Twitter kembali
memberikan update dari kasus pembobolan akun milik sejumlah tokoh
ternama untuk menyebarkan penipuan bitcoin.
Kasus yang terjadi pada 15
Juli tersebut rupanya disebabkan oleh serangan phishing.
Dikutip dari
Cnet, lewat blog post dan cuitan di akun Twitter Support, Twitter
mengatakan penyerang menargetkan serangan phishing lewat telepon kepada
beberapa pegawainya.
Walau Twitter tidak menjelaskan secara rinci, sepertinya hacker
menelepon pegawai Twitter sambil menyamar sebagai teman kerjanya atau
sebagai anggota tim keamanan Twitter.
Agar serangan bisa sukses, hacker membutuhkan akses terhadap jaringan
Twitter sekaligus mendapatkan kredensial pegawai untuk bisa mengakses
alat dan sistem internal.
Hacker sepertinya berhasil mendapatkan
kredensial pegawai dengan metode phishing tersebut.
"Tidak semua
pegawai yang awalnya disasar memiliki izin untuk menggunakan alat
manajemen akun, tapi penyerang menggunakan kredensial mereka untuk
mengakses sistem internal kami dan mendapatkan informasi tentang proses
kami," kata Twitter.
"Pengetahuan ini kemudian memungkinkan mereka
untuk menargetkan pegawai lainnya yang memiliki akses kepada alat
dukungan akun," sambungnya.
Twitter juga kembali
menegaskan bahwa hacker berhasil menyasar 130 akun, tapi hanya berhasil
mengambil alih dan mengirimkan cuitan dari 45 akun.
Hacker juga
berhasil mengakses direct messages miliki 36 akun. Tapi mereka
mengoreksi jumlah akun yang datanya diunduh oleh hacker, dari 'hingga
delapan' menjadi tujuh.
Twitter membatasi fitur dan mengunci akun
yang terdampak setelah serangan tersebut.
Meski beberapa fitur telah
kembali pulih, beberapa fitur dan proses masih terdampak, termasuk
mengunduh data lewat fitur Your Twitter Data,
Perusahaan berlogo
burung ini juga telah membatasi akses terhadap alat internalnya untuk
saat ini, dan meningkatkan metode mereka untuk mendeteksi dan mencegah
akses tidak berizin kepada sistem internal mereka.
Seperti diketahui pembobolan akun Twitter besar-besaran
yang terjadi pada 15 Juli ini menargetkan akun tokoh ternama seperti
Elon Musk, Bill Gates, Jeff Bezos dan masih banyak lagi.
Hacker kemudian
menyebarkan cuitan yang berisi penipuan bitcoin lewat akun yang diambil
alih.
Hacker menjanjikan akan menggandakan bitcoin yang
dikirimkan pengguna Twitter ke alamat tertentu.
Lewat penipuan ini,
hacker berhasil meraup lebih dari USD 113.500 dalam bentuk
cryptocurrency.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar