Program Kartu Prakerja selain
diciptakan untuk pengembangan potensi kerja juga diarahkan untuk
mengurangi dampak ekonomi bagi orang yang terkena Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) atau dirumahkan akibat pandemi virus corona atau coronavirus
(Covid-19).
Pemerintah telah menyiapkan Rp20 triliun untuk program ini untuk
total 6 juta pekerja di tahun 2020 ini yang terdiri dari 5,6 juta
peserta untuk korban PHK dan sektor informal yang kesulitan bekerja
karena Covid-19 dan tambahan skema lainnya yang dilakukan oleh
BPJS-Tenaga Kerja (BPJS-TK) sekitar 400.000 pekerja.
Lalu bagaimana cara mendaftar Kartu Prakerja ini?
Berikut caranya seperti dilansir laman Kemenkeu, Jakarta.
Untuk mendapatkan Kartu Prakerja, peserta diminta untuk menyampaikan data secara online yang sudah disiapkan oleh Project Management Office (PMO).
Setelah itu, data akan diverifikasi oleh PMO. Kemudian insentif akan di-launching dan
dilakukan oleh PMO.
Selain itu, pekerja yang sudah ikut dalam program
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) yang
terkena PHK juga akan dibantu oleh BPJS-TK.
Pelatihan disampaikan dengan 2 pilihan yaitu secara online dan tatap muka dan penyedia bisa dipilih dari pihak swasta atau pemerintah.
Penerima manfaat dari kartu Prakerja ditujukan untuk pencari
kerja, yaitu Warga Negara Indonesia dengan minimal usia 18 tahun, dan
tidak sedang mengikuti pendidikan formal.
Peserta akan mendapatkan biaya pelatihan Rp1 juta untuk pelatihan
online.
Kemudian, sambil mereka melakukan pelatihan untuk menaikkan
skilling dan reskillingnya mereka akan mendapatkan manfaat juga dalam
bentuk insentif bantuan dana Rp600.000 perbulan untuk 4 bulan dan survei
Rp50.000 untuk 3 kali survei.
Insentif dan survei akan diberikan
setelah program berakhir. Survei dilakukan untuk mengevaluasi
efektifitas pelatihan.
Sebelumnya, Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, peluncuran program kartu prakerja akan dilakukan pada hari ini.
Kartu Prakerja
ini akan menjadi program bantuan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan
atau mengalami penurunan pendapatan akibat pandemic COVID-19.
Program
Kartu Prakerja akan membuka pendaftaran dengan kuota untuk 164 ribu
orang per-minggunya, untuk menyasar sekitar 5,6 juta pendaftar selama
tahun 2020.
"Kami mengajak masyarakat untuk menyiapkan informasi seperti data
diri, NIK, no HP, email dan sebagainya agar dapat sukses mendaftar di
situs resmi (prakerja.go.id) tanggal 11 April,” kata Panji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar