Tekun adalah awal dari kesuksesan. Seorang montir bengkel dan tukang
cilok di Banyumas meraup jutaan rupiah dengan menjadi YouTuber. Siapa
mereka?
![]() |
| Siboen dan Triwan bersama pada anggota Kampung YouTuber yang lain. Dengan YouTube, para pemuda desa ini bisa mengubah nasibnya dan mendapatkan uang dari sana |
![]() |
| Siboen membuat konten YouTube cuma bermodal tripod dan smartphone. Konten utama dia adalah tutorial bengkel dengan bahasa sederhana yang disukai netizen |
![]() |
| Siboen juga membuat konten mengenai memancing di desa. Pagi hari Siboen membuat konten tentang memancing, siang sampai sore dia membuat konten otomotif dan lain-lain |
![]() |
| Channel utama Siboen Chanel sudah mendapatkan gold play button dari YouTube. Siboen mengantungi pendapatan Rp 50 juta-150 juta per bulan |
![]() |
| Siboen Chanel sudah memiliki sekitar 10 channel lainnya yang memiliki konten berbeda-beda dari kuliner sampai horor dan misteri. Kesemuanya sudah mendapatkan silver play button dari YouTube |
![]() |
| Siboen sukses menjadi YouTuber lalu mengajak para pemuda desa lainnya ikut menjadi YouTuber. Atas jasanya membangun Kampung YouTuber, Siboen diganjar penghargaan dari Kementerian Sosial |
![]() |
| Kios dan rumah seharga Rp 450 juta ini dibeli Siboen dari penghasilannya sebagai YouTuber. Saking suksesnya, Siboen sempat disangka melakukan pesugihan dan terorisme. |










Tidak ada komentar:
Posting Komentar