
Di sisi lain, Zoom kewalahan untuk masuk ke pasar China, sebab Zoom diblokir oleh pemerintah setempat sejak September lalu.
Hal itu semakin menguatkan DingTalk dan Voov sebagai layanan buatan perusahaan lokal.
Kendati begitu, Zoom masih kuat bila berbicara layanan video conference.
Belum lama ini, perusahaan menyebutkan ada 300 juta peserta rapat harian yang menggunakan layanan. Angka tersebut meroket semenjak pandemi.
Pesaingnya pun mulai bermunculan dan kini ada lawan tangguh yang datangnya dari negeri China.
Adalah DingTalk kepunyaan Alibaba dan VooV yang didukung oleh Tencent.
Kedua layanan video conference itu bahkan sudah punya pelanggan yang terbilang besar.
Seperti dikutip dari BBC, DingTalk sampai saat ini sudah digunakan lebih dari 10 juta pebisnis dan organisasi dan lebih dari 120 juta siswa di seluruh China.
Saat virus Corona merebak, imbauan untuk bekerja dari rumah dan belajar dari rumah mempengaruhi jumlah pengguna DingTalk.
Di sisi lain, layanan ini juga ditunjang dengan dukungan yang bisa memuat lebih dari 300 peserta dalam satu konferensi.
Alibaba tak ingin jago kandang.
Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu meluncurkan versi global, yakni DingTalk Lite untuk pasar Asia, Jepang, Singapura, dan Hong Kong.
Sekarang, platform tersebut tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, dan China tradisional.
Tak hanya itu, ada juga VooV yang merupakan versi internasional Tencent Meeting yang diluncurkan pada Desember tahun lalu. VooV telah hadir di beberapa negara, termasuk India, Jepang, dan Singapura.
Sama halnya dengan DingTalk, VooV pun menawarkan fungsi menyelenggarakan konferensi yang bisa dihadiri hingga 300 peserta sekaligus.
Di sisi lain, Zoom kewalahan untuk masuk ke pasar China, sebab Zoom diblokir oleh pemerintah setempat sejak September lalu.
Hal itu semakin menguatkan DingTalk dan Voov sebagai layanan buatan perusahaan lokal.
Kendati begitu, Zoom masih kuat bila berbicara layanan video conference.
Belum lama ini, perusahaan menyebutkan ada 300 juta peserta rapat harian yang menggunakan layanan. Angka tersebut meroket semenjak pandemi.
Google Assistant Uji Pengesahan Pembayaran Pakai Perintah Suara
AiPods di Masa Depan Bakal Ada Sensor Cahaya Pantau Kesehatan?
Headphone dengan fitur pemantauan kesehatan bawaan bukan lah hal yang baru, dan seperti Apple ingin turut andil dalam aksi tersebut untuk perangkatnya.
Dilansir dari Ubergizmo menurut laporan DigiTimes baru-baru ini mereka mengklaim bahwa Apple berpotensi akan menggunakan sensor cahaya untuk perangkat AirPods di masa depan namun tidak dijelaskan alasannya untuk apa.
Namun menurut banyak spekulasi Apple melakukan hal tersebut terkait dengan kesehatan.
Seperti yang ditunjukkan iMore, Apple memiliki paten yang ditemukan tahun lalu yang mengungkapkan bahwa Apple telah mengeksplorasi ide menggabungkan fitur pemantau kesehatan ke dalam Airpods.
Dan sekarang dengan laporan baru ini tampaknya dengan menggunakan sensor cahaya ini bisa menjadi cara Apple untuk melakukannya.
Mengingat bahwa AirPods memiliki fitur sensor yang dapat mendeteksi ketika headphone berada di telinga pengguna, Apple mungkin menggunakan sensor cahaya ini untuk fitur lainnya, seperti mengukur suhu pengguna atau mengukur detak jantung.
Apple saat ini menggunakan sensor optik untuk fitur pemantauan detak jantung di Apple Watch , jadi ada kemungkinan bawah Apple juga akan mengimplementasikan yang serupa di perangkat AirPods.
JIka Apple benar akan membenamkan sensor cahaya tersebut maka Appple harus berbenah dulu untuk baterai AirPodsnya.
Karena Ada beberapa laporan pengguna yang mengklaim bahwa AirPod kehilangan muatannya dengan cepat setelah tahun pertama, jadi jika mereka ingin mengubahnya menjadi alat pemantauan kesehatan, itu pasti perlu diperbaiki.
Dilansir dari Ubergizmo menurut laporan DigiTimes baru-baru ini mereka mengklaim bahwa Apple berpotensi akan menggunakan sensor cahaya untuk perangkat AirPods di masa depan namun tidak dijelaskan alasannya untuk apa.
Namun menurut banyak spekulasi Apple melakukan hal tersebut terkait dengan kesehatan.
Seperti yang ditunjukkan iMore, Apple memiliki paten yang ditemukan tahun lalu yang mengungkapkan bahwa Apple telah mengeksplorasi ide menggabungkan fitur pemantau kesehatan ke dalam Airpods.
Dan sekarang dengan laporan baru ini tampaknya dengan menggunakan sensor cahaya ini bisa menjadi cara Apple untuk melakukannya.
Mengingat bahwa AirPods memiliki fitur sensor yang dapat mendeteksi ketika headphone berada di telinga pengguna, Apple mungkin menggunakan sensor cahaya ini untuk fitur lainnya, seperti mengukur suhu pengguna atau mengukur detak jantung.
Apple saat ini menggunakan sensor optik untuk fitur pemantauan detak jantung di Apple Watch , jadi ada kemungkinan bawah Apple juga akan mengimplementasikan yang serupa di perangkat AirPods.
JIka Apple benar akan membenamkan sensor cahaya tersebut maka Appple harus berbenah dulu untuk baterai AirPodsnya.
Karena Ada beberapa laporan pengguna yang mengklaim bahwa AirPod kehilangan muatannya dengan cepat setelah tahun pertama, jadi jika mereka ingin mengubahnya menjadi alat pemantauan kesehatan, itu pasti perlu diperbaiki.


























