Setelah diblokir oleh pemerintah India dan ketahuan mengakses data clipboard pengguna, kini muncul lagi seruan uninstall TikTok.
Rupanya TikTok dituding sebagai malware yang dioperasikan oleh pemerintah China dan mengambil data pengguna.
Seruan
uninstall TikTok ini ramai di media sosial hari ini. Tuduhannya adalah
TikTok mengambil data-data pengguna tanpa izin.
Dari manakah sebenarnya
tudingan ini berasal.
Dalam penelusuran, tudingan ini
akarnya dilontarkan oleh akun @YourAnonCentral, yang menulis namanya
sebagai 'Anonymous'.
Ia menyebut mengajak orang untuk menghapus TikTok
karena sebenarnya aplikasi ini adalah malware yang dioperasikan oleh
pemerintah China, demikian dikutip dari Forbes.
"Hapus TikTok
sekarang; jika kamu tahu seseorang yang menggunakannya, jelaskan pada
mereka kalau (TikTok) adalah malware yang dioperasikan oleh pemerintah
China yang menjalankan operasi mata-mata secara masif," tulis akun
dengan follower mencapai 6,4 juta.
[Gambas:Twitter]
Dalam kicauan tersebut juga disertakan tautan ke kicauan lain yang memposting 'bukti-bukti' mengenai data yang dikumpulkan oleh TikTok dari
penggunanya.
Dalam kicauan tersebut ada screenshot thread di forum
Reddit dari seorang yang mengaku sebagai engineer yang melakukan reverse
engineering terhadap aplikasi TikTok.
Dalam thread tersebut ia menyebut TikTok adalah layanan pengumpul
data yang menyaru sebagai jejaring media sosial.
Data yang dikumpulkan
ini menurutnya sangat banyak, dari data hardware ponsel, aplikasi apa
saja yang terinstal di ponsel, semua info terkait jaringan lokal
pengguna, dan bahkan menurutnya TikTok juga mengumpulkan data GPS ponsel
setiap 30 detik.
Akun Twitter yang sama sudah mulai
'mengkampanyekan' isu ini sejak awal Juni lalu. Tepatnya saat ia
mengklarifikasi bahwa Anonymous tak mempunyai akun TikTok.
Ia juga menyamakan TikTok,
yang menurutnya adalah spyware bikinan pemerintah China, dengan
Facebook atau Instagram yang dijadikan spyware oleh pemerintah Amerika
Serikat.
Oleh karena itu, ada seruan untuk uninstall TikTok.
Pihak TikTok belum mengeluarkan pernyataannya mengenai tudingan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar